Online
Saat ini ada 198 pengunjung tamu dan 3 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Media Komunikasi - Berita Konsumen
Fren... is not FRIENDLY
Senin, 14 April 2008
Bantuan Artikel
Kesalutan saya hanya bertahan sampai hari sabtu 12 april 2008, pada pagi hari saya menerima sms dari 2525 yang mengatakan bahwa saya mematikan ring-go yang saya pakai. Setelah membaca sms itu lagi dengan teliti (buang waktu nggak sih??? Baca sms nge-jengkelin 2x), ternyata isiya tetap sama bahwa saya telah me-nonaktifkan ring-go. Saya menelpon 888 (coustomer service) dari ponsel, diterima oleh LINA. Saya menanyakan kenapa saya dikirimi sms yang isinya menghentikan ring-go, terus dijawab oleh lina, di pihak ring-go mobile 8 ada trouble yang menyebabkan semua ring-go dimatikan. Terus saya bertanya kapan ring-go saya bisa aktif lagi. Lina menjawab keluhan saya akan dilaporkan, dan KEMUNGKINAN ring-go saya akan kembali aktif setelah 3 hari kerja. Saya meminta ring-go saya aktif kembali hari itu juga, dan dijawab TIDAK BISA.
Hal ini menjadi pemikiran saya, bahwa MOBILE 8 merugikan konsumennya. Mengapa?
Untuk berlangganan ring-go selama 1 bulan penuh (30 hari) kita harus membayar 9 rb rupiah. Kurang dari 1 bulan kita mendapat sms yang isinya menanyakan kita akan lanjut melakukan layanan ring-go atau tidak? Pas 1 bulan jika pulsa kita tidak cukup untuk membayar layanan, maka secara otomatis layanan dimatikan. (menurut saya cukup fair. Gak ada duit, gak ada layanan)
Jika ada kerusakan layanan maka pelanggan dirugikan, disuruh menunggu sampai kerusakan menjadi betul kembali TANPA ADA PENGHENTIAN BILLING atau PENGGANTIAN MASA LAYANAN maksudnya jika layanan kita dimatikan selama 4 hari kita mendapat tambahan 4 hari dibulan berikutnya. (ini yang nggak fair).
Masalah yang terjadi di sini sekali lagi bukan masalah hanya uang seberapanya tapi hitungan bisnis dan etika bisnisnya. Jika dihitung rupiah untuk kita sendiri sih nggak seberapa.
Coba kita hitung:
9.000 : 30 = 300. (kita membayar 300 rp dalam sehari)
Layanan dimatikan dari hari sabtu dan menunggu 3 hari kerja baru MUNGKIN akan aktif, berarti dari hari sabtu sampai senin saja saya sudah rugi 900 rp. Sekarang uang 900 rp buat beli kacang telor sebungkus kecil di bis kota aja kurang 100 rp... Nggak ada artinya kan.
Kalo kita liat dari segi bisnisnya berapa juta orang yang ringgo-nya mati dan berapa yang melapor dan di janjikan 3 hari kerja?, bagaimana dengan yang tidak melapor? Apakah layanan mereka juga akan diaktifkan kembali? Kalo tidak diaktifkan berapa keuntungan buta yang di dapat ring-go mobile 8 dengan matinya layanan karena kerusakan sistem pihak mobile 8?
Mungkin kita harus mulai kritis dengan segala yang terjadi di sekeliling.
Lia Widjaja
Apartemen Permata Senayan #1006
Palmerah Selatan 20-21
Jakarta 10270
Untuk berlangganan ring-go selama 1 bulan penuh (30 hari) kita harus membayar 9 rb rupiah. Kurang dari 1 bulan kita mendapat sms yang isinya menanyakan kita akan lanjut melakukan layanan ring-go atau tidak? Pas 1 bulan jika pulsa kita tidak cukup untuk membayar layanan, maka secara otomatis layanan dimatikan. (menurut saya cukup fair. Gak ada duit, gak ada layanan)
Jika ada kerusakan layanan maka pelanggan dirugikan, disuruh menunggu sampai kerusakan menjadi betul kembali TANPA ADA PENGHENTIAN BILLING atau PENGGANTIAN MASA LAYANAN maksudnya jika layanan kita dimatikan selama 4 hari kita mendapat tambahan 4 hari dibulan berikutnya. (ini yang nggak fair).
Masalah yang terjadi di sini sekali lagi bukan masalah hanya uang seberapanya tapi hitungan bisnis dan etika bisnisnya. Jika dihitung rupiah untuk kita sendiri sih nggak seberapa.
Coba kita hitung:
9.000 : 30 = 300. (kita membayar 300 rp dalam sehari)
Layanan dimatikan dari hari sabtu dan menunggu 3 hari kerja baru MUNGKIN akan aktif, berarti dari hari sabtu sampai senin saja saya sudah rugi 900 rp. Sekarang uang 900 rp buat beli kacang telor sebungkus kecil di bis kota aja kurang 100 rp... Nggak ada artinya kan.
Kalo kita liat dari segi bisnisnya berapa juta orang yang ringgo-nya mati dan berapa yang melapor dan di janjikan 3 hari kerja?, bagaimana dengan yang tidak melapor? Apakah layanan mereka juga akan diaktifkan kembali? Kalo tidak diaktifkan berapa keuntungan buta yang di dapat ring-go mobile 8 dengan matinya layanan karena kerusakan sistem pihak mobile 8?
Mungkin kita harus mulai kritis dengan segala yang terjadi di sekeliling.
Lia Widjaja
Apartemen Permata Senayan #1006
Palmerah Selatan 20-21
Jakarta 10270
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 2 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
pengalaman saya juga sama...
kalau ini kebalikanya. Tanpa saya minta mereka mengaktifkan Ringgo. Berhubung kartu saya adalah jenis pasca bayar dan jarang sekali saya pakai berhubung tarif pulsanya tidak frendly saya tidak tahu kalau diaktifkan. Saya complain juga tidak bawa hasil.
Pengalaman saya sama dengan Tuan Winata. Cuma bukan pada operator Fren. Tapi pada operator Esia. Berkali-kali mereka kirim sms bhw saya diberikan RBT tertentu yang sebenarnya tidak saya butuhkan. Bahkan, sekali waktu saya coba chek lagunya seperti apa....ya ampun, jenis lagu yang norak yang jauh dari kesukaan saya. Berkali-kali saya telp operator utk menyatakan saya tdk bersedia menggunakan layanan RBT itu.Tapi tetap aja sms itu datang.Sampai akhirnya saya harus datang ke gerai Esia, dan kemudian "mengancam" bahwa saya akan tidak gunakan Esia lagi, dan memberitakannya di media.Sejak itu, barulah RBT (dan sms-sms nya) hilang dari peredaran. Tapi, sekitar 1 bulan yang lalu sms yang menawarkan RBT itu muncul lagi.Memang sih..baru 2x...tapi mdh2an tidak sampai terulang lagi kasus sebelumnya.