Online
Saat ini ada 61 pengunjung tamu dan 2 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Kenaikan BBM dan Kejaksaan Agung
Sabtu, 28 Juni 2008
Bantuan Artikel
Ini disebabkan oleh antara lain karena gagalnya program komunikasi pemerintah dengan rakyatnya. Namun demikian, bagaimana mungkin rakyat dapat memahami sebuah komunikasi yang tidak masuk akal mengenai alasan dinaikkannya BBM. Komunikasi yang buruk ini ditambah lagi dengan minimnya upaya pemerintah dalam mengurangi dampak kenaikkan BBM ini, bahkan Badan Intelejen Negara pun beberapa hari terakhir ini ikut memperkeruh situasi dengan menebar tuduhan sana-sini.
Tulisan ini adalah untuk mengingatkan, bahwa kenaikan BBM berhubungan dengan adanya konspirasi jahat orang-orang di Kejaksaan Agung dengan konglomerat hitam. Ini menjadi salah satu penyebab pemerintah akhirnya kedodoran APBN dan menaikkan BBM sebagai solusi gampang dan gila sehingga membuat negeri ini semakin compang-camping dan boroknya terlihat.
Kejagung sebelumnya menjadi tumpuan harapan rakyat agar bisa mengembalikan dana BLBI sebesar ratusan trilyun rupiah yang dirampok konglomerat hitam. Sayangnya setelah jaksa Urip Tri Gunawan tertangkap sedang disuap oleh Artalita Suryani, sejumlah jaksa agung muda lainnya justru juga “tertangkap” melakukan “telpon-ria” dengan Artalita, kaki-tangan Syamsul Nursalim, salah satu perampok BLBI. Jaksa Urip adalah ketua tim 35 yang menangani kasus dana BLBI Sjamsul Nursalim dan Anthony Salim. Ia diburu KPK dan tertangkap di rumah Sjamsul Nursalim sedang menerima uang sebesar lebih dari 6 milyar rupiah dari Artalita hanya beberapa hari setelah jaksa agung muda pidana khusus Kemas Yahya Rahman mengeluarkan SP3 untuk kasus BLBI Syamsul Nursalim dan Anthony Salim.
Kasus terbongkarnya borok kejagung ini mungkin juga sekaligus membongkar borok TNI yang tidak tahu ada anggotanya yang “magang” bertahun-tahun menjadi “ajudan” Artalita di Sjamsul Nursalim “Syndicate”.
Kejadian ini sudah menjadi keprihatinan kita bersama, karena ini seperti sering disebut orang adalah “gunung es” dari berbagai carut-marut di negeri morat-marit ini. Sebelum soal Urip, sang borok kejaksaan ini, di awal tahun 2007, seorang jenderal polisi dijebloskan ke penjara karena korupsi dalam kasus Andrian Woworunto. Kemudian KPK juga memenjarakan Irawadi Yoenus, salah seorang komisioner Komisi Yudisial di tangkap di akhir tahun 2007 lalu karena melakukan korupsi dalam kasus pengadaan tanah untuk kantor Komisi Yudisial yang baru. Baru beberapa bulan lalu di bulan Januari 2008 ini, KPK menahan mantan Kapolri Rusdihardjo, karena diduga melakukan korupsi saat menjabat sebagai Dubes RI untuk Malaysia di Kuala Lumpur. Juga bulan April 2008 lalu seorang anggota DPR telah membuat geram para aktivis lingkungan hidup. Al-Amin Nasution tertangkap menerima suap dari pejabat kabupaten Bintan di Jakarta. Al-Amin Nasution sudah lama dibidik KPK terkait pengalihfungsian hutan lindung seluas 7.300 hektar di Pulau Bintan.
Meski pun mereka yang disebut di atas hanya beberapa orang saja, namun mereka sudah mewakili hampir semua lembaga negara yang penting di negeri ini yang seharusnya menjadi tumpuan harapan rakyat dalam mengelola negeri morat-marit ini. Ada yang mewakili kepolisian, Mahkamah Agung, pemerintah, DPR dan terakhir kejagung. Mereka yang tertangkap itu, seperti yang disebut oleh Permadi SH adalah sedang bernasib sial. Masih banyak bajingan-bajingan lain yang belum tertangkap.
Di mana-mana di seluruh dunia ini, termasuk di lobang tikus sekali pun, berlaku aturan baik tertulis maupun tidak tertulis, bahwa penegak hukum tidak boleh berkomunikasi atau bertemu muka dengan bajingan dan kaki-tangannya yang sedang ditanganinya di tempat atau waktu yang tidak seharusnya. Meski jaksa-jaksa itu telah melakukan kesalahan yang amat memalukan dan merendahkan dirinya dan lembaganya, namun demikian Jaksa Agung Hendarman Supandji nampaknya masih akan sangat terlambat untuk menggunakan nuraninya dalam memperbaiki lembaga yang dipimpinnya.
Bukan berapa Rupiah suap yang diterima para jaksa agung itu yang menjadi persoalan kita, tetapi betapa mudahnya kita menyerahkan kepentingan rakyat banyak pada orang-orang durjana yang tidak peduli dengan masa depan negeri ini. Hanya dengan beberapa milyar rupiah saja, kejagung sudah bisa dengan mudah dibuntungi, padahal kasus yang BLBI ditanganinya adalah puluhan trilyun rupiah. Kita tidak bisa membayangkan negeri macam apa Indonesia ini jika SP3 untuk Sjamsul dan Anthony ini menjadi patokan untuk memberikan SP3 juga bagi kasus-kasus BLBI lainnya yang ratusan trilyun rupiah.
Murah sekali harga jiwa para jaksa itu...
Jojo Rahardjo
*Pengamat masalah sosial
Kejagung sebelumnya menjadi tumpuan harapan rakyat agar bisa mengembalikan dana BLBI sebesar ratusan trilyun rupiah yang dirampok konglomerat hitam. Sayangnya setelah jaksa Urip Tri Gunawan tertangkap sedang disuap oleh Artalita Suryani, sejumlah jaksa agung muda lainnya justru juga “tertangkap” melakukan “telpon-ria” dengan Artalita, kaki-tangan Syamsul Nursalim, salah satu perampok BLBI. Jaksa Urip adalah ketua tim 35 yang menangani kasus dana BLBI Sjamsul Nursalim dan Anthony Salim. Ia diburu KPK dan tertangkap di rumah Sjamsul Nursalim sedang menerima uang sebesar lebih dari 6 milyar rupiah dari Artalita hanya beberapa hari setelah jaksa agung muda pidana khusus Kemas Yahya Rahman mengeluarkan SP3 untuk kasus BLBI Syamsul Nursalim dan Anthony Salim.
Kasus terbongkarnya borok kejagung ini mungkin juga sekaligus membongkar borok TNI yang tidak tahu ada anggotanya yang “magang” bertahun-tahun menjadi “ajudan” Artalita di Sjamsul Nursalim “Syndicate”.
Kejadian ini sudah menjadi keprihatinan kita bersama, karena ini seperti sering disebut orang adalah “gunung es” dari berbagai carut-marut di negeri morat-marit ini. Sebelum soal Urip, sang borok kejaksaan ini, di awal tahun 2007, seorang jenderal polisi dijebloskan ke penjara karena korupsi dalam kasus Andrian Woworunto. Kemudian KPK juga memenjarakan Irawadi Yoenus, salah seorang komisioner Komisi Yudisial di tangkap di akhir tahun 2007 lalu karena melakukan korupsi dalam kasus pengadaan tanah untuk kantor Komisi Yudisial yang baru. Baru beberapa bulan lalu di bulan Januari 2008 ini, KPK menahan mantan Kapolri Rusdihardjo, karena diduga melakukan korupsi saat menjabat sebagai Dubes RI untuk Malaysia di Kuala Lumpur. Juga bulan April 2008 lalu seorang anggota DPR telah membuat geram para aktivis lingkungan hidup. Al-Amin Nasution tertangkap menerima suap dari pejabat kabupaten Bintan di Jakarta. Al-Amin Nasution sudah lama dibidik KPK terkait pengalihfungsian hutan lindung seluas 7.300 hektar di Pulau Bintan.
Meski pun mereka yang disebut di atas hanya beberapa orang saja, namun mereka sudah mewakili hampir semua lembaga negara yang penting di negeri ini yang seharusnya menjadi tumpuan harapan rakyat dalam mengelola negeri morat-marit ini. Ada yang mewakili kepolisian, Mahkamah Agung, pemerintah, DPR dan terakhir kejagung. Mereka yang tertangkap itu, seperti yang disebut oleh Permadi SH adalah sedang bernasib sial. Masih banyak bajingan-bajingan lain yang belum tertangkap.
Di mana-mana di seluruh dunia ini, termasuk di lobang tikus sekali pun, berlaku aturan baik tertulis maupun tidak tertulis, bahwa penegak hukum tidak boleh berkomunikasi atau bertemu muka dengan bajingan dan kaki-tangannya yang sedang ditanganinya di tempat atau waktu yang tidak seharusnya. Meski jaksa-jaksa itu telah melakukan kesalahan yang amat memalukan dan merendahkan dirinya dan lembaganya, namun demikian Jaksa Agung Hendarman Supandji nampaknya masih akan sangat terlambat untuk menggunakan nuraninya dalam memperbaiki lembaga yang dipimpinnya.
Bukan berapa Rupiah suap yang diterima para jaksa agung itu yang menjadi persoalan kita, tetapi betapa mudahnya kita menyerahkan kepentingan rakyat banyak pada orang-orang durjana yang tidak peduli dengan masa depan negeri ini. Hanya dengan beberapa milyar rupiah saja, kejagung sudah bisa dengan mudah dibuntungi, padahal kasus yang BLBI ditanganinya adalah puluhan trilyun rupiah. Kita tidak bisa membayangkan negeri macam apa Indonesia ini jika SP3 untuk Sjamsul dan Anthony ini menjadi patokan untuk memberikan SP3 juga bagi kasus-kasus BLBI lainnya yang ratusan trilyun rupiah.
Murah sekali harga jiwa para jaksa itu...
Jojo Rahardjo
*Pengamat masalah sosial
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 18 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
Bukan lagi murah malah murahan sekali..!
Saya melihat Bpk Hendarman Supandji kurang tegas dalam memimpin, dengan tidak menindak tegas bawahannya yang jelas-jelas borok yang benar-benar borok dan lebih busuk dari bangkai binatang...!
Sebaiknya sanksi untuk mereka bukanlah pencopotan, tapi pemecatan
Saya melihat Jaksa Agung Hendarman Supandji hanya mencari aman dengan hanya mencopot jabatan (JAMDATUN) bawahannya, supaya terlihat bertanggung jawab dan terlihat ada tindakan..! namun bagi saya tidak sebanding dengan borok mereka buat (Menerima suap, bertelpon-telpon ria)
Presiden juga kurang memberi tindakan terhadap jaksa-jaksa (bagi saya bukan nakal) tapi busuk
!
Jika saya lihat, tidak ada jaksa yang satu atau dua tingkat jabatannya dibawah jaksa Agung yang bersih. Saya aja juga ragu dengan jaksa Agungnya (Hendarman Supandji) apakah beliau bersih,...!
karena sanksi yang diberikan terhadap jaksa busuk tersebut tidak sebanding dengan kebusukan mereka....!
Ternyata jika saya melihat kasus ini juga, antara Jaksa agung (jamdatun) dengan Artalita suryani yang terlihat seperti sudah kenal lama, lama sekali...!
jika jaksa agung tidak memecat anggotanya yang busuk, maka seharusnya jaksa agung haruslah diganti/dirombak total...! termasuk Hendarman Supandji.
@mas Jojo.sudahlah daripada kita stress kita bahas hal lain saja..BBM nggak akan turun lagi,itu dah pasti,pemerintah dah nggak punya kuping utk masyarakat..itu juga dah jelas
Sepertinya mkasus JAKSA AGUNG YANG MENYEBARKAN KEBUSUKANNYA SENDIRI merupakan tema yang menarik....!
Karena jaksa adalah sebagai penyedia jasa yang memiliki konsumen dalam hal ini pencari keadilan, Karena sebelum kasus dilimpahkan ke meja hijau, yah harus diproses oleh jaksa dulu.
Jadi Jaksa pesar peranannya dalam sebuah kasus. ibaratnya tak ada jaksa sepertinya pengadila tak akan jalan..!
Menurut saya
SALAM MK
BBM dinegara manapun tidak ada sejarahnya diturunkan lagi, yah kalau memang bisa turun ya merupakan sejarah suatu negara
Yang lain silahkan posting nya, saya juga mau dengar dari yang lain mengenai KASUS KEJAKSAAN YANG MENYEBARKAN KEBUSUKANYA DI MEDIA. SAHINGGA KITA JADI TAHU PRIBADI KEJAKSAAN YANG SEBENARNYA DARI MEREKA SENDIRI..!
@bung marsuni.
gak usah heran lagi kalau memang kejagung seperti itu. bobrok
KORUPSI bukanlah barang baru di negeri yang konon katanya kaya raya ini. karena hampir semua lapisan sudah tertular penyakit korupsi.dari swasta sampai pemerintah. untungnya swasta sedikit yang melakukan korupsi meskipun itu ada.
akan tetapi kalau pemerintah lain dari pada yang lain. jangankan kejaksaan agung. instansi lain aja banyak yang melakukan korupsi. jadi! gimana rakyat mau percaya sama pemerintah. saya aja. kalau mau buat KTP harus bayar. padahal ktp itu kan gratis. dan itu ktp adalah hak setiap warga negara untuk mendapatkannya.
jadi! tidak ada satupun instansi pemerintah yang bersih dari korupsi.
ini opini ada hubungannya dengan bbm. kenapa bbm mesti di naikkan. meskipun keadaan negeri kita sedang carut marut?
jawabannya mudah. konspirasi. antara orang di instasi tertentu dengan mafia minyak. [di samping harga minyak dunia] jadi korupsi sudahlah mendarah daging di negeri ini. gara2 demi keinginnan segelintir orang. rakyatlah yang harus menanggungnya. MINYAK,HUTAN DAN AIR adalah ciptaan TUHAN.sudah sepantasnya kita menjaganya. demi kelangsungan anak cucu kita di masa mendatang. dan bukannya di rusakan dan di hancurkan. kenapa saya bilang begitu? karena demi uanglah maka segala sesuatu dapat di halalkan dengan segara cara.
KORUPSI,PERUSAKAN HUTAN,PENCEMARAN AIR LAUT masih satu ikatan yang teramat kuat.
Yah betul, seharusnya KTP mmg harus Gratiss
seperti dikota saya mmg gratis walaupun kertas bahan baku untuk KTPnya dari kertas tebal,
dan bukan seperti bahan pembuat SIM. tapi kalau gratis yah ga' papa...!
Kembali kepermasalahan, korupsi dinegara kita ini sudah benar-benar mencapai titik nadir dan parah karena sudah mencakup lembaga KEJAKSA'AN yang merupakan salah satu badan tertinggi hukum negara kita (JAKSA AGUNG)
.
makanya saya ga' terlalu menganggap aparat hukum itu sebagai apa atau bagaimana dalam artian DISEGANI.
Mereka hanyalah manusia yang mengisi jabatan yang mungkin bukan SAJA menjabat karena sesuai dibidangnya tapi salah satu niatnya memang mungkin untuk mencari kesempatan (KORUPSI).
Seharusnya untuk para koruptor (yang korupsi bermilyaran)memang pantas dihukum mati seperti di negara China. atau paling tidak seumur hidup atau seringan-ringannya 25 tahun dan harta kekayaannya disita, supaya bisa memberi efek jera pada yang lain dan tidak akan berbuat korupsi lagi..!
untuk JAKSA AGUNG
Oia, aparat hukum yang masih bisa dipercaya apayah..?
wah! bung kalau di hukum mati ma saya kurang setuju. tapi kalau di hukum seumur hidup. atau paling ringan 25 thn. saya ma setuju.
kalau menurut saya bung. tidak bisa kalau hanya jaksa agung yang kita bersikan. banyak instansi lain. seperti makamah agung. itu juga harus di benahi.
apakah aparat kita sudah tidak punya uang atau moral ya? jawabannya sangat mudah. karena mereka tidaklah cukup puas dengan apa yang telah mereka dapatkan.
sebaiknya kejaksaan agungnya di ganti aja sekalian. tapi apakah bisa kalau hanya kejaksaan agung yang di rombak total. JAWABANNYA TIDAK!!! karena pasti ada bibit korupsi baru. dari manakah asalnya. ya... dari mana lagi kalau gak dari departement2 yang lain.
o ya. kata bung marsuni. aparat hukum apa yang masih bisa di percaya? semuanya tidak bisa di percaya. kecuali KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA.
@Richardo
Benar..!
memang daripada Hukuman mati saya lebih memilih hukuman seumur hidup, atau 25tahun dan harta kekayaannya disita..!
mungkin karena kejengkelan/emosi saya juga. dan juga sebenarnya hukuman mati belum tentu sesuai dengan agama kita...! karena kan nyawa ditangan tuhan.
dan memang yang paling layak adalah hukuman 25 tahun atau seumur hidup..! UNTUK PARA KORUPT
R
@bung Richardo...puyeng lihat keadaan di Indonesia semuanya nggak ada yang beres...seharusnya Indonesia disewain aja kenegara lain yang jauh lebih maju
anyway salam saya
Terlepas dari masalah Kejaksaan kita yang benar2 bobrok, soal kenaikan BBM yang dilakukan pemerintah dapat saya maklumi (walau dengan sangat berat hati
). Harga Minyak Mentah dunia sekarang sedang meroket gila-gilaan, kini mencapai rekor baru $140/barrel dan OPEC memperkeruh keadaan dengan memperkirakan harga akan terus naik sampai $170/barrel!!.Saya tahu ini karena saya bekerja pada perusahaan keuangan, tiap hari saya pelototin itu harga-harga komoditas yang terus merangkak naik, bukan Minyak mentah saja namun komoditas yang dianggap bisa menjadi subtitusi Minyak seperti Jagung,Sawit dan Tebu yang bisa diolah menjadi Biofuel ikut-ikutan melonjak tidak terkendali
.
Tragis memang negri ini merupakan salah satu negara kaya Minyak Bumi dikawasan Asia Tenggara, tapi kitapun negara pengimpor minyak terbesar
. Ibarat pepatah "besar pasak daripada tiang" kebutuhan BBM kita tidak dapat kita cukupi oleh produksi sendiri, boro-boro ngekspor.
Saya tidak mempunyai data yang lengkap tentang subsidi, tapi dapat saya bayangkan betapa berat beban APBN kita kalau terus memaksakan subsidi BBM. Bukan maksud saya membela Pemerintah, karena sayapun ikut terpukul dengan kenaikan BBM ini secara langsung. Bagaimana subsidi lainnya seperti Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat yang sangat penting, kalau pemerintah kita cuman mikirin subsidi BBM.
Hal ini diperparah dengan kebocoran APBN yang tak kunjung tertambal, digerogotin tikus-tikus berdasi
. Setuju dengan hukuman seumur hidup bagi koruptor
.
Percayalah bukan negara kita saja yang terkena dampaknya, Malaysia dan India yang katanya negara Asia maju juga ikut menaikan harga BBM bahkah lebih parah dibandingkan kita. Pilihan menaikan harga BBM merupakan pilihan akhir yang pahit, karena kebijakan paling tidak populer dimata rakyat.
Jangan sampai kita (rakyat Indonesia) ikut-ikutan terpolitisir oleh oportunis-oportunis si tikus-tikus politikus yang menunggangi kesempatan ini untuk menggulingkan Pemerintah dengan demo-demo anarkis. Sungguh bodoh dan naif apabila kita percaya dengan melakukan demo-demo tersebut lalu harga BBM akan diturunkan.
Kalau memangnya bisa suruh politikus yang mengatasnamakan rakyat itu naik jadi tampuk pimpinan, kalau dia bisa menurunkan harga BBM dan harga-harga kebutuhan pokok tanpa mengganggu kesetimbangan ekonomi. Kalau terbukti bisa, saya yang maju paling depan mencium kakinya
.
Soal kejaksaan bobrok dan gampang disuap itu bukan sekarang saja,dari jaman Soekarno dulu udah begitu....dan hal hal seperti itu kami yang tinggal di EU udah tahu semua bagaimana kejaksaan di Indonesia...apa nggak malu Indonesia?
apa kalian udah nggak punya kemaluan lagi
@Richardo
Akhirnya gabung juga si OPA
trd NO 2
@Richardo
Kebobrokan Kejaksaan ini adalah yang benar-benar ga punya rasa malu sedikitpun. sudah jelas ada rekaman pembicaran mesih merasa putih.
Buat JAKSA AGUNG cuma satu kata untuk orang-orang seperti itu, "PEMECATAN"
Karena sikap JAKSA AGUNG saat ini masih abu-abu (dianggap hitam juga ga'pp)dan tidak tegas dan cenderung cari aman saja...!
Dari gaya bahasa mereka (rekaman telepon) sepertinya hampir seluruh kejaksaan di JAMDATUN yang menangani kasus BLBI terseut kenal baik ko' sama ARTALITA SURYANI.
Pemerintah juga masih diam tak ada tanggapan berarti.
tapi ga' lama lagi pemerintah jadi tambah pusing
,,!
@Mas Thomas
Betul,,! BORO-BORO MAU NURUNIN HARGA BBM, LAH BARU SAJA SAYA NONTON TV KEMUNGKINAN HARGA MINYAK DUNIA NAIK KE LEVEL 170/barel..! dari yang sekarang 140/barel.
padahal beberapa negara sudah meningkatkan kapasitas produksi minyaknya beberapa minggu yang lalu..!
namun "sebagian kecil" masyarakat ga peduli mau harganya 200 atau 250/barel, yang penting jangan naik harganya, adalagi mahasiswa yang berpikiran dangkal dengan demo anarkis. padahal mereka itu penerus bangsa tidak layak berbuat demikian. demo oke, jika positif, saya juga dukung. tapi no anarkisss!
Dan jangan kaget setelah episode bbm yang mau hilang lanjut ke masalah kejaksaan, mungkin kembali lagi ke BBM.
Salam Tuk semuanya
@marsuni. dan opa. saya cuma ingin kasih saran.
ketimbang kita memikirkan masalah negeri ini yang gak jelas2. dan di tambah lagi perkelahian antara manusia yang gak jelas maksud dan tujuannya.
mengdingAn kita selamatkan aja bumi kita yang tercinta ini. mana saudara2 pilih urusan negara yang gak selesai2 atau planet kita ini musna?
pemanasan global kian menjadi2. HUTAN semakin banyak yang di tebang. LAUT semakin tercemar.SAMPAH bertebaran di mana2. KUTUB ES[ANTARTIKA]semakin keritis. SUHU UDARAsemakin meningkat. jadi apa gunanya kita ributin hal2 yang gak jelas. dan bukan urusan kita.
kalau kita sakit. siapa yang rasakan?kan kita juga. bukannya orang lain. jadi kalau kita ingin mulai menyelamatkan alam kita ini. mulailah dari menanam pohon di sekitar kita dan membersikan sampah2 yang bertebaran di sekitar kita. GAMPANG KAN!
@Richardo
sebenarnya dua2 ama2 penting, selisihnya 0,01% tapi ga' tau yg mana yg lbh penting, krn dua2nya sama2 sangat penting.!
tp menurut saya kita bisa lbh berperan dibidang lingkungan hidup.! contohnya masyarakat biasa yg biasa dapat upakarti, padahal mereka kebanyakan dari masyarakat biasa yg peduli akan lingkungannya.!
Nah yg berperan besar kepada jalannya pemerintahan, ialah aparat negara. entah kemajuan desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, dan negaranya.. adalah aparat/pejabat daerah yg menentukan, masyarakat tinggal mendukung (dalam hal positif).
Namun aparat jugalah yg menentukan besar tidaknya korup suatu daerah.! kalau orang biasa jarang bisa/melakukan korupsi.!
@Richardo
apa ga ad yg protes klo kita mbahas ttg lingkungan hidup, ntar ad yg bilang ga' nyambung, walaupun sangat penting)
kalau saya sih ga masalah, yg penting hal tersebut sangat penting bgi hajat hidup orang banyak..! (capé jg ngetik d keypad hp, soalnya lg santai d t4 teman n ga bisa nyisipin smile icon)
oia, kalau2 nanti kapan Mas Richardo masuk forum ttg lingkungan hidup, kasih kabar ya.! silahkan email ke marsuni@yahoo.co.id atw primavision.paser@gmail.com
saya sangat tertarik dengan masalah lingkungan.! kaya'nya mungkin kita bisa lbh berperan disitu.
tapi kita juga harus selalu staytune d MK kita yg tercinta ini..! apa lagi sekarang MK makin ramai saja.!
ok's PEACE..
@Richardo
jgn lupa, kalau masuk forum (kaskus) kasih kabarya treadnya via email..!
ok's..!
@marsuni.
beres bung! nanti kalau saya masuk forum tentang lingkungan hidup saya kabari.
kalau menurut saya nyambung deh!
antara lingkungan hidup dan korupsi. CONTOH: kalau seorang pengusaha ingin merambah hutan. pasti dia akan minta surat izin. untuk mermabah hutan.itu baru resminya saja. belum lagi yang ilegal loging. pastilah mereka akan nyuap para aparat.
agar supaya usahanya lancar. CONTOH. kasus al amin. tentang peralihan hutan lindung di pulau bintan.
jadi inti dari pokok pembahasan.
kita bersama. ada hubungannya antara korupsi dan lingkungan hidup.
Masalahnya skrg adalah masyarakat sudah terbiasa dg sistem korupsi beginian. Contoh kecil pembuatan KTP, apakah kita semuanya tahu prosedur sebenarnya dalam aplikasi pembuatan KTP itu? Kebanyakan orang dari kitapun taunya mau beres doank.. itulah yang ikut mendukung meningkatnya kegiatan korupsi itu dan pada akhirnya menjadi momok bagi kita sendiri, ibaratnya kalau penyakit, kitanya maunya makan enak dan berlemak mulu pas kena sakitnya, kita juga akhirnya ikut sengsara kena penyakitnya
Ga usah jauh2, saya pernah melihat salah satu recruitment pekerjaan jasa di suatu perusahaan besar dimana didalam job descriptionnya itu adalah harus dapat melakukan aplikasi salah satu dokumen yang diterbitkan oleh badan pemerintah dalam waktu satu minggu. Padahal kalau dipikir2, mana mungkin kalau mengikuti prosedur yang normal krn akan memakan waktu lebih dari 3 minggu.. kecuali disogok..
Negara ini memang PRnya buanyak banget.. kita jadi pemimpin pun pasti pusing mikirin caranya, belum lagi dihambat sana sini, bisa jadi satu lawan seribu loh.. berani?