Online
Saat ini ada 102 pengunjung tamu dan 3 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Lain-Lain/Sosial & Budaya - Himbauan
Mobil Mewah, Perilaku Murah
Rabu, 02 April 2008
Bantuan Artikel
Hari Kamis 27/3/08 saya melintas di Jl. Kartini Bekasi jam 13.30.S ebuah mobil mewah BMW 323i warna biru gelap no B 571 ## (dibawahnya masa berlaku STNK 12.12) mendahului saya. Tak lama kemudian di depan RS BHAKTI KARTINI keluarlah 2 lembar tissue bekas pakai dari jendela belakang sebelah kanan.
Ya ampun, saya terpana bukan kepalang. Ternyata masih ada juga orang yang kurang mengerti bagaimana sebaiknya berperilaku, sekalipun mereka menggunakan atribut yang berkelas. Apa susahnya menyimpan selembar dua lembar tissue kotor dalam mobilnya, nanti jika sudah sampai baru dibuang di tempat sampah.
Bayangkan jika tiap mobil di negeri ini membuang tissue 1 lembar saja, seperti apa ya jalan-jalan di kota kita? Pikirkan! Kalau untuk hal-hal yang sepele saja sulit untuk melakukan bagaimana untuk perkara yang lebih besar?
Memang negeri ini sudah terlampau rusak lingkungannya dan banyak orang tidak peduli dengan perilaku. Sebetulnya saya sering melihat orang buang sampah dari mobilnya (yang notabene mobil-mobil mahal) ke jalan raya dan jalan tol, beruntung mereka karena nomor mobilnya tidak sempat saya catat.
Lain kali saya akan mengingat dan mencatat hari, tanggal, jam, jenis dan nomor mobil yang terlihat melakukan hal-hal yang kurang terpuji di jalan raya.
Mari kita mulai dari hal yang kecil, untuk memelihara lingkungan kita, supaya kita bisa hidup nyaman dan bersih.
Salam,
Arie - Bekasi
Ya ampun, saya terpana bukan kepalang. Ternyata masih ada juga orang yang kurang mengerti bagaimana sebaiknya berperilaku, sekalipun mereka menggunakan atribut yang berkelas. Apa susahnya menyimpan selembar dua lembar tissue kotor dalam mobilnya, nanti jika sudah sampai baru dibuang di tempat sampah.
Bayangkan jika tiap mobil di negeri ini membuang tissue 1 lembar saja, seperti apa ya jalan-jalan di kota kita? Pikirkan! Kalau untuk hal-hal yang sepele saja sulit untuk melakukan bagaimana untuk perkara yang lebih besar?
Memang negeri ini sudah terlampau rusak lingkungannya dan banyak orang tidak peduli dengan perilaku. Sebetulnya saya sering melihat orang buang sampah dari mobilnya (yang notabene mobil-mobil mahal) ke jalan raya dan jalan tol, beruntung mereka karena nomor mobilnya tidak sempat saya catat.
Lain kali saya akan mengingat dan mencatat hari, tanggal, jam, jenis dan nomor mobil yang terlihat melakukan hal-hal yang kurang terpuji di jalan raya.
Mari kita mulai dari hal yang kecil, untuk memelihara lingkungan kita, supaya kita bisa hidup nyaman dan bersih.
Salam,
Arie - Bekasi
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 13 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru


Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
buk, ngak bakal bisa deh kalo cuman menggalakan ajakan ibu, pemprov aja yang membuat peraturan dilarang membuang sampah sembarangan ngak bisa bertindak, terus polisi aja ngak bisa menghukum..
apa lagi rakyat biasa yang bertindak, di ajak berantem mala iya
angkot2 itu lebih parah buh, buang tissue, rokok, kacang, bahkan buang "cendol" dr idungnya sendiri pun dijalan
Setidak tidaknya ada masyarakat yang memperhatikan lingkungan.....soal buang sampah sembarangan itu tergantung dari mentaliteit orang itu sendiri,walaupun mengendarai kendaraan mobil mewah tapi kalau mental orang tersebut tidak ramah lingkungan dan sdh biasa hidup tanpa aturan...yah susah mau diaturnya juga,karena mereka menganggap buang sampah sembarangan itu sebagai suatu hal yang biasa.....Nomor dua Pemprov juga tdk membantu,seharusnya keluarkan peraturan jangan buang sampah sembarangan ditambah konsekwensinya yaitu denda yang besar(bisa dicontoh negara tetangga Singapore)dan benar benar dilaksanakan jangan kalau ketahuan buang sampah sembarangan terus diberi uang pelicin boleh pergi......Pemprov juga musti membentuk dan menggaji Polisi Lingkungan,polisi yang kerjanya hanya menjaga lingkungan saja.Saya beri contoh..di Amsterdam kalau buang sampah sembarangan didenda 70 Euro atauRp 980.000,-Kencing sembarangan didenda Euro 40 atau Rp 560.000,tapi konsekwensinya,disediakan WC umum dimana mana yang bersih,juga dimana mana selalu anda tempat sampah yang cukup.Mari Gubernur atau Walikota buat peraturan dengan system denda dan terapkan bila ada yang melanggar+sediakan tempat sampah yang lebih banyak lagi dari yang sekarang
@Bung Jon
di sana buang sampah sembarangan di denda Rp 980.000 ??
info buat bung Jon, di indonesia, ada kok papan pelarangan buang sampah sembarang, di denda Rp 5.000.000 ( kalo ngak salah, tp lebih bsr dr di sana ) atau kurungan badan 3 Bulan.
tapi ???
siapa yang nindak ???
saya aja berani buang sampah di depan polisi, di depan satpol. kalo ada gubernur di deket saya juga saya berani buang sampah sembarangan, ( berani buang sampah bukan berarti saya selalu buang sampah sembarangan yah
)
kenapa berani ? abis hukumnya ngak tegas,
contoh, di indonesia ada perda di larang merokok di tempat umum...
tapiiiiiiiiiiiiiiiiiii ??
ngak pernah jalan, cuman anget anget tai ayam doank..
di tambah lagi sekarang pemerintah lg ngurusin UU ITE
dan pornografi yang memakan dana 30T.. hanya untuk pornografi ada dana sebesar 30T...
padahal masih banyak PR anggota DPR yang lebih "merakyat" yang harus di dahulukan spt kelaparan, kemiskinan, kebodohan..
tapi mereka lebih ngurusin pornografi di internet.. yang notabene pengguna internet itu hanyalah sedikit kalangan saja alias ngak mewabah seperti kelaparan dan kemiskinan..
internet itu yang menggunakan hanya lah orang dari kalangan tertentu..
tp UU untuk orang miskin ???
beras raskin aja blm turun2
contoh yang plg gampang nya aja, kasus lumpur lapindo, yang jelas2 lebih membutuhkan dana tsb, mala pemerintah bayarnya ngutang....
sori jd curhat sedikit, abis kesel sih
bener2 capek di indonesia... saya jadi stress.. mungkin saya harus off dulu dr media konsumen biar saya ngga tambah stress,,,
@semuanya: Udah deh, udah cukup menghujat negara sendiri.. Saya baru beberapa hari disini, tapi udah sering banget dengar hujatan yang tidak perlu.
Nggak ada negara yang sempurna, di negara kaya sekalipun, pasti juga ada kelemahannya. Indonesia juga bukannya negara impian, tapi bukan berarti kita bisa mencaci seenak perut kita aja.
Dalam hal ini yang salah adalah manusianya, bukan negaranya. Jadi kenapa mengkambinghitamkan sebuah negara besar gara-gara kesalahan beberapa orang yang kurang ilmunya.
@Ius : kalo soal Lapindo, sebenarnya bukan tanggung jawab pemerintah. Lapindo dibor dengan lalai, sehingga menyengsarakan rakyat sekitar. Kenapa pemerintah mau bayar? Karena alasan bencana alam, padahal semua orang tau itu murni kesalahan manusia. Masyarakat di Porong juga berdemo tuh nolak kalo pemerintah yang bayar.
Dan soal ini udah bikin Menkeu pusing karena harus mengorek APBN untuk menyantuni korban Lapindo (yang seharusnya jadi tanggung jawab PT Lapindo).
Kesal sih wajar, tapi daripada kekesalan itu digunakan untuk menghujat negara yang notabene tempat kita tinggal dan cari makan (silahkan renungkan apakah itu bijak), lebih baik kita mulai dari diri kita untuk memperbaikinya, dengan mulai membuang sampah pada tempatnya, contohnya
@Citra ( kan kita seumuran hehehe, beda sama Opa Jon
)
Lapindo itu pemiliknya konon si yang punya esia jg yah ?
emang paling menyengsarakan rakyat tuh.
makasih mbak citra uda buat saya tenang hehehehe
td kan cuma curhat, ga di bawa emosi kok hehehheheh
@Mbak Citra...setuju apa yang anda bilang,bukan nagaranya tapi manusianya...bener bener setuju,juga masalah mental manusia yang duduk dipemerintah yang rata rata tidak konsekwen dengan peraturan yang mereka buat.....Soal Lapindo ini juga aneh...kesalahan dari suatu perusahaan dianggap bencana alam,seharusnya kan pemerintah tegas dalam hal ini..tapi ya susah juga yang punya perusahaan duduk dalam kabinet sebagai menteri...apa bukan dagelan yang kayak gini...oke deh salam
@Mas Agoesjoeni...ah jangan gitu dong mas...jangan dibuat stress,kita nggak punya kuasa untuk lawan peraturan pemerintah,jadi jangan kita dirugikan oleh diri sendiri.....nanti ruginya dua kali buat diri sendiri...salam saya
Opa Jon : kok saya ngak di salamin
@Bung Ius...abis aku kira kau udah tidur...biasa kan anak dibawah umur musti pagian tidurnya
di anggep anak kecil
awas tar kalo ke jakarta
Peace Bung Jon
Joke at night
Soal buang sampah itu membuat saya jadi ingat
Waktu banjir bulan February 2007 lalu, saya yang sedang berjalan ditengah air yang setinggi paha saya, alias sedang mengungsi, tiba2 dari sebuah rumah mewah disebelah kanan saya, ada mbak2 yang keluar di lt. 2 membawa sekarung sampah, dengan cueknya melempar keluar tuh sampah!! melemparnya ke air yang saya lalui ini.. asli saya marah sekali.. tp pas saya bilangin tuh tindakan kamu itu salah satunya yg bikin Jakarta Banjir!.. Dia bilang "trus saya musti buang kemana".., sumpah saya kesal sekali, sudah kesal krn melewati banjir denga pikiran kalut krn barang2 saya di rumah sudah rusak
eh musti bareng2 sama sampah lagi jalannya..
Huaah..ehmmm... ngantuk... baca komen yang ada di Media konsumen... (kayak anggota DPR kalo lagi rapat...) he he he he