http://www.bluetooth.bizuniversal.com/

Online
Saat ini ada 46 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 876

Bisnis & Layanan Finansial/Bank & Kartu Kredit - Keluhan

Bagaimana Nasib Tabungan Kami di Niaga Global Akses?!

Rabu, 26 Maret 2008

Bantuan Artikel
Pembaca yang budiman,

Saya adalah salah satu customer bank Niaga cabang Buah batu Bandung, dan kebetulan memiliki fasilitas e-bankingnya niaga yang biasa disebut Niaga Global Akses. Fasilitas ini memudahkan memantau keadaan tabungan, tanpa harus datang ke kasir/ bank.
Transaksi NGA terakhir saya, awal Januari. Karena setelah itu, saya lupa password untuk loginnya, sehingga ketiga mencoba kali ketiga, otomatis fasilitas NGA terblokir. Pada bulan Februari, sore hari, ada laporan dari Niaga KPR ke rumah bahwa Niaga KPR tidak dapat mendebet uang tabungan soalnya saldo NOL! Waktu membaca surat itu, saya langsung telp 14041, dan menanyakan keadaan saldo saya. Di surat laporan KPR itu, saldo saya sudah terdenda, karena jatuh masa tempo pembayaran. Padahal saya sudah merasa tenang2 saja, soalnya saldo KPR saya cukup untuk beberapa bulan kedepan.

Dan ketika mendengar peryataan dari 14041 bahwa saldo saya NOL, saya langsung shock, bagemana tidak, kata operator 14041, dikatakan saya pernah melakukan pindah buku ke rekening luar kota atas nama sodara X pd tgl ##-##-##.

Saya shock dan kecewa semalaman. Uang jerih payah selama ini raib begitu saja. Operator tsbt menyuruh saya melakukan pengaduan ke cabang Bank Niaga terdekat esok harinya.

Esoknya, saya langsung ke Cabang Buah Batu, yang terdekat, dan menandatangani surat penyataan bahwa tidak pernah melakukan over booking ke rekening tsb. Kata customer servicenya, akan di proses 1-2 hari , pasti sudah ada hasilnya.

Karena belum puas, saya melaporkan kembali ke Bank Niaga pusat di Lembong, dan mereka menerima aduan saya dengan baik, dan katanya akan di proses dalam waktu 10 s/d 14 hari kerja sampai pengembalian uangnya. Saya sudah agak merasa lega.

Dua hari kemudian, pihak Bank Niaga menelpon saya dan memberitahukan, bahwa kasus saya termasuk rumit, dan perlu penanganan , penyelidikan dalam waktu yang lama. Dan saya tidak dapat dijanjikan bahwa Bank Niaga dapat mengembalikan uang saya 100%, juga diharapkan saya menunggu proses ini "selama waktu yang tidak ditentukan". Sedihnya saya, dan saya merasa tidak berdaya.

Namun, setelah 1 bulan lebih berlalu, pihak Bank Niaga baru menelpon saya dan meberitahukan mreka telah menemukan 2 pelaku /pemakai NGA saya (lokasi Medan dan Jakarta), dan kata Bank Niaga, NGA saya dipake untuk jual beli E-gold dan transaksi tersebut dinyatakan syah, karena memakai login dan password dengan benar.

Saya gak habis pikir. Kok bisa orang lain memakai login/password saya, sedangkan sejak januari sudah terblokir, dan tidak pernah saya gunakan lagi, udah gitu saya hanya mengakses NGA di satu komputer, dan bukan komputer yg sifatnya sharing. Dan lagi, saya tidak pernah memberitahu orang lain login/password NGA saya.

Pihak Niaga tidak menjamin akan kembalinya 100% tabungan KPR saya yang dibobol maling internet itu, dan mereka sedang dalam proses penyidikan yang katanya dalam waktu yang "tidak dapat ditentukan lamanya".

Jadi sampai kapan saya menunggu dalam ketidakpastian?Dimana jaminan keamanan dan kenyamanan seperti yang di iklan koar2kan?

Kemana lagi saya mengadu? Ataukah Bank Niaga baru akan lebih tegas lagi jika korbannya lebih banyak lagi?

Perlu pembaca semua tahu, tabungan KPR Niaga itu, saya sisihkan sedikit demi sedikit setiap bulan, dari hasil kerja tiap bulan dengan sabar dikumpulkan, dan dalam waktu sedetik, telah di rampas dengan amat jahat, di dunia maya ini.

Kemana lagi saya mengadu, pembaca budiman?

Pahala
Jl. Telekomunikasi 1
Bandung - Jawa Barat


Artikel lain dalam kategori Bisnis & Layanan Finansial/Bank & Kartu Kredit :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 29 komentar


  1. Citra Florenca EP | Pesan | Rabu, 26 Maret 2008

    Memang benar apa yang Pak Pahala katakan, kasus ini tergolong rumit, dan untuk itu saya rasa Bapak tidak bisa bertindak sendirian.

    Kalau memang pembobolnya sudah ketemu (menurut saya itu kemajuan yang besar,mengingat pelaku cybercrime sangat sulit dilacak keberadaannya) lalu kenapa tidak ditindak lanjut ke kepolisian, toh tersangkanya sudah ada? kalau Bank Niaga tidak bersedia melapor, ya kita sebagai nasabah yang harus jemput bola.

    Menurut pengalaman saya, jual beli e-gold memang membutuhkan rekening bank, apa dulu pernah jual beli e-gold lewat rekening bank niaga itu? Sangat mudah bagi para cracker tsb untuk membobol rekening kita, lalu menguras habis isinya, tanpa perlu diberitahu apa username dan passwordnya.

    username dan password yang benar bisa saja disebut sah, tapi apa tindakan membobol rekening orang lain itu sah?

    Jika memang rekening itu sudah diblokir sejak januari, kenapa masih bisa bocor? Pasti ada sesuatu... icon_confused

  2. P.N Jonathan | Pesan | Rabu, 26 Maret 2008

    Sangat miris sekali membaca persoalan bapak....kita ambil logikanya saja..username dan password itu hanya bisa diketahui oleh kita sendiri(setidaknya kalau kita juga pasti tidak pernah memberikan pada orang lain)kalau pass word bapak diblokir karena bapak lupa bukankah pihak bank yang memblokir secara automatisch?

    Saya kira bapak harus terus menuntut pada Bank dalam hal ini bank Niaga,,,asal bapak juga yakin bahwa password bapak hanya bapak sendiri yang tahu...coba pak icon_cool icon_cool diinget inget yang baik dulu...jangan keburu panik dulu pak ditelusuri persoalannya bersama sama pihak Bank. icon_cool icon_cool Untuk CS Bank Niaga kalau nggak tahu persis bagaimana mengatasi persoalan,jangan suka janji dalam 1 atau 2 hari selesai icon_eek

  3. ius | Pesan | Rabu, 26 Maret 2008

    aduh soal kartu kredit lagi icon_rolleyes icon_rolleyes

    santai dulu ah.. sampe ada si "rese" gw baru gw masuk icon_lol icon_lol icon_lol

  4. Dessy Corina | Pesan | Rabu, 26 Maret 2008

    Pak Pahala, saya ikut prihatin atas musibah yg menimpa anda. icon_frown

    Saya juga adalah seorang nasabah Bank Niaga (kebetulan juga di Cabang Buah Batu) dan juga sering menggunakan fasilitas Niaga Global Access. Apa mungkin Pak Pahala ini termasuk korban Pemalsuan Website Niaga Global Access?? Karena bisa jadi ketika bapak salah memasukkan userid dan password itu, sebenarnya bapak memasukkan userid dan password pada situs yg palsu, sehingga mereka bisa mencuri data2 login bapak.

    Kalo memang seperti ini kejadiannya, seharusnya pihak Bank Niaga ikut bertanggung jawab atas hilangnya saldo tabungan bapak.

    Ini hanya suatu kemungkinan saja, karena tentu saja pihak Bank Niaga yg lebih tahu tentang apa yg terjadi. Tapi setidaknya Pak Pahala berhak tahu hasil investigasi mereka atas masalah ini, dan mudah2an mereka memberi solusi yg terbaik buat bapak icon_smile

    Salam.

  5. Ppi Wh | Pesan | Rabu, 26 Maret 2008

    Pak saya turut prihatin dgn kasus bapak, dan saya juga mengalami kehilangan simpanan pada Bank yang saya percaya....tetap tabah dan usut terus serta yakin bahwa akan ada solusi.terima kasih untuk Media konsumen atas termuatnya unek-unek nasabah2 yang dipermainkan oleh bank nya

  6. Nani | Pesan | Rabu, 26 Maret 2008

    Saya termasuk orang yang 100% menggunakan internet dalam transaksi perbankan karena sangat mobile sekali aktivitas saya.

    Kejadian Bapak sungguh mengkhawatirkan saya, mungkin saya harus berpikir kembali mencoba secara manual melakukan transaksi perbankan..

  7. Citra Florenca EP | Pesan | Rabu, 26 Maret 2008

    @Nani: menurut saya memang sepertinya lebih aman pake transaksi cara "tradisional" aja, Mbak mengingat password dan username sangat gampang dibongkar dengan hanya melacak cookie transaksi kita. Caranya juga bisa dicari lewat google, ya, semudah itu.

    Saya juga dulu pengen mendaftar internet banking, tapi dengar berita seperti ini, jangankan internet banking-nya, sama bank nya pun saya udah nggak percaya.

  8. Tommie Draven | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    Komen mbak citra cukup masuk akal (walau saya juga pengguna internter banking icon_biggrin ) hal spt yg diungkapkan memang bisa terjadi. Keamanan di dunia maya mmg cukup rapuh, jd sebaiknya berhati2.

    Dan jng percaya pada omongan "situs kami sangat aman dan tidak bisa dimasuki", percaya atau nggak, bbrp waktu lalu ada yg gembar-gembor begitu pas launching, eh besoknya di bobol anak ABG.

  9. Citra Florenca EP | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    @Tommy Draven: Setuju! Tuh kan anak ABG ingusan aja bisa bobol, palagi hacker ninja kelas tinggi. Bahkan buku tutorial hacking itu udah beredar di pasaran. Mula-mula sih buat iseng ngacak-ngacak situs orang, lama-lama dengan sedikit modifikasi rekening bank pun bisa dibobol.

  10. ius | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    Mbak Citra dan Bung Tommie : jadi bank kalo mao aman kudu bayar anak IT yang ingusan itu buat ngelindungin server database mereka yah hhuahuahua

    ga malu tuh orang IT nya yg gelar na panjang kaya tronton bisa di "kedipin" sama anak ingusan ??

  11. Citra Florenca EP | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    @Ius: Tepat sekali! Kedengarannya memang agak kurang kerjaan sih icon_evil

    Dulunya, hanya orang-orang tertentu yang jadi hacker, apalagi hacker ninja yang dibayar memang untuk menjaga situs-situs tertentu. Hacker ninja lain akan mencoba merusak sistem keamanannya, mulanya sih cuma sebagai "eh, situs loe kurang aman nih, yang bagus donk kerjanya..nih dah gue bobol", kemudian si hacker ninja pembobol itu pun menggantikan rekannya yang kurang hati-hati itu. Ya begitu seterusnya.

    Tapi seiring berkembangnya zaman, dan ilmu komputer semakin gampang dipelajari, yach muncullah ABG2 ingusan. Iya nih masak sarjana IT kalah sama ABG yang baru melek kemaren sore? Weleh jangan-jangan ada hubungan khusus lagi sama si anak ABG? icon_evil

  12. P.N Jonathan | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    Internet bankieren atau internet banking...baca pengalaman anda semua disini akhirnya aku pingin tahu perbedaannya Int.Banking di Indonesia dengan ditempatku...ditempatku kalau mau int banking musti pergi ke bank dimana rekening kita berjalan,setelah menandatangani itu dan ini,kita diberi alat yang namanya "Edintifier"...alat inilah kunci dari segala transaksi dan alat ini ada ditangan anda sendiri.Bila kita ingin melakukan transaksi dirumah misalnya,setelah kita buka sitenya bank,mereka akan memberi instruksi bahwa anda harus memasukan kartu bank anda di edintifier tadi,setelah anda proses di alat tadi(edintifier)anda akan mendapat kan nomor di computer anda,dan nomor ini harus diproses lagi di alat tadi(edintifier)...alat tadi akan memberikan nomor pada anda dan dengan nomor inilah anda baru bisa bertransaksi,setelah transaksi selesai anda harus meyakinkan transaksi itu melalui ,sekali lagi nomor yang harus anda proses melalui edintifier tadi.

    Kemungkinan untuk orang membobol rekening anda sangatlah kecil karena bila password dan username disalahgunakan ..silahkan saja karena kuncinya ada di edintifier tadi,dan bila edintifier tadi hilang dicuri,juga tidak ada gunanya untuk sipencuri karena alat tersebut hanya bisa jalan kalau ada perintah dari anda...untuk edintifier itu hilang sangatlah kecil karena alat tersebut ada dirumah anda,dan kalau hilang diganti baru dan gratis oleh bank...semoga jelas ...my regards icon_smile

  13. ius | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008
    Opa Jon, hampir sama, sistem BCA juga gitu.. harus dateng ke BCA dan minta pass key internet banking dia.. tp di sana uda pk sidik jari yah ?? kalo disini masih berupa sistim nomor PIN.. mending kalo mau aman, ga usa pk internet2an lah, lewat ATM aja lebih menjamin.. atau kalo mau yg jaminan mutu, lagsg cash n carry aja mau untung mala buntung.. ( sama kaya slogan si licik ) pake licik pasti untung... <--- mau muntah hahahahahahah ( yang untung yang di pake, yang buntung sih pemake ) bingung yah, ada bank salah, ngak ada bank jg salah, icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin
  14. P.N Jonathan | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    @ he..Ius disini juga minta pass key internet ke bank tapi dikasih edintifier yang aku ceritain tadi apa nggak...kalau sidik jari mah udah lumrah disini,disini semua penduduk dikasih fisc.number,dinumber itu data pribadi anda,dan data itu nggak semua bisa lihat,kecuali kantor pajak,jadi keliatan kalau nggak bayar pajak,polisi,jadi keliatan kalau pernah bikin tindak kriminil,dinas sosial spy keliatan kalau kamu kerja apa nganggur,juga imigrasi di seluruh perbatasan,kalau kamu ada denda(misalnya denda dari polisi lalu lintas karena melanggar)dan kamu nggak bayar denda denda tadi..pas mau keLN dicegat sama imigrasi dan ketahuan nggak bayar denda...kau musti bayar denda ditempat baru diijinkan pergi etc...etc

  15. Brio | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    Kelihatannya komentar saya ini mundur bebarapa dekade yaitu saat ini tidak usah pakai internet banking untuk rekening yang jumlahnya besar. Internet banking hanya untuk jumlah simpanana yang kecil misalnya untuk membayar telpon, listrik atau keperluan lainnya yang jumlahnya kecil.Sedangkan untuk tabungan yang jumlahnya besar sebaiknya mencari yang aman, misalnya memakai ATM.Memang sebenarnya untuk kenyamanan nasabah Bank melaksanakan internet banking tersebut,tetapi kita kadang kadang teledor sehingga dimanfaatkan pihak lain.

    Ya mudah mudahan uang anda dapat kembali walaupun memakan waktu yang agak lama.

    Salam.

  16. ius | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    waduh Opa Jon, kalo gitu saya sebagai warga negara RI, cukup kaget dan minder..

    kalah teknologi jauh abis..

    di indo masih jaman flinstone

  17. Thomas Aquino | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    Kalo mo transaksi internet tanpa password itu terlacak..caranya gini deh (ini biasa daku lakuin n lumayan sukses):

    buka aja notepad atau wordpad, ketikin login sama pass nya..kelar itu tinggal di copy paste...hasilnya cookiesnya enggak terdetek oleh PC jadi itu login sama pass enggak tersimpan di cookies..mungkin ini bisa bantu2 dikit biar gk parno sama internet..tapi parno boleh si secara porno dah dilarang.. :D

  18. P.N Jonathan | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    @weleh bung Ius nggak usah kaget en minder ama tehnologi di UE...di Indonesia kan lebih hebat lagi ada technologi Ketok Magic,technologi goreng ayam lunak tulang,technologie ngibulin orang liwat sim card(contohnya ESIA) icon_lol icon_lol

  19. Nani | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    @thomas, oh gt ya caranya, nanti saya coba ah, soalnya kalau mau transaksi yg cara tradisional bener2 mepet sekali waktunya, mana antrian di bank itu ga kira2 lamanya icon_razz

  20. Tommie Draven | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    Mbak Nani : kl kepepet coba untuk menggunakan perambah Firefox (gak Tau di perambah yg lain ada gak), disitu masuk ke Tools--> options - privacy terus di checklist "always clear my private data when I close Firefox"

  21. boed | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    Hmm jadi atut nih kalo mo transaksi via internet. tapi gimana kalo mo beli tiket pesawat murah seperti air esia (eh asia deng) kan kudu liwat internet ?? icon_frown

  22. sufrie | Pesan | Kamis, 27 Maret 2008

    klo saya sih tergantung kebutuhan... kalo lagi males ngantri di bank, pakai internet banking biar bukti transaksinya mudah disimpan bila sewaktu-waktu diperlukan, u/ transaksi yg tidak terlalu penting seperti transfer uang ke teman, cukup lewat mobile banking, tapi klo mo sekalian cetak buku tabungan ya...transaksinya di bank....

    dan selama ini saya transaksi lewat internet aman-aman saja, mungkin karna proteksinya lumayan lengkap tidak hanya user dan password, tapi ada key bca nya juga...

  23. agusjoeni | Pesan | Minggu, 30 Maret 2008

    Ya setuju nih ama Upi Supriyatna.. Bukan promosi pak, bca dan mandiri sudah memiliki keybca dan saya adalah pengguna setianya untuk transaksi. Saya dapat dipastikan hampir sangat jarang ke atm kecuali narik duit.

    Keybca atau Keymandiri (apalah namanya) itu bagaikan double bahkan triple proteksi.

    Untuk saat ini masih relative aman. Meskipun password dan username diketahui, si pelaku tidak dapat berbuat banyak dengan isi rekening kita. At least untuk saat ini.

  24. Amril Nuryan | Pesan | Minggu, 30 Maret 2008

    Koq Bank niaga berani memberikan fasilitas internet banking tanpa proteksi ganda seperti di BCA dan Mandiri ya ?

    Saya sudah menggunakan klikBCA selama hampir 2 tahun sebagai media transaksi saya, dan alhamdulillah tidak pernah ada masalah (kecuali penggantian keyBCA karena dimaenin anak saya hingga ke lock dan tidak bisa digunakan lagi).

  25. Nani | Pesan | Minggu, 30 Maret 2008

    Saya sih pakainya Lippo net, ada gak ya kejadian dengan Lippo banking? soalnya saya bener2 100% tergantung sama itu

  26. Medan Cracker | Pesan | Rabu, 02 April 2008

    Saya newbie nih,dari medan.Gitu habis daftar baca keluhan bpk.pahala. dan saya tertawa melihat bank niaga dengan tega mengatakan bahwa pencurinya dari medan dan jakarta.saya rasa itu bohong besar,dan untuk sementara sepengetahuan saya belum ada website fraud bank niaga,saya sudah tanya temen temen satu profesi baik di medan,bali,bandung,mataram,TIDAK ADA WEBSITE FRAUD BANK NIAGA yang untuk mencuri pass dan userid bapak.

    Hanya ada dua kemungkinan:

    1.Memang kerjaan orang dalam bank niaga(99%)

    2.Kerjaan para hacker/cracker.(50%)

    Thanks

    Medan Cracker

  27. ABROR HTS | Pesan | Rabu, 02 April 2008

    @Nani, Saya dulu juga pernah pake punya Lippo selama 3 thn lebih. Tp saya stop krn ga dpt jatah komputer/internet pribadi lagi..... icon_biggrin

    Bagus dan lancar ga ada halangan apa2, walau ga pake yg seperti di BCA ( keyBCA ) atau Bank Mandiri ( Token Mandiri ) Salam

  28. Medan Cracker | Pesan | Rabu, 02 April 2008

    satu saran saya jika mau mengisi pass untuk apa saja: jangan pernah gunakan kalimat atau kata,selalu gunakan pass dalam bentuk acak

    contoh: acghhfwu ATAU acghh89u2

    saya yakin akan sangat SULIT untuk di lacak tapi bukan berarti tidak mungkin tapi yang jelas sofware akan sangat susah untuk mengidentifikasinya.

    Thanks

    MC

  29. Babah | Pesan | Kamis, 03 April 2008

    saya tidak tahu kalau NGA tidak ada pengaman ganda seperti BCA dan Mandiri. Sudah 3 tahun ini saya pakai BCA dan hampir semua transaksi dilakukan secara online, namun tidak ada masalah sama sekali disecuritynya. Model security GNA hanya berupa Username dan Password sangat berbahaya dan tidak seharusnya terjadi dalam dunia online perbankan, minimal ada 2 tingkat pengamanan yaitu akses online (login dan pass) serta akses offline (key security). Jika login dan password diketahui pihak lain, namun pihak tersebut tetap tidak bisa bertransaksi, karena tidak mempunyai key security, dengan demikian keamanan rekening kita terjamin.

    just my 2 cents ;)

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru