http://www.bluetooth.bizuniversal.com/

Online
Saat ini ada 97 pengunjung tamu dan 5 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 1269

Lain-Lain/Keamanan & Ketertiban - Himbauan

Organisasi Pemuda Pancasila, Unjuk Gigi Lagi

Senin, 14 April 2008

Bantuan Artikel
Organisasi Pemuda pancasila di kota Purwokerto unjuk gigi lagi, setelah tiarap sekian lama. Cara cara ORBA di awali lagi oleh Organisasi PP purwokerto. Menjual tiket door to door dengan sedikit memaksa. Saya kira sudah tidak jamannya lagi, apalagi purwokerto baru mau memulai proinventasi jangan dirusak dengan cara cara Pemuda Pancasila (PP) mau cari duit dengan gampangnya. Mendatangi pengusaha dengan tidak malunya menjual tiket dengan sedikit memaksa membawa surat tugas dari ketuanya eks napi narkoba. Cara tersebut melanggar HAM,yg membuat gerah orang lain.

kepada Pak BUPATI Marjoko,organisasi ini sudah merusak Fisi kita bersama sebagai warga Banyumas,harus ditindak lanjuti agar tdk di ikuti oleh organisasi yang lain yg tidak bertanggung jawab(bergaya preman).

Investor membutuhkan keamanan berusaha,ketetapan HUKUM,kesejukan dalam melakukan usaha.
Jadi saya himbau kepada organisasi seperti PP, berbuatlah, atau berusaha yg elegant. Jangan memalukan, dengan minta-minta dengan cara jual undangan. Buatlah profesioanal, bikin acara yg bagus orang akan berebut beli tiket. Jangan melanggar HAM (jual tiket yg intinya mengintimidasi(paksaan))jualnya malam hari lagi, dgn mendatangi toko toko. Malu dong bukan jamannya lagi.

Sebagai Warga Negara yang Baik harus berani menolak dengan tegas. Penduduk banyumas sudah memilih Bapak Marjoko dgn fisinya, jadi harus berani meniarapkan PP kembali apabila berbuat tidak benar. Merusak cita cita bersama, aman dan tentram dalam berusaha.

M. Sutanto
Jl. Kauman Lama 1/27
Yogyakarta


Artikel lain dalam kategori Lain-Lain/Keamanan & Ketertiban :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 5 komentar


  1. m.sutanto | Pesan | Sabtu, 19 April 2008

    icon_lol icon_lol icon_lol icon_razz icon_razz icon_evil icon_evil icon_redface icon_wink icon_cool icon_confused icon_biggrin icon_biggrin

  2. Nani | Pesan | Jumat, 02 Mei 2008

    masalahnya kalau kita tolak, trus digebukin, apes2nya masuk rumah sakit, lebih apes lagi kalo sampe sekarat, gak ada yg berani nolongin kita juga masalahnya... ..

  3. Halim | Pesan | Kamis, 15 Mei 2008

    Mau menunggu polisi pemburu preman dtg? dah keburu kita d hajar ama preman...

    Di Medan juga begitu... datang2... ada keluarga anggota meninggal.. minta lar sumbangan... d kasih duit salah (sudah susah cari duitnya) gak di kasih marah2 buat pelanggan takut.

    Cape d

  4. marco | Pesan | Kamis, 15 Mei 2008

    Kalo cuma jual Tiket masih mending pak, di Medan kalau pindah rumah harus ada "uang perkenalan" dengan organisasi pemuda setempat. Di lokasi tertentu kadang bisa mencapai 7 organisasi. icon_redface

    Mana nih janji bapak Kapolri kalo premanisme akan dibasmi icon_eek

  5. Halim | Pesan | Jumat, 16 Mei 2008

    Janji tinggal lha janji.

    No telp team pemburu preman byk yg sdh tulalit juga.

    Lucu juga, bbrp bulan yg lalu ada diberitakan kalau ada anggota organisasi kepemudaan yg merasa tdk senang karena d sentil ama org pemerintah.

    Mungkin gak semua organisasi kepemudaan itu berkelakuan spt Preman, bs di bilank hanya 0,1% dari 100% yg gak berkelakuan PREMAN icon_lol icon_lol icon_lol

    Kalau minta sumbangan yang ramah donk mintanya, kalau sudah di tolak jgn marah2, tapi coba bujuk... kalau ditolak lagi ya udah... silakan angkat kaki... icon_biggrin

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru