Online
Saat ini ada 61 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Kesehatan/Rumah Sakit - Keluhan
Kecewa Dengan Pelayanan UGD RS Hermina Depok
Minggu, 20 Juli 2008
Bantuan Artikel
Karena masih sakit dan batuk makin parah, saya ganti rumah sakit. Saya ke rumah sakit hermina depok dengan dokter spesialis penyakit dalam. Obat2 habis, saya masih sakit. Perlu diketahui pada masa sakit itu nafsu makan saya berkurang jauh, padahal saya juga menyusui. Mungkin karena gak makan, malah kadang2 saya cuma makan 1x sehari. Tanggal 8 juli 2008 kemaren, saya diare dan muntah dibawa ke rumah sakit kermina depok pagi sekitar jam 06.30. Karena masih pagi, seharusnya saya langsung ke UGD. Hanya dengan alasan ada kecelakaan, dan dokternya cuma 1 orang saya dibiarkan menunggu hampir 1/2 jam.
Di dalam pun saya tidak langsung ditangani. Dokternya tanya2 dulu (maksudnya tidak cekatan). Akhirnya dokter tersebut berkesimpulan kalau saya hanya diare biasa dan tidak perlu dirawat. Suami saya ngotot untuk dirawat, dengan alasan udah 2 bulan saya sakit batuk pilek dengan kondisi susah makan tapi tetap menyusui. Mungkin sedikit infus makanan, kondisi saya bisa membaik (sebelumnya BB saya 44-45, waktu sakit berkurang menjadi 41-42, malah tanggal 8 juli tersebut BB saya 39).
Dokter tetap ngotot cuma rawat jalan. Saya pusing dan akhirnya muntah2 di ruangan UGD tersebut. Setelah melihat saya muntah2 dan suami saya ngotot untuk dirawat, barulah saya ditangani oleh suster2 yang ada. Saya langsung diinfus dan seterusnya dibawa ke ruangan rawat inap. Saya dikasih obat2an seperti diare dan obat pusing, mual dan juga obat untuk otot yang sakit. Saya pikir mungkin besok bisa pulang, ternyata malamnya saya malah diare sampai 3-4x. Hari berikutnya masih diare tapi mulai berkurang. Malah saya dirawat sampai 4 hari (tanggal 11 juli 2008).
Saya cuma kecewa dengan tindakan dokter UGD yang tidak melihat kondisi saya saat masuk katanya tidak apa2,ternyata malah dirawat selama 4 hari. Coba bayangkan kalau saya tidak dirawat, padahal saya tetap diare. Makanan dan minuman gak banyak yang masuk, tentu saya jadi dehidrasi dan saya mesti balik lagi kerumah sakit, mungkin dengan kondisi yang lebih parah. Apa memang harus parah dulu, baru dirawat? kenapa mesti seperti itu? kenapa slogan mencegah lebih baik dari mengobati tidak diutamakan? jadi tolong lebih waspada lagi
Terima Kasih
Nelly
Jl. H. Usman RT 04/03
Depok
Di dalam pun saya tidak langsung ditangani. Dokternya tanya2 dulu (maksudnya tidak cekatan). Akhirnya dokter tersebut berkesimpulan kalau saya hanya diare biasa dan tidak perlu dirawat. Suami saya ngotot untuk dirawat, dengan alasan udah 2 bulan saya sakit batuk pilek dengan kondisi susah makan tapi tetap menyusui. Mungkin sedikit infus makanan, kondisi saya bisa membaik (sebelumnya BB saya 44-45, waktu sakit berkurang menjadi 41-42, malah tanggal 8 juli tersebut BB saya 39).
Dokter tetap ngotot cuma rawat jalan. Saya pusing dan akhirnya muntah2 di ruangan UGD tersebut. Setelah melihat saya muntah2 dan suami saya ngotot untuk dirawat, barulah saya ditangani oleh suster2 yang ada. Saya langsung diinfus dan seterusnya dibawa ke ruangan rawat inap. Saya dikasih obat2an seperti diare dan obat pusing, mual dan juga obat untuk otot yang sakit. Saya pikir mungkin besok bisa pulang, ternyata malamnya saya malah diare sampai 3-4x. Hari berikutnya masih diare tapi mulai berkurang. Malah saya dirawat sampai 4 hari (tanggal 11 juli 2008).
Saya cuma kecewa dengan tindakan dokter UGD yang tidak melihat kondisi saya saat masuk katanya tidak apa2,ternyata malah dirawat selama 4 hari. Coba bayangkan kalau saya tidak dirawat, padahal saya tetap diare. Makanan dan minuman gak banyak yang masuk, tentu saya jadi dehidrasi dan saya mesti balik lagi kerumah sakit, mungkin dengan kondisi yang lebih parah. Apa memang harus parah dulu, baru dirawat? kenapa mesti seperti itu? kenapa slogan mencegah lebih baik dari mengobati tidak diutamakan? jadi tolong lebih waspada lagi
Terima Kasih
Nelly
Jl. H. Usman RT 04/03
Depok
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 1 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
mgkn dokternya sibuk banget karena lagi ngurus kecelakaan..... thinking positif aja... saya sendiri menilai Hermina sebagai RS yg ok. tp saya selalu ke hermina jatinegara