Online
Saat ini ada 59 pengunjung tamu dan 1 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Media Masa/Media Elektronik - Kritik & Saran
Mempertanyakan Moral Riri Riza
Jumat, 16 Mei 2008
Bantuan Artikel
Tapi untunglah Menporanya bukan si RIRI RIZA ga jadi Menpora...!
Marsuni
Tanah Grogot
Kaltim
Marsuni
Tanah Grogot
Kaltim
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 25 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
Saya setuju akan goyangan atau penampilan Dewi Persik yang sangat dasyat itu.
Kalau mempertanyakan moral sih saya rasa gak benar juga tuh. Karena masing2 org mempunyai pandangan dan ukuran tersendiri akan hal tertentu.
Mungkin aja menurut kita hal itu sangat teramat seksi dan mengundang sehingga kita menilai bahwa moral org yg menganggap hal itu biasa2 aja adalah bejat.
Jadi kembali kepada diri masing2 saja...kalo menurut Anda bejat blm tentu menurut org laen bejat dan sebaliknya
Koment saya untuk RIRI RIZA juga ada di Artikel Acara sinetron yang meresahkan (koment tambahan)
untuk bung halim, saya cuma bisa berkata dalam hati "memang susah untuk menghilangkan pornografi dan fornoAksi karena barusan ada yang mendukung malah"
dan saya juga ga' heran kalau orang seperti bung halim mendukung, lha yang seperti RIRI RIZA ada bisa bego'
apalagi yang awam
cucian sekali negeri ini,
Ga' korupnya,
Ga' yang muka-muka pornonya,
ya kalau mau bebas ya dihutan sana, mau telanjang sekeluarga juga saya ga' urus
inikan ditonton oleh semua usia, n mana mungkin melarang anak secara continue untuk tidak nenonton acara tv.
yang bodoh itukan yang menyajikan acaranya, karena dimatanya cuma ada uang dan nafsu birahi saja.
Kita semua ingin uang, dan kita juga punya nafsu. tapi kita sebagai warga negara yang beradab dan memegang adat ketimuran, harus bisa menempatkan sesuatu dengan bijak..!
Pemerintah dan aparat (yang berwenang dengan hal diatas) juga sepertinya ga' bisa berbuat banyak dengan tegas, semuanya hanya seperti banci saja...!
buat bung halim semoga semakin puas dengan goyangan Dewi Persik yang murahan..
Saya hanya bisa berkata "Kasihan sekali mereka"
seleranya ko murahan amat....!
kl mnurut saya org seperti riri ini kudu ada...ibarat mencari siapa bener siapa salah..kl gak ada perbandingan mana kita tahu yg mana yg bener2 bener...
kl semua org dilarang terus,lama2 dipendam di dalam terus suatu saat akan jadi bom waktu yg sangat dahsyat..kl ada yg pro atau anti yg wajar saja dan sah2 saja...
kl mnurut saya,sebenarnya saya lbh setuju dgn riri dibandingkan dgn menpora dlm acara di sctv tsb,biar bgmnpun si riri ini lbh konsisten dan tetep pada pendiriannya,terlepas itu mau dianggap bener atau salah..
dan satu lg masalah pornografi dll,yg kita takutkan anak2 kecil generasi penerus kita,dan lagi2 jg sdh dikatakan apakah anak2 itu gak ada orangtua atau pembimbing, dan kl dijawab orangtuanya kurang dlm hal pendidikan,maka kapan akan dimulai pendidikan ini kl tidak dimulai dr sekarang...
setiap perubahan pasti membutuhkan suatu pengorbanan...
..peace..
Nah, kan sudah saya bilank... menurut masing2 org itu berbeda...
Justru yg tertutup itu yg membuat saya makin penasaran dan makin ingin tahu
pengen liat dibaliknya apa
Dah ah capek berdebat hal ini, gak akan ada buntutnya...
Menurut Anda bener, menurut saya biasa atau belum tentu bener. Menurut saya bener blm tentu Anda menganggap bener. Menurut saya vulgar, blm tentu Anda anggap Vulgar... iya kan?? Kembali ke diri masing2 saja deh.
Mungkin itu adalah sebuah cobaan juga buat kita
@Halim
Dewi persik gak bener2 tertutup kok.. Buktinya 2x Kembennya melorot... Herannya gak kapok2 ya... Atau rada Exibi ya...
To All...
Kalo gak suka ya gak usah ditonton... Kalo gak laku ya gak akan diproduksi lagi... Maraknya tayangan yang miring2 kan juga karena konsumennya buaaanyakkkk
kalo mo ngomongin kebebasan ga abis-abis...
"dan satu lg masalah pornografi dll,yg kita takutkan anak2 kecil generasi penerus kita,dan lagi2 jg sdh dikatakan apakah anak2 itu gak ada orangtua atau pembimbing, dan kl dijawab orangtuanya kurang dlm hal pendidikan,maka kapan akan dimulai pendidikan ini kl tidak dimulai dr sekarang..."
komen seperti ini berarti membenarkan...
penipuan-penipuan lewat sms atau sejenisnya...
karena bukan menyalahkan penipu...
tapi menyalahkan korban...
kenapa bisa kurang pendidikan...
sehingga bisa kena tipu...
padahal yang dipermasalahkan...
dimana sih moral para penipu itu...
cuman orang munafik aja yang mengatakan, itu sexy, itu hot.
@G_GONE...
Mau gak mau orang tua mesti turun tangan aktif perhatiin anak... Bukan mempertanyakan or mempersalahkan... Tapi sumber pornografi bisa dari mana saja. Parental Control sangat utama... Tidak hanya TV, VCD/DVD, Majalah, tapi juga dari Internet dan Handphone...
Banyak banget beredar hal-hal negatif. Terlalu gampang meminta kepada pemerintah untuk blokir ini or blokir itu. Tapi Maling tetep lebih penting dari polisinya...
Ask NOT what your country can do for you, BUT ask what you can do to your country... (Abraham Lincoln. Kalo salah tulis nama maap ya...)
Gak perlu Pemerintah yang mencekal, kalo masyarakatnya memboikot pertunjukan dengan cara tidak menontonnya...
Moral???ha...ha...ha jangan pada munafiklah,kalau ada anggauta DPR main film biru sampai masyarakat semua tahu,apa itu moral?...anggauta DPR pada berkelahi waktu sidang..itu yang musti dipikirin soal moral tergantung kitanya masing masing...sekali lagi nggak usah munafik
siapa bilang anggota DPR harus jadi kiblat...
mang dia nabi...
P.N Jonathan, Anda salah kamar..! Saya ga' ngebahas Anggota DPR, saya dari dulu ga' terlalu mengganggap DPR itu ada..! Lebih banyak buruknya dari pada baiknya
malah beberapa hari yang lalu saya mau kirim surat kesini untuk koment anggota DPR (dari fraksi yang sedang terbelah)
Tapi saya malas ngebahas, n ga' ada baik-baiknya kalo ngebahas Anggota DPR.
Menurut P.N Jonathan semua masyarakat itu tahu apa itu moral...????
P.N Jonathan mungkin berpikir terlalu dangkal, karena masyarakat sekarang tidak peduli apa itu moral, ga' DPRnya Ga Rakyat kebanyakannyalah, dll..
Saya ga mikirin tingkah laku anggota DPR, tunggulah kapan mereka sadar.. karena mereka itu lembaga tinggi yang seharusnya mikir dan punya rasa malu.
dan saya juga bukan munafik,,..!
saya cuma kasihan dengan pendapat P.N Jonathan
yang terlalu dangkal, yang mana bila ada orang yang berpendapat demi suatu kebaikan, tapi di anggap MUNAFIK..!
mengingat P.N Jonathan mungkin orang yang dituakan di MK ini.
Munafik ??????....
Memang ada P.N Jonathan..! tapi jangan gampang menganggap orang MUNAFIK, bisa bisa orang yang mengatakan seseorang munafik, sebenarnya dia lebih munafik lagi..
arti tawa tersebut adalah
Karena pikiran dangkal,
Kasihan,
entah apa lagi...!
G_gone, betul..
siapa yang bilang kalau DPR itu harus jadi kiblat,..!
sepertinya ga' ada..! malah dari dulu sampai sekarang dimedia itu saya ga' pernah sekalipun mendengar kebaikan-kabaikan anggota DPR..!
Mengembalikan uang suap atau apa jika sudah terendus kasusnya oleh media, kpk, dll
ga usah bawa bawa anggota DPR
anggota DPR ga pantas di elu-elukan atau menjadi kiblat??? apa lagi (jauh bangettt)
Anggota DPR ??
CapE' dE
@Marsuni:
anda ngak mau ngmg soal DPR,dan ngak menggangap DPR itu ada, tapi sebenarnya itu ada loh.. n itu jelas ada faktanya.
sekarang ente pasti tau kan kasusnya anggota DPR yg terakhir ketahuan video mesumnya, itu kan wakil rakyat yang artinya "wakil"
sama juga dengan mewakili rakyat, sekarng rakyat itu siapa ?
yah kita kita ini.. ( ini analogi buat di atas kertas ).
marsuni | | Minggu, 18 Mei 2008
P.N Jonathan, Anda salah kamar..!
psstt .. opa .. di kamar yg salah itu ada cewek seksi nya gak ??
pornografi ? definisi porno sendiri tipis sich, liat film cewek pk BH n CD aja jd porno, lah di kolam renang juga tiap hari banyak, di kampung juga mak2 pd cuma pake BH ma kemben doang, jd yg di film gak boleh, tp yg live show (kolam renang n kampung2) boleh??
tp terlepas dr itu sich drpd di bikin polemik mending di hayati masing2. Apabila anda termasuk yg anti pornografi, ya larang diri anda dan semua keluarga anda untuk menkonsumsinya, bener pendapat bbrp org, gak usah di tonton, ntar juga ilang sendiri sinetron or film2 kacangan kayak gitu. Kita musti tau batasan nya, batas nya dimana, ya kita yg menentukan bukan orang lain.
saya sendiri ?? ah saya masih suka kok ngintipin cewek2 sexy di kolam renang
tommie draven
lo tlanjang di kamar..
and
lo tlanjang di kantor...
apa sama...????
petanyaan diatas harusnya anda tanyakan sama diri sendiri dan orang lain ... kan dah jelas kl saya cuma sebagai penonton, bukan objeknya
menurut gw kalo ngomongin soal pornografi sama orang munafik ngak akan ada abisnya, mending urus diri masing2 aja.
lagian, selama masih ada pasar, pornografi masih tetep exist.
saya sebagai cowok juga ngak memperdulikan pornografi, selama ada objek pornografi,
boleh lah kita melihat, asalkan kita jangan meminta sesuatu untuk menjadi pornografi da cukup.
seblum mengkritik RIRI RIZAL ada baik anya anda membaca artikel dan mendengar omongannya secara jelas apa yg dia perjuangkan dan debatkan soal pensesoran diindonesia
dan aku bilang cukup beralasan.. alasan menutup LPF juga bukan karena ingin bebas bgt tapi lembaga ini tidak indenpendent dan tidak tegas ..!! contoh nyata film buruan cium gw.. yg udah dinyatakan lulus sendor akhirnya tetap di block cmn omongan semorang ulama
apakah lembaga itu bgt takut dengan omongan ulama itu yang akhirnya tuh ulama menjilat ludah sendiri...
aku rasa indonesia juga terlalu tertutup.. dan benar apa yg dikatakan om halim semakin ditutup semakin penasaran .. semakin dikekang akan semakin mau...
jadi.. dari pada semua orang penasaran lbh baik diberitahu diajari dan diarahin toh... lagipula buat apa ada lebel 17+ ...kenyataannya film yg 17+ juga masih dikonsumsi anak2.. sapa yg disalahan orang yg menayangkan fil, pembuat film, ato orang tua yg tidak menjaga anak ??
aku lbh senang menyalahkan orang tua karena memang bnr orang tua indonesia 100 amat buruk.. !!! liat aja acara dangdutan orang erotis orang tua membawa anaknya ikut nnt.. atau orang tua malah membiarkan anaknya menonton... lbh parah lagi seua kesalahan anak mereka mencari kambing hitam..
Setuju banget sama Pak Jon, Pak Ius dan Pak Tommy!
Semakin ditutup ya semakin bikin penasaran. Ini bukan berarti saya buka2an ya.. he he he..
Tadi saya ada comment, tp salah kamar he he..
Riri Riza itu yg mana sih.. maklum hampir gak pernah nonton
@Pak Marsuni kalau anda menganggap anggauta DPR tidak ada...itulah yang namanya munafik...udah jelas ada tapi dibilang tidak ada...lbh baik pikiran dangkal daripada munafik
@Nani :
riri riza itu sutradara muda yang pake kacamata (kalo ngak salah)
ada 1 bukti "asal" bahwa yang namanya pornografi itu adalah "besar"
boleh search di google atau dimanapun kalo ada, perputaran uang di bisnis pornografi / hiburan malam, itu sangat sangat teramat besar.
dari perputaran uang aja uda keliatan bahwa banyak penikmat pornografi,
tapi banyak yang munafik aja, ngak mau ngaku.
dimana ada gula disitu ada semut
panaasss panassss semuanya..biar tak guyur smuanya byuuuurrrrrr!!!
udahlah ga baik juga nuduh-nuduh orang munafik. siapa tahu orang yang tidak setuju dengan Riri riza memang orang yang benar2 prihatin dengan tayangan murahan di TV. hargailah...
ingat kebebasan itu bagaikan dua mata pedang. di satu sisi memberikan dampak positif, di satu sisi lagi bisa memberikan dampak negatif. yang moderat sajalah. terlalu dikekang nanti kayak di ARab, manusianya gahar2. kalo terlalu bebas juga bisa-bisa tidak terarah.
percaya ga, negara sebebas paman sam aja ternyata masih banyak tuh orang2 yang prihatin dengan tayangan TV disana(saya pernah lihat di Oprah). apalagi sama yang namanya MTV, ada lho dan ternyata banyak orang tua/ibu2 disana saking takutnya sama influence buruk dari tayangan MTV sampe anaknya ga boleh nonton MTV. apa kita sebut para orang tua tsb munafik?? padahal jelas2 pergaulan disana sangat bebas...
so, menurut saya wajar kalo di indonesia sangat bereaksi dengan orang2 pembela pornografi. dan ungkapan munafik menurut saya tidak berkolerasi. itu hanya justifikasi anda-anda yang mendukung pornografi.
kalo masalah film indonesia yang rada2 setengah porno atau porno beneran,saya sih ga setuju sama film-film menjurus kayak gitu, contohnya waktu saya nonton quicki express, yang nonton banyak anak2 SMP. hati rasanya gimanaaa gitu, akhirnya ya saya ga terusin tuh nontonnya. ganjil aja dalam hati berfikir, ya ampun gue serasa nonton bareng ponakan2 gue yang masih pada bocil, jangan sampe deh.
Taulah jeleknya film indonesia tuh, maksudnya sih membawa misi tapi terkadang misinya tu ga nyampe, adegan pornonya aja yang paling digarap.
SETUJUUUU dengan Eva !
Ga salah kalo film2 yg menjurus ke pornografi laku abis di Indonesia, karena keliatan banget kaum inteleknya saja doyan banget gimana yg awam !
Bagi yang penasaran dengan yang ditutup-tutupin, harusnya anda tidak penasaran dengan isinya tapi harusnya penasaran dengan kondisi keiman anda yang meragukan, soalnya yang ditutupin itu bukan kemauan mereka pribadi tapi tuntutan Tuhan nya.
Jadi hargailah hal tersebut
Salut buat Bpk. Menpora ! saya bangga punya Menpora yg punya pemikiran cerdas dan maju seperti pa Menteri ! Maju terus pantang Mundur ! hehe
@P.N Jonathan
Lebih baik ga' dua-duanya lah..
Tumben ngaku kakau berpikiran dangkal, makanya jangan kebanyakan koment, kan pikirannya dangkallllllll
Susah ya kalo orang selalu berpikiran sempit, jangan mengharamkan porno aksi kalo setiap malam juga melakukannya sama istri sendiri, kadang istri juga lebih dari satu, kecuali anda rela meninggalkan nikmat duniawi tersebut, jadilah anda biksu atau pastor yang betul2 menyerahkan dirinya secara total kepada Tuhannya...bapak menpora kalo di kasih sama dewi persik juga langsung joss