Online
Saat ini ada 215 pengunjung tamu dan 4 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 1753

Media Masa/Media Elektronik - Kritik & Saran

Sinetron Kita

Jumat, 09 Mei 2008

Bantuan Artikel
Saya seorang remaja,sering nonton sinetron2 remaja tapi yang saya lihat dari waktu ke waktu, sinetron semakin tidak mendidik, kebanyakan budaya2nya budaya barat. Gimana tuh...?? kita kan budaya timur...! Mending buat sinetron yang religius, apalagi klo pemain artis2 trkenal...
Tidak usah ambil artis yg hanya memamerkan bentuk tubuh,tapi yang penting akting...yang mendidik untuk para remaja khususnya.

Khadijah
Jln.A.Yani, Gn.sari
Bontang


Artikel lain dalam kategori Media Masa/Media Elektronik :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 5 komentar


  1. marsuni | Pesan | Jumat, 09 Mei 2008

    Saya bingung mo komen apa,.. soalnya saya juga gerah dengan sinetron-sinetron saat ini...! apalagi sinetron di indosiar n beberapa TV Nasional lain. apalagi beberapa waktu yang lalu sinetron Indosiar dengan tema mistik (ular jadi-jadian) tapi didalamnya juga membawa-bawa agama (ustad)..

    pantas saja di sana (tanah jawa) sering terjadi bencana alam, karena dengan jumlah muslim terbanyak, namun juga terbanyak dengan hal-hal mistis...!

  2. Thomas | Pesan | Senin, 12 Mei 2008

    ciri-ciri sinetron Indonesia diantaranya adalah:

    1.perebutan harta kekayaan (warisan bow icon_smile )

    2.si cowok kaya jatuh cinta dengan si cewek miskin

    3. tokoh utama kehilangan ingatan atau amnesia icon_eek

    4.tokoh yang baik diculik ama tokoh jahat icon_razz

    5.tokoh jahatnya kalo cewek ber-make up tebal dan menyeramkan icon_lol

    6.bangun tidur sudah pake pake baju bagus lengkap dengan rambut rapi dan make up tebal icon_lol

    7.mempunyai judul sama dengan judul sebuah lagu yang lagi terkenal icon_rolleyes

    8.dibuat sangat hitam putih, yang baik jadi baik banget kaya malaikat sedangkan yang jahat menyaingi setan icon_cool

    9. berurai air mata, bergalon-galon air mata icon_razz

    kalo teman-teman melihat sinetron dengan tema yang lain dari yang saya sebutkan diatas. silakan masukan komentar

  3. squalleonhart | Pesan | Senin, 12 Mei 2008

    sinetron religius? sama ajah pak... sudah banyak yg melenceng sinetron2 religius juga, setan lah, pocong, atau genderuwo dll..

    tapi buktinya? kebanyakan orang indonesia malah senang melihat film2 seperti itu.

    setuju she, anak2 skg lebih suka bergaya2 budaya barat...coba tanya budaya sendiri? pasti kemungkinan kecil yg mengerti hahaha...

    kesimpulan? selamat datang penjajahan era ke-2, indo terlihat seperti terjajah lagi.... icon_rolleyes icon_evil

  4. suryo | Pesan | Senin, 19 Mei 2008

    emmang brengsek pembuat sinetron2 yg nggak bermutu itu bos...saya juga muak dengan sinetron2 busuk yang merusak moral bangsa ini bos...

    bayangkan saja...anak kecil yang harusnya masih lucu2nya..manis..eh...disenetron udah di cekoki dengan rasa iri dan dengki...GIMANA INI...!!!

    so...tolong buat saudara-2 yg deket sama pembuat sinetron2 yg nggak bener itu...bilang.."pak..anda suka masuk neraka ya" icon_evil

  5. roky | Pesan | Senin, 26 Mei 2008

    intinya menurut saya indonesia gak ada orang insan yang kreatif dalam membuat film.. semuanya seakan kejar setoran.. ada sinetrn bagus langsug deh satu minggu ditayangi dan ceritanya ditambah.. dibikin nambah runyem...

    @Thomas Juniardi Akbar icon_lol icon_lol icon_lol

    kocak tulisan anda kurang satu lagi... biasanya tokoh sinetron ada yang lupa ingetan..

    intinya sinetron indo bnr2 tida kreatif.. semuanya amat sangat meniru sinetron luar dan lainnya.. dan anehnya kalo sekarang lagi trend sinetron religu.. semuanya akan balik ke religi.. yg hebatnya lagi kalo satu sinetron pake ibu peri semuanya ibu peri pasi icon_lol icon_lol

    jarang ada sinetron yg bermutu.. aku suka sinetron jomblo tpai mungkin konsumsinya buat remaja dewasa

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru