http://www.bluetooth.bizuniversal.com/

Online
Saat ini ada 66 pengunjung tamu dan 1 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 902

Dunia Konsumen - Opini

Nikmat dan Kiamat Konsumen Bahan Bakar

Senin, 07 April 2008

Bantuan Artikel
Hal ini bermula dari kemudahan kredit yang didapatkan beberapa kalangan konsumen. Pandangan pertama yang harus diwaspadai konsumen adalah kemudahan kredit kendaraan bermotor, kelas bawah, menengah dan atas mendapat kemudahan yang luar biasa, anda bisa melacak perkembangan jumlah kendaraan bermotor di beberapa daerah yang makin berkembang yang rata-rata mengalami kenaikan diatas 50%.

Pertumbuhan penggunaan kendaraan yang bersifat positif dibandingkan dengan pertumbuhan bahan bakar yang negatif, tentu akan menghasilkan sebuah ekuilibrium pada masa tertentu. Tapi karena pertumbuhan negatif dari bahan bakar sulit untuk dihentikan dipatikan kebutuhan transportasi masal di beberapa daerah berkembang sangat dibutuhkan. pulau jawa contohnya, transportasi masal baru diperhitungkan beberapa tahun belakangan, padahal kebutuhan tersebut sudah dapat diproyeksi sejak lama.
Saya yang berdomisili di Aceh, tepatnya di ibukota (Banda Aceh) menerangkan bahwa keadaan Aceh pasca tsunami 26 Des sangat mencengangkan. Pertumbuhan tingkat konsumsi naik diatas 50% terutama kendaraan yang mencapat 80%, kalau begini wajar saja kalau kemacetan jalan raya kini telah terjadi, udara? mulai tak segar,dll dan ketika BBM bermasalah antrian panjang pasti terjadi.

Tantangan

Mengapa jalan kaki dan penggunaan sepeda tidak digalakkan oleh beberapa daerah termasuk Banda Aceh? Sebagain menjawab adalah fasilitas yang dituju tidak terpusat dengan penyebaran yang sangat luas. Nah tugas pemerintah untuk membenahi segala komponen barang publik untuk para konsumen barang publik sepeti kita.

Kemudahan dalam konsumsi yang didapatkan konsumen saat ini, sesaat mulai menimbulkan sensasi yang luar biasa, waktu akan menjawab sifat konsumtif konsumen lama kelamaan akan menjadi bencana juga buat alam.

Konsumen yang baik tidak hanya mengeluh pada produsen, tapi juga ingat pada lingkungan. Peace....

Iwan Perala
Jl. Teladan No.2 Kp. Keuramat
Banda Aceh


Artikel lain dalam kategori Dunia Konsumen :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 7 komentar


  1. P.N Jonathan | Pesan | Senin, 07 April 2008

    Masalahnya harga sepeda yang kuat,bagus,dan mutunya hebat harganya lebih mahal dari sepeda motor.Lihat aja sepeda merk Kogamiyata atau Giant atau raleigh,sparta,itu harganya jauh diatas harga sepeda motor...jadi bisa dimengerti kalau konsumen cari sepeda motor.Ramah terhadap lingkungan?nggak usah lah yang muluk muluk,yang kecil saja dulu yaitu "Buang sampah"yang teratur

  2. Erlances | Pesan | Selasa, 08 April 2008

    Ada masanya nanti semua akan seperti dahulu lagi, dimana tenaga manual menjdi prioritas untuk menjalankan roda kehidupan. Kita sama-sama melihat apa yang sedang terjadi, kelangkaan di segala sektor yang menunjang aktivitas manusia di Indonesia tengah terjadi.

    Kinerja pemerintah yang tidak terarah dan sulit di pahami oleh masyarakat menjadikan seringnya terjadi Miss Understanding yang berujung kepada lambatnya program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah. Sehingga hal-hal yang harusnya dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat dan membantu masyarakat mengatasi persoalan hidup tingal hanya sebatas konsep.

    Dunia mengakui Sumber Energi alternatif banyak tersedia di Negri kita tercinta ini, tetapi karena adanya target-target tertentu dan oleh kalangan tertentu itu semua menjadi terbuang sia-sia serta tidak dapat tereksplorasi. Ketergantungan dengan pihak Luar negeri dan menajamnya diskriminasi sosial menjadi pelengkap semua yang terjadi di Indonesia ini.

    Saya setuju dengan opini Pak iwan, semuanya ini akan menjadi bom waktu buat kita. Ketika Pasokan minyak untuk menjalankan alat transportasi tersebut habis dan kita tidak punya Sumber alternatif maka siap-siaplah semua itu menjadi sumber konflik insiden-insiden yang sangat parah. icon_evil icon_redface icon_rolleyes

  3. Tommie Draven | Pesan | Selasa, 08 April 2008

    -- seringnya terjadi Miss Understanding yang berujung kepada -- sekedar meluruskan, "misunderstanding", kl "Miss Understanding" takutnya jd beda artinya apalagi "(ada) Miss (yg) Under (bisa) Standing" ... icon_lol icon_lol icon_lol maaf, silahkan dilanjutkan

  4. ius | Pesan | Selasa, 08 April 2008

    pengen sih naek sepeda..

    selain irit, hemat dan sehat tp masalahnya sarana dan prasarananyan gak menunjang...

    contoh : di mall aja ngak ada parkiran sepeda.. jalanan berdebu n berasep dr bus..

    selain itu, sepeda bebas tilang icon_razz icon_lol icon_lol icon_lol

  5. boed | Pesan | Rabu, 09 April 2008

    icon_biggrin hehehe udah lama niat pengen naek sepeda ke kantor yg paling nyampe kira-kira 15 menit kalo naek sepeda tp gak pernah kesampean abisnya panas banget sih Jakarta. icon_wink

  6. Tommie Draven | Pesan | Rabu, 09 April 2008

    Wah kl si gua mah cukup hanya dg kemana mana naik "macan" ... yaaa lumayan walau butut tp masih bisa dinaiki icon_biggrin

  7. Vincie | Pesan | Kamis, 10 April 2008

    Jalan kaki & naik sepeda memang ide yg baik,cuma masalahnya itu mana bisa dipraktekan di jakarta,kalau di negara maju mereka ada menyediakan trotoar yg ditumbuhi pohon2x & nyaman utk digunakan para pejalan kaki. Kalau di sini, pohon ditebangi buat busway.Trotoar dipake buat sepeda motor.Mau nyebrang,lampu masih merah,kendaraan udh pada jln.Belum lagi tingkah laku para hidung belang yg suka isengin para wanita icon_mad .Terus terang,saya lebih merasa aman naik mobil pribadi.

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru