Online
Saat ini ada 94 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 1747

Kesehatan/Rumah Sakit - Tanggapan

Tanggapan RS Royal Taruma : MATRAS DECUBITUS, BUKAN SELIMUT

Minggu, 30 Maret 2008

Bantuan Artikel
Meluruskan keluhan Bapak Hendy Suhardjono, telah kami lakukan re-check, baik kepada petugas administrasi rawat inap, perawat, maupun penelusuran terhadap Hospital Information System kami.
Diketahui bahwa patient-discharge (penutupan sementara transaksi rawat inap, yang juga memberikan isyarat ke Bagian Administrasi Rawat Inap bahwa pasien boleh pulang, dan billing dapat diproses) yang dilakukan di Ruang Rawat Inap pada tanggal 15 Maret 2008 pukul 14.51 WIB, keluarga (terdiri dari 2 orang wanita) datang ke Bagian Administrasi Rawat Inap untuk mengetahui perincian pembayaran biaya yang harus dibayarkan pada pukul 15.17 WIB dan setelah melakukan pengecekan perincian yang diberikan satu per satu pada pukul 15.31 WIB dilakukan transaksi pembayaran.

Mengenai apa yang dikatakan oleh Bapak Hendy sebagai ”biaya-biaya ’aneh’ yang dimasukkan ke bill tersebut, seperti misalnya : biaya sewa selimut yang dikenakan per hari selama mertuanya dirawat di ruang kelas I”, ternyata yang beliau maksudkan adalah sewa kasur tambahan khusus yang disebut sebagai kasur decubitus/ decubitus matras (untuk menghindari luka lecet pada bagian-bagian tubuh yang tertekan karena berbaring dalam waktu yang lama), BUKAN SEWA SELIMUT seperti yang dipaparkan oleh yang bersangkutan (selimut untuk pasien merupakan paket yang tidak terpisahkan dari biaya kamar perawatan).

Matras tambahan tersebut digunakan oleh Ibu Mertua Bapak Hendy selama perawatan di IMC (Intermediate Care), bukan di kelas I, dari tanggal 28 Pebruari 2008 s/d 07 Maret 2008. Mengenai kasur decubitus ini juga telah dijelaskan kepada 2 orang wanita yang mengurus pembayaran biaya pasien sewaktu melakukan pembayaran di Bagian Administrasi Rawat Inap kami.

Bilamana ada hal-hal yang masih ingin ditanyakan, kami dengan tangan terbuka akan menerima kedatangan Bapak Hendy. Terima kasih bahwa sampai saat ini Ibu Mertua dari Bapak Hendy masih memercayakan pengobatan rawat jalan rutin di Rumah Sakit Royal Taruma.

Drg. Renatha T.E., MARS
Kepala Bagian Layanan Pelanggan
Rumah Sakit Royal Taruma


Artikel terkait :

Artikel lain dalam kategori Kesehatan/Rumah Sakit :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 11 komentar


  1. ius | Pesan | Sabtu, 29 Maret 2008

    kok selimut matras buat pasien ngak lecet disewakan juga sih Dok ? emang ranjang buat pasien tidur itu keras yah ? atau bisa menyebabkan lecet2 ?

    berarti orang yang ngak punya duit lebih gimana tuh ?

    btw, selamat ulang tahun buat royal taruma yang ke 1

    semoga makin maju dan terus proffesional

  2. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 30 Maret 2008

    Buatku tetep aja biaya seperti itu aneh,,,pasien kan memerlukan kasur itu karena dia memerlukan...bukan buat kemauannya sendiri.

    Hallo Doc...mana unsur sosial dan kemanusiaan dari RS?Semoga management RS Royal Taruma akan lebih memperhatikan unsur unsur seperti ini. icon_smile

  3. ius | Pesan | Minggu, 30 Maret 2008

    Bung PN Jon : ada kok unsur kemanusiaan dan sosialnya, berada di bawah unsur ekonomi alias profit

  4. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 30 Maret 2008

    hallo Doc..tahu nggak di UE banyak sekali doctor yang kerja sukarela untuk masyarakat diluar negara UE...untuk negara negara di Afrika...mereka kerja tanpa gajih sedikitpun,hanya diberi uang makan dan penginapan gratis...selain tidak dapat gajih mereka bekerja dilapangan yang berbahaya...ini hanya utk perbandingan saja bu doc.bahwa sosial dan kemanusiaan itu harus dinomor satukan pada siapapun juga...saya mengerti RS perlu biaya tapi setidak tidaknya imbangilah semuanya itu dengan unsur sosial dan kemanusiaan.

  5. ius | Pesan | Minggu, 30 Maret 2008

    @Bung Jon :

    ini indonesia bung, welcome to my country icon_lol icon_lol

    kalo disuru sukarela, bisa tutup semua rumah sakit hehehe

  6. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 30 Maret 2008

    @Bung Ius...bukan soal sukarelanya tapi soal mentaliteit manusianya...jiwa membagikan kasih untuk orang lain kok sepertinya lain antara negaramu dan negaraku....dng kata lain hargailah manusia itu seperti adanya ....dan kasih itu kan semua orang berhak menerima dan membagikannya. icon_confused

  7. agusjoeni | Pesan | Minggu, 30 Maret 2008

    Bung Ius dan Bung Jonathan ini kok kayak chatting yah? icon_lol icon_lol icon_lol

  8. ius | Pesan | Minggu, 30 Maret 2008

    kalo saya sih uda nerapin Bung Jon..

    kalo saya lagi ada rejeki, saya suka bagi2 juga kok..

    mending Om Jon buat penulis surat yg paling atas dr halaman ini icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin

    @Agoes : abis MK ngak ada layanan chatbox sih..

    ayo MK buat layanan ChatBox interaktif !!!!

    MK uda semakin besar nih

  9. wetson | Pesan | Senin, 12 Mei 2008

    royal taruma or royal trauma? uhm... let's say just royal hospital. icon_biggrin

    hello Drg. Renatha T.E., MARS

    Kepala Bagian Layanan Pelanggan

    Rumah Sakit Royal Taruma

    why your hospital really care with this case?

    good will?

    I don't know exactly about your hospital but I think it's really good for a new hospital to face a problem. so you can learn problem solve solution right?

    well doctor as the costumer relations officer do you know what is doctor-patient relation based on? surely you did knew. in several country let say US for certain. if a hospital doing wrong the patient can sue the hospital (doctor or medic team include hospital itself) if the patient can proved hospital negligance.

    well according to your case it seems you won

    but I heard that in here (indonesia) patient won't able to get their right. the act is in medic side (doctor, medc-team).

    okay hope this one years old hospital could contribute good face of health service to indonesian people. or is it like the name "royal" it's mean the expensive one.

    "good service money come, un-good service monkey come"

    Mr. Prudential

    you can reach me at wetsonsmith@yahoo.com

  10. kornelis | Pesan | Selasa, 13 Mei 2008

    sudah lama nih gak lihat2 media konsumen.

    kayaknya gak ada perkembangan baru ya hehehe icon_confused

    kenapa lagi ini jadi sedikit ada panas ya di kasus royal taruma tapi itu kan sudah lewat hampir sebulanan lebih ya? icon_biggrin

    aduh aduh masalahnya masih sama ya. sama bapak yang itu2 juga. mas-mas en tante2 memang kalian tidak ketemu langsung apa yah? kok jadi main tuding dan jawab2an lewat media gini. kayak gak ada iktikad baik aja deh... icon_lol

    mudah2an ini perkembangan yang terakhir dari kasus bapak hendy vs RS Royal taruma ya hahaha.

    bosan...... tau icon_mad

    eh gini aja daripada kalian bt2an lewat media mendingan kalian ketemu di coffe bean yang di royal trus pesan coffe blended ada rasa vanila, tiramisu, bahkan black forest juga enak gak mahal lagi.

    trus ya kalo gak bisa coffe based cobain tehnya enak juga. ada chai tea, mint, marocoan uhm...I like it a lot. trus cozy juga tempatnya. lho kok jadi iklan icon_lol

    yah kalo gak di royal masih banyak kan tempat hang out yang cool dan keren abiz di sekitar situ dari plaza semanggi, senayan, indonesia sampai hehe CL boss

    daripada ribut2 gak jelas di MK dan menuh2in hal2 yang itu2 saja kan bosan yang lihat. icon_mad

    usul boleh ya.... icon_wink

    sebenernya rumah sakit royal taruma sih dah lumayan bagus ya (ge er deh...) icon_lol tapi apa tipikal rumah sakit jaman sekarang ya dah gak pake baju putih buat para paramedik atau ya yang berkaitan dengan petugas kesehatannya gitu loch.

    eh waktu saya ke malaysia walaupun rumah sakitnya mahal tetap lho ada yang pakai baju putih2 selain dokternya lah. karena warna putih itu menandakan bersih hahaha icon_lol

    trus untuk bu dokter renata ni saya punya pertanyaan nih.... boleh dong... icon_wink

    badan hukum rumah sakit royal taruma ini apa ya? yayasan/ PT / apa gitu ???

    trus rumah sakit itu melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan gak ya? (mudah2an pertanyaan saya nyambung ya icon_biggrin )

    nah sudah ah saya rasa sudah cukup sekian dulu.

    dijawab ya....

    ya iyalah masa ya iya dong..ya benar lah masa ya benar dong... icon_lol

    pro justitia, pro bono, pro deo, pro apa lagi ya, ya kalo gak profesional ya provokator kalee hehehe

    salam

    Monsieur Kornelis

    l'etudiante de loi a la l'universite d'indonesia de post graduate program de droit l'economic

  11. Pucha | Pesan | Kamis, 31 Juli 2008

    Jaman sekarang mendingan gak sakit deh, rumah sakit dimana mana suka suruh cek ini cek itu. penyakit gak ada bisa jadi ada....

    Pusing........mendingan ke dukun aja kali yah icon_lol

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru