Online
Saat ini ada 108 pengunjung tamu dan 4 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Rekreasi & Belanja/Tempat Wisata - Hati-Hati
Hati-hati Jadi ”Member” Club Bali
Jumat, 27 Januari 2006
Bantuan Artikel
Hal ini saya sadari pada saat saya ingin memanfaatkan poin saya dengan melakukan reservasi di suatu hotel aviliasi melalui Club Bali yang di Jln. Sinom II No. 7 Bandung. Waktu itu saya melakukan reservasi untuk menginap di salah satu hotel di Lembang (4 malam) dan ternyata poin yang harus saya pakai 724 poin (identik dg 724 x Rp 2.200,00 = Rp 1.592.800,00).
Kalau langsung reservasi ke hotel (tanpa via Club Bali) biayanya Rp 2.400.000,00.
Dari hitungan ini seolah-olah kita untung Rp 807.200,00, tetapi Club Bali mengenakan maintenance fee sebesar Rp 1.590,00 per poin per tahun. Artinya biaya yang harus saya keluarkan = Rp 1.592.800,00 = (1.590 x 724) = Rp 1.592.800,00 = Rp 1.411.800,00 = Rp 3.004.600,00. Dengan demikian Club Bali lebih mahal 3.004.600-2.400.000 = Rp 604.600,00.
Dengan kejadian ini saya mengajukan keluar sebagai member Club Bali, dan berharap uang yang sudah saya bayarkan di Club Bali bisa dikompensasi (karena tidak boleh diminta dalam bentuk uang) dengan diberi kesempatan menginap di hotel aviliasinya Club Bali. Oleh Sdr. Tantan (karyawan Club Bali) janji akan mengupayakan dan janji akan menghubungi saya tentang kompensasi tsb. Janji tinggal janji sampai sekarang Sdr. Tantan tak pernah menghubungi saya, bahkan saya pernah menghubungi Sdr. Tantan di kantor, tapi selalu dikatakan sedang sibuk ketemu sama calon pelanggan. Saya pun sudah kirim email tapi tak pernah dibalas.
Untuk itu melalui Surat Pembaca di koran "PR" ini saya sharing dengan calon pelanggan agar jangan sampai kecewa seperti saya, karena Club Bali waktu mencoba menggaet calon pelanggan sedemikian manis, tetapi setelah jadi member sering bersikap pahit, tak ada ramahnya.
Terima kasih buat "PR" atas dimuatnya surat ini, sekali lagi berhati-hatilah jadi member Club Bali karena tak ada untungnya, yang ada hanya butungnya.
Achmad Yani
Jln. Dili No. 8
RT 01 RW 10 Antapani
Bandung Telf. 7204333
Sumber: Harian Pikiran Rakyat
Kalau langsung reservasi ke hotel (tanpa via Club Bali) biayanya Rp 2.400.000,00.
Dari hitungan ini seolah-olah kita untung Rp 807.200,00, tetapi Club Bali mengenakan maintenance fee sebesar Rp 1.590,00 per poin per tahun. Artinya biaya yang harus saya keluarkan = Rp 1.592.800,00 = (1.590 x 724) = Rp 1.592.800,00 = Rp 1.411.800,00 = Rp 3.004.600,00. Dengan demikian Club Bali lebih mahal 3.004.600-2.400.000 = Rp 604.600,00.
Dengan kejadian ini saya mengajukan keluar sebagai member Club Bali, dan berharap uang yang sudah saya bayarkan di Club Bali bisa dikompensasi (karena tidak boleh diminta dalam bentuk uang) dengan diberi kesempatan menginap di hotel aviliasinya Club Bali. Oleh Sdr. Tantan (karyawan Club Bali) janji akan mengupayakan dan janji akan menghubungi saya tentang kompensasi tsb. Janji tinggal janji sampai sekarang Sdr. Tantan tak pernah menghubungi saya, bahkan saya pernah menghubungi Sdr. Tantan di kantor, tapi selalu dikatakan sedang sibuk ketemu sama calon pelanggan. Saya pun sudah kirim email tapi tak pernah dibalas.
Untuk itu melalui Surat Pembaca di koran "PR" ini saya sharing dengan calon pelanggan agar jangan sampai kecewa seperti saya, karena Club Bali waktu mencoba menggaet calon pelanggan sedemikian manis, tetapi setelah jadi member sering bersikap pahit, tak ada ramahnya.
Terima kasih buat "PR" atas dimuatnya surat ini, sekali lagi berhati-hatilah jadi member Club Bali karena tak ada untungnya, yang ada hanya butungnya.
Achmad Yani
Jln. Dili No. 8
RT 01 RW 10 Antapani
Bandung Telf. 7204333
Sumber: Harian Pikiran Rakyat
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 44 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru


Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
Sebelumnya saya minta maaf bila komentar yang saya ajukan ini sudah lewat masanya. Saya adalah new member dari Club Bali. Jauh-jauh hari sebelum saya join ke club ini, saya sudah aware dan pelajari untung ruginya bila saya gabung. Dan harus disadari oleh setiap individu adalah tidak ada bisnis yang tidak menguntungkan.
Intinya di Club Bali selain memberikan kemudahan kita menghadapi liburan/penginapan, mereka dari awal promosi pasti mencari keuntungan. Mungkin dengan maintenance fee tersebut mereka ambil keuntungannya. Kita sebagai calon member harus betul-betul jeli. Jangan ada yang terlewatkan.
Bila boleh saya sarankan, coba baca kembali dengan teliti berkas-berkas perjanjian Member Club Bali anda. Bila anda teliti dan merasa menjadi member tidak ada untungnya sama sekali, tentunya anda tidak akan tanda tangani berkas-berkasnya.
Ari Susanto
Slipi, Jakarta
Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang pernah diundang oleh Marketing Club Bali (via telephone) yang mengatas namakan Undangan Travel Agent.
Saya ingin memberikan saran apabila Anda (pembaca / calon undangan)mendapatkan undangan dari seseorang yang mengatas namakan Travel Agent agar berhati-hati.
CLUB BALI hanyalah penipuan yang halus dengan memberikan segala impian / iming - iming yang sangat sangat menarik. Namun di balik semua itu hanyalah menguras kocek / dompet kita untuk hal-hal yang tidak benar.
Di setiap akhir undangan, kita akan diberikan VOUCHER yang dapat digunakan untuk menginap di beberapa Htel (rekanan yang ditunjuk), namun semua itu hanyalah impian kita. Karena tidak jarang bahkan selalu dinyatakan Fully Book.
Mudah-mudahan informasi ini dapat dijadikan pelajaran untuk kita semua.
saya setuju dengan saudara ahmat yani dan sdr handy gunawan. tadinya saya berpikir bahwa menjadi anggota club bali pasti menyenangkan sesuai penjelasan pada saat meeting.oleh sales club bali dinyatakan bahwa biaya maintenance dibayar jika pada tahun dimana dilaksanakan pemakaian fasilitas hotel. ternyata saya belum menggunakan fasilitas club bali tagihan maintenance sudah datang. jadi saya saat ini sudah menutup keanggotaan di club bali dan meminta perhitungan kembali dana yang sudah sempat saya setor dengan reward point,karena saya anggap kalau diterusin enggak eda untungnya. yang menganggap club bali itu menguntungkan mungkin udah kelebihan uang.
Saya juga merasa sangat kecewa dg club bali, ternyata apa yang telah dipresentasikan tidak sesuai dg kenyataan. Hal ini saya alami pada saat reservation, betapa susahnya dan selalu fully book....so apa dong untungnya pakai club bali kalau ternyata utk booking sama saja dengan yg tidak anggota.
Dan lagi harga yang ditawarkan oleh club bali slalu lebih mahal....Jadi apa untungnya pakai club bali....nothing....alias malah merugikan....
Saya juga pernah diundang di kantor club bali di Sarinah Building dan ditawarkan untuk menjadi member dan saya tidak tertarik, mulai dari cara tenaga marketingnya menawarkan keanggotaan club ini sampai dengan perhitungan biaya-biaya yang dikenakan.
Ada kejadian menarik saat saya berada di lift untuk turun. Di lift saya bersama undangan lain yang berhasil di gaet menjadi member yang diantar oleh seorang tenaga marketing club bali. Menarik dan anehnya, tenaga marketing tersebut memelas-melas minta komisi dari new member tersebut sebesar %tase tertentu dari member fee yang telah dibayar oleh new member tersebut. Kejadian ini aneh bagi saya karena bukankah komisi seharusnya dia dapat dari club ?.
Saya menyimpulkan bahwa ada yang tidak beres dengan club ini.
Voucher menginap gratis tetap diberikan tetapi dengan refundable deposit sebesar Rp 350.000. Aneh lagi bagi saya karena tidak ada penjelasan untuk apa refundable deposit ini ?.
saya termasuk salah satu korban klub bali, pada awalnya saya tidak merasa sedang ditipu (gak tahu pake ilmu apa ya???). Tapi setelah baca kontraknya (yang anehnya kontrak diberikan setelah kita melakukan pembayaran dan gue koq mau aja ya?)sangat sangat merugikan kita. Buat klub bali: Jangan gitu donk kalo cari duit, kasian korbannya dan juga karyawan karyawan yang ikut nanggung dosanya). Very thank you.....
saya termasuk orang yang di rugikan, bagaimana cara kita untuk keluar dari klub ini, karena kontraknya sepihak, trims
Wah, jika semua komentar tidak ada satupun yang bagus kenapa hal ini masih didiamkan oleh Pemerintah ya ??? apa yang punya adalah penguasa atau dibeking oleh penguasa yang sangat kuat sehingga tidak ada yang berani bertindak padahal jelas-jelas sudah meresahkan masyarakat dan sepertinya sudah banyak yang tertipu. Untung saya tidak sempat tertipu padahal saya sempat diundang via promosi di mall dan Plasa. Eh kata orang jika diundang jangan sampai meminum air maupun makanan yang disuguhkan. ih..ih katanya ada gendamnya Loh....
Heeee, jangan kuatir ada teman kita yang di Surabaya kena tipu lebih parah Lohhh. Rasanya kasusnya juga baru-baru ini. jika pengen tahu coba akses aja ke http://www.mediakonsumen.com/Artikel284.html Kepada Bapak yang di Surabaya saya mohon maaf karena tidak bisa membantu banyak karena saya ada di Jakarta ya mudah-mudahan ada LSM atau Lembaga yang prihatin dengan Bapak. Sebenarnya jika Kasus Bapak seperti itu bisa loh dilaporkan ke Polisi dan rasanya sudah jelas-jelas menjurus ke penipuan. Sorry ya sobatku, mudah-mudah pembaca di sana bisa membantu.....
saya beri advice kalau mau booking hotel yang mudah dan tidak berteletele juga harganya miring bisa melalui www.asiarooms.com,sudah 12 tahun saya menggunakan jasa ini tanpa satu kalipun ada masalah dan kesulitan kesulitan apapun,memang menggunakan club bali sepertinya murah tapi seperti sdr Ari Susanto bilang biaya biaya tambahannya juga banyak dan mereka sebelumnya tidak menjelaskan dengan detail
kecewa & marah wajarlah buat siapa aja, tapi kita harus melihat dengan jeli pokok permasalahannya...saya anggota clubbali surabaya, dari menggunakan voucher free sampai menggunakan point saya tidak pernah bermasalah, nginap dimarbela, dijbr, kusuma argo dll semua nyaman2 aja..saya bahkan mereferensikan kebeberapa teman dan saudara, merekapun mengalami hala yg sama. memang ada beberapa reservasi yg ditolak karena pada saat itu full book jatuhnya pada peack session, tapi kita kan bisa berpikir realistis kalau saat liburan itu lagi banyaknya yg belibur...jadi bagi saya ikut clubbali ya menguntungkan saja tu
Buat Saudara Redy. syukurlah jika anda mengalami hal yang baik sekali yang jarang dialami oleh anggota lainnya. tapi ingat mudah-mudahan anda bukan salah satu pemilik atau karyawan clubbali. jadi jangan sampai ada kesan berusaha memperbaiki nama clubbali yang rasanya sudah kultur dan sudah berimage dan berbendera jelak dan rasanya mau komentar baik sebaik apapun toh pada kenyataannya memang banyak mengecewakan. setuju ?????? serahkan saja pada forum yang menghakimi karena di situ tidak berpihak pada siapapun. yang jelek bilang jelek dan baik tetap baik ok...
saya bukan pengen membela clubbali, saya pernah diundang clubbali untuk menghadiri presentasi karena berhubung kondisi keuangan tidak memungkinkan jadi saya tidak gabung... dari hasil presentasi produk yg ditawarkan gak ada yh aneh, cara pembayaran pun gak ada yg aneh, kalaupun system pembayaran menggunakan bunga, wajar aja kan!!! wong namanya prusahaan juga harus ada untungnya..mengenai voucher free, saya menggunakan di JBR selama 2 hari dan juga saya mendapatkan voucher door prize tiket pesawat surabaya - bali PP untuk 2 orang dan semua lancar2 aja, masalah deposit Rp. 350.000,- menurut saya wajar2 aja ntar juga balik bisa diambil kembali sama aja seperti nginap dihotel dengan system sewa..jadi saya setuju dengan Bp. Redy, kita tidak perlu terlalu menghakimi.
saya punya 2 orang teman, yang satu ex karyawan club bali, yang satunya lagi masih menjadi karyawan club bali (keduanya bukan di bagian marketing).
sebagai teman, mereka menganjurkan untuk tidak bergabung, karena menurut mereka banyak ***** nya.
sayangnya, saya telah bergabung...
Para member or eks member club bali yang terhormat,saya adalah karyawan club bali yg sdh bekerja hampir 5 thn di perusahaan tsb.jabatan saya saat ini adlh TO atau satu level dgn supervisor.sebelumnya saya ucapkan permohonan maaf yg amat mendalam secara pribadi dan jg mewakilkan manajmen bagi para mbr2 yg kecewa ats playanan club bali.
Setelah membaca beberapa komplain saya sgt prihatin krn memang saya akui sbg orang dalam masih byk kekurangan dari pihak manejeman kami namun saya melihat byk komentar2 yg kurang rasional dan terlalu menghakimi,bukan saya membela prshan tetapi memang sdh seharusnya saya membela prshaan, ada beberapa hal yg ingin saya luruskan, bahwa benar kami mengundang satu keluarga (suami-istri)dgn menjanjikan free voucher utk berbagai pilihan,contoh bali, kota bunga,marbella dll, alhamdullillah vcr tsbt benar2 free dan benar2 dpt digunakan namun mmg hrs melakukan reservasi terlebih dahulu dan utk deposit sebesar 350 rb 100% dikembalikan dan kami meminta kesedian para undangan utk mengikuti presentasi selama minimal 90 menit,kl anda tdk percaya vcr bs digunakan dtg saja kekantor kami setiap harinya, krn setiap hari selalu ada non mbr yg menggunakan free vcr dan mereka membayar deposit.dan jg selalu ada non mbr yg mengambil refund deposit yg mrk bayarkan setelah mereka menggunakan vcr.namun secara logika vcr yg sifatnya free mmg tdk dpt digunakan pd saat peak seasson, yaitu lebaran, natal thn br,atau long weekend krn mmg member diutamakan, ingat CB(club Bali)bkn yayasan amal.
untuk poin lebih mahal itu tinggal bagaimana cara anda menghitungnya saja,sayangnya byk mbr yg py hitungan sendiri tanpa melihat aspek masa berlaku keanggotaan yg mrk ambil,harga yg mbr byrkan di 10 atau 20thn kedepan, mmg kompleks uk mslh ini sy sarankan mbr dtg lgsg dan hitung2an dgn kami,tdk perlu sy ingatkan mmbr cb bkn orang2 bodoh yg mudah ditipu dan diiming2i krn hampir 90% mbr cb adlh wiraswastawan yg jika menurut hitungan mrk tdk menguntungkan mrk tdk akan join dgn kami.
saya sgt mengerti kekecewaan yg mbr alami dan umunya mrk tumpahkan dirubrik spt ini krn hampir setiap hari saya berhadapan dgn calon mbr atau mbr itu sendiri namun dirubrik2 spt ini yg kita mau tau hanya apa yang jeleknya saja tp kita tdk ingat Cb adlh prshan jasa, dan tdk ada satupun didunia prshan jasa yg sempurna, krn yg bekerja adl manusia bkn dewa coba saja anda sebutkan satu prshaan didunia ini yg tdk pernah dikomplian atau anda lihat dikolom sebelah begitu byk prshan besar yg dicaci maki,jadi makin dikomplain mkn besar jadinya seperti artis sajalah makin digosipin makin hot,hehe, saya hrs mengingatkan banyak sekali orang2 yg bekerja diprshn kami yg sgt mengharapkan berjalannya prshan kami, jadi utk komentar knapa pemerintah tdk bertindak dlm hal ini saya setuju mana penghargaan pemerintah ats lahan pekerjaan yg dibuka olh cb, jmlh karyawan kami mencapai ratusan orang dan saya pun tdk mau memberikan rizki kpd anak dan istri dgn cara yg tdk halal, jd utk yg berkomentar jgn meminum air atau makanan yg disuguhkan kami krn ada gendemnya itu ada benarnya krn kami selalu berdoa sblm makan dan minum jd kl mrk merasa kena hipnotis atau diguna2 mgkn krn kurang berdoa,Demi Allah makanan dan minuman yg kami hidangkan halal dan kami tdk menggunakan magic atau guna2 itu hanya begitu handalnya para marketing kami dan kami pun memberi sangsi kpd marketing kami jika mrk melakukan missreprsentasi dan kita tdk main2 akan hal ini krn menyangkut nama baik prshan,sayapun tdk menyagkal ada beberapa mrktg kami ada yg menghalalkan sgla cara oleh krn itu setiap deal kami selalu sertai bagian legal yg membacakan kontrak scara tertulis dan jika mbr merasa tdk sesuai dgn apa yg dipresentasikan mrk bisa membatalkan perjanjian bahkan kami msh memberi tenggang waktu dlm 3 hari stlh deal utk mbr mengundurkan diri dan sgt wajar ada yg namanya cancellation fee jadi sgtlah fair.
lebih lucunya lagi ada beberapa komentar yg positif namun mrk dituduh karyawan kami, be realistic jgn terlalu sacarstic saya mengerti anda marah tp kl kt telusuri secara baik2 pasti ada jln keluarnya ingatloh kalo kami menipu anda, kan ada Tuhan yg kapan saja bisa menghukum kita, member marah biasa yg luar biasa kl anda menghujat,coba anda lihat lebih dalam memang pihak cb yg salah atau anda mungkin kurang jelas dgn sistematisnya.
Masalah terakhir yg saya mau luruskan adl masalah reservasi,mengapa kok kesannya susah mendapt tmpt,itu ada benarnya dgn mbr yg jmlhnya ribuan sedang tmpt atau fasilitas yg blm sebanyak itu utk lokal oleh krn itu kami terus membangun resort2 baru,tp kita lihat dr kacamata lain jmlh penduduk jakarta jutaan mau resrv ke marbella sdg jml mbr cb ribuan mau reserv ke marrbella kira2 lebih banyak mana oppurtunity yg didapatkan.yang harus anda sadari adlh memang benar anda membayar join cb namun buka berarti anda semena mena punya kuasa anda membayar 3 kali lipatpun di travel agen yg bonafid blm tentu anda mendapatkan tempat atau anda puas dgn pelayanannya.selalu kami sarankan untuk reserv jauh2 hari,hal yg sangat resoanable dan wajar.
sekali lagi utk yang "terlanjur" gabung dgn CB,enjoy life, try too think positive, try too see with different prospective, jalanin aja dulu lihat lebih kedalam kl semua mbr UnHappy sdh lama CB bubar,coba deh anda ikuti perkembangan Cb and fallow the rule; ill bellive everything will be ok, jgn pernah nyesel telah membuat keputusan dibanding anda tdk pernah jadi bagian dari apa2,harusnya anda ikuti pendidikan network 21,disana anda diajarkan utk berfikir positif apapun yg anda hadapi,tp kl anda udh gabung sama amway tp msh negatif cb hub upline anda or tanya sama oom robert angkasa,heehee kira2 robert angkasa mbr cb ngga ya?
sekian dari saya bukan banyak omong atau byk bulshit tp krn ini periuk nasi saya, saya akan bela sampai mati krn memang sudah seharusnya begitu jika anda sayang keluarga anda,jd kl anda sayang kelurga gabung doonk sama Club Bali, wassalam, peace.
salam sejahtera,syallom
saya gunawan member club bali begabung di jkt awl th ini,so far saya lihat nga ada masalah dgn pemakaian fasilitas dr club bali, saya sdh coba kota bunga lebaran kemarin,marbella minggu lalu,bandung bahkan bln oktober ini saya sekeluarga akan berangkat ke beijing, china juga menggunakan fasilitas club bali da saya sdh mendapatkan confirmation letternya.tadinya saya juga ragu utk join club bali namun ternyata kaka dan paman saya sdh bergabung duluan jadi saya pikir nga masalah, saya jg rencana mau merekomendasikan temen2 saya krn saya dengar club bali punya fasilitas ibadah utk ke lourdess.
buat tips aja bt mbr yg lain biasanya saya pesen selalu lwt marketinggnya atau saya lgsg dtg ke sarinah lgsg biar lbh jelas walau agak sedikit repot tp ya itung2 jagain uang saya.
Saya sebagai member yg punya usaha Travel agent di Bandung saat itu berfikir dengan masuk club bali dapat membantu usaha saya, seperti harga bisa lebih murah, reservasi yg cepat dan mudah, juga kepastian reservasi, seperti yg sales club bali saat presentasi berbicara seperti itu...
Tapi kenyataannya setelah saya jalani, itu semua tidak ada alias *****...
Saya sudah mencoba beberapa kali reservasi untuk tamu saya lewat club tapi saya tidak pernah mendapatkan kepastian,yg selalu dibilang waiting list.. Malah saya yg selalu telp club bali untuk menanyakan reservasi saya, akhirnya saya mencoba booking langsung ke hotelnya dan ternyata mendapatkannya dengan mudah (padahal saat itu high season).
Apakah pelayanan seperti itu yg diberikan kepada kami sebagai member?
Buat anda karyawan Club Bali, apakah anda berfikir anda mendapat rejeki yg mungkin halal menurut anda, tp perusahaan anda banyak dicerca orang dan dikutuk orang, itu mah sama aja makan rejeki yg kurang bersih atuhhh...
Saya tetap sampai saat ini juga berusaha untuk mendapatkan uang saya agar bisa kembali, bagaimanapun caranya dan sampai kapanpun... Karena banyak ruginya menjadi member club bali, belum lagi uang saya yg cukup besar (Rp.14.000.000) yg sudah masuk kesana (klo diperhitungkan dengan bunga bank lumayan euy...)
Wassalam
Assalamu alaikum Saya dan Istri saya pernah menghadiri presentase di salah satu hotel elit di Makassar. Menurut kami konsep yang ditawarkan club bali cukup bagus, apalagi bagi keluarga keluarga yang hobbi travelling.Mengenai komentar tentang kontrak kerja, saya rasa tidak sepihak kok, intinya kalau memang setuju ya tanda tangan,.Perihal Free Voucher, kami kebetulan dapat juga walau sempat kami tolak karna alasan ketidak ikutsertaan kami menjadi member.Kami tetap mengambil praduga positif apalagi voucher yang diberikan masa berlakunya nanti bulan september - november, semoga aja Club Bali tetap konsisten dengan janji. tks wassalam
Sungguh saya menyesal terlambat membaca informasi di media konsumen ini dan mengetahui ternyata clubbali itu ada iuran tahunan/maintenance fee krn sama sekali ga ada dijelasin. kontraknya juga ga sempat dibaca lagi krn baru disodorkan pada saat akan ditanda-tangani yaitu jam 11 malam. Dan kita juga didesak utk segera mengambil tawaran tsb krn tidak berlaku lagi keesokan harinya, sehingga kita tidak diberi kesempatan utk mempelajari ttg clubbali maupun kontraknya. Kalo penawaran yg diberikan clubbali memang bagus & ga ada unsur penipuan, tentunya tidak akan takut memberikan waktu kepada calon member kesempatan utk mempelajari terlebih dahulu sebelum kembali utk menanda-tangani kontrak. Buat yg blm gabung dgn clubbali, lbh baik jgn pernah gabung, ga ada murahnya utk akomodasi liburan yg kita bayar dimuka + maintenance fee yg ga pernah dijelasin dlm presentasi.
WAH..., TERNYATA CLUB BALI MASIH BANYAK MAKAN KORBAN, KALAU CLUB BALI BUKAN PENIPU, KENAPA UNDANGAN TIDAK MENGATAS NAMA-KAN CLUB BALI, SAYA MENDAPAT UNDANGAN ATAS NAMA KOTA BUNGA RESORT & SPA. ORANG LAIN BEDA LAGI. UANG SAYA PUN AMBLAS. SEKARANG SAYA TRAUMA DENGAN YG GRATISAN
Saya kebetulan terlajur sudah jadi member. Kalau saya tahu cerita ini maka saya batal jadi anggota. Perlu perhatian lembaga konsumen.
wah kalo baca semua komentarnya serem juga. coba baca saja dari gaya bahasa Bpk ivan pramudia, AMAT SANGAT TIDAK PROFESSIONAL! kalau memang benar sebagai karyawan CB ingin menanggapi komentar seharusnya menggunakan bahasa yang professional tidak seperti itu, jgn panas donk perusahaannya di caci maki
saya juga pernah di telp oleh salah satu karyawan yg mengaku dr salah satu perusahaan jasa, dia mengatakan bahwa saya adalah salah satu keluarga yg beruntung untuk mendapatkan voucher gratis menginap di resort/hotel terkenal karena saya sering bekerja di matahari atau carefour. dari awal saya sudah curiga tapi saya menelpon kembali dan menanyakan apakah ini benar murni datang ke sarinah hanya untuk mengambil voucher gratis tidak ada hal2 lain karena untuk dtg ke sarinah saja sdh wasting time dan suami saya hrs menunda pekerjaannya di kantor, dan karyawan tsb mengatakan murni tdk ada penawaran apapun. tapi apa nyatanya.........begitu saya dtg kesana terjadi suatu penawaran. INI BENAR2 PENIPUAN!!!!!kalo memang punya staff marketing yg professional jangan begitu donk caranya, msh byk cara lain untuk menarik konsumen dg cara yg lebih professional. pada saat presentasi pun staff marketing mengakui bahwa CB sangat kekurangan member. kalau member sedikit kenapa member lain mempunyai kesulitan untuk melakukan reservasi??????
DH. P' Ivan Pramudia,
Tulisan anda terlihat sekali gaya-gaya marketing dan bukan menunjukan seorang yang "Profesional", diawal penulisan anda menulis "bukan saya membela prshan tetapi memang sdh seharusnya saya membela prshaan" tapi diakhir-akhir kalimat anda, malah jualan.
Bagaimana ini, Club Bali, katanya semua karyawan di didik dan dilatih seperti kalimat ini "tdk menggunakan magic atau guna2 itu hanya begitu handalnya para marketing".
Ini terlihat dari gaya-gaya penyampaian anda, seharusnya kalau anda bijak, anda menanggapi semua keluhan konsumen, mencari tau kebenaran berita ke cabang-cabang club bali dimanapun, lalu menjawabnya pula dengan Profesional, bukan promosi.
Anda memberikan info seputaran club bali tidak jauh berbeda dengan "promosi", karena anda bukan memberikan "solusi", tetapi dengan adanya penyampaian info konsumen club bali, malah anda jadikan sebagai media "bela diri".
Bila anda bijak, tidak akan ada bahasa-bahasa yang sifatnya (minta dilihat orang lain) "Pamer Diri".
Kenapa club bali, dengan adanya kritikan dan masukan bukan melakukan introspeksi kedalam, koreksi semua yang dikeluhkan oleh konsumen. Bila anda berada pada posisi selevel "Supervisor" seharusnya anda lebih banyak mengetahui dari marketing-marketing lapangan anda.
Saya jadi tanda tanya, jadinya karyawan Club Bali seperti anda, yag sudah mengikuti pendidikan network 21 untuk di implementasikan dilapangan? atau anda buat kesimpulan sendiri? hanya untuk membela perusahaan dan membela diri.
Regards
Trim kasih kpd smua rekan2 yg mmberikan komen, baik yg pro maupun kontra. Utk x ini saya ikut golongan banyak aja yaitu yg kontra :). Maaf kalo saya hrs crita banyak & mnyingkat kata, dgn hrpan bisa jd pngalaman buat yg lain, skalian curhat lah.. :). Kjdian ini mnimpa saya pd tgl 03/06/2007 dr jam 19.00-23.00. Sblmnya pd tgl 02/06/2007 istri saya dtlpon, pnlpon mngaku dr Loka Wisata Asri mnjlaskan klo istri saya dpt undangan (suami-istri) gratis utk hdir dlm rngka mmprkenalkan prumahan/villa/apartemen mrk yg akan slesai thn 2008, kami jg akan dpt voucher berlibur gratis, trus istri saya dtnya apa pngguna visa/master/atm?, suami ke luar kota?, no tlpon suami (saya)?, pnlpon mmastikan klo ini bkan PENIPUAN & TIDAK MEMAKSA. Kmudian saya jg dtlpon & djlaskan hal yg sama. Saya jwb saya usahakan dtg, mrk nge-fax kan undangan, undangan jg kita dptkan dr kurir keesokan pagi nya.
Kbetulan saat itu kita lg nyari rumah kecil2an utk ngontrak atau beli kalo bisa, mknya kita trtarik utk dtng dgn tjuan mlihat kayak gmn prumahan/villa/apartemen mrk itu, maklum kami wong ndeso..:)
Untungnya dgn pngalaman 'KETIPU' saya sdh antisipasi, utk tdk trlalu snang, hrs hati2, cr info mngenai Loka wisata Asri di internet (diktahui klo mrk sring krjasama dgn hotel, trhubung dngn Club Bali). Pd tgl 03/06/2007 siang saya dtlpon lg dr Loka Wisata Asri utk kpastian bisa dtang/tdk, saya dsuruh bawa kartu kredit. Dr sini saya jd tmbah curiga, tp keingintahuan kami membuat kami untuk pengin tetap hadir.
Stlah sempat muter2 nyari tempat suite 1007 di Mandiri Building TP II Lt. 10, akhrnya sampai jg & langsung dsambut utk konfirmasi undangan, dsini pun istri saya msh smpat di bel lg dr Loka Wisata Asri untk konfirmasi lagi. Saya ngantri dulu sbelum masuk ruangan, dr sini trnyata udah beda dr bayangan saya, saya kira langsung ngumpul brsama undangan lain layakanya seminar, trnyata tdk. Tiap undangan dpanggil satu2 & langsung dijelaskan oleh seorg mrketing (mrketing-A) mngenai rncana pmbangunan prumahan/villa/apartemen, trus diarahkan mngenai tmpat liburan , konsep mrk, keanggotaan Klub Bali & RCI, disini saya sudah nanya2 brp biaya jd member, dia jwb klo mslah itu bkan we2nangnya, kami udah mnta utk jgn lama2 dlm menjlaskan jgn lebih dr jam 21.00, krn tdk ingin lama2 mnggalkan bayi kami yg di-ti2pkan ke adik kami dirmah. Kmudian ada pmutaran video mngenai RCI (induknya Klub Bali) dan member2nya yg sdang menkmati lburan.
Stelah itu mrketing-A mnjlaskan gmbaran by keanggotaan Klub Bali & annual fee-nya, di-banding2kan klebihannya dgn mnginap di hotel, yg mmang dr keseluruhan pnjelasan, twaran Klub Bali menggiurkan & mmliki nlai lebih. Saya ditanya keberatan apa tdk utk brgabung?, mski blum tau psti by nya, mngingat msh bnyak bban by yg hrs dkluarkan & pnghasilan yg tdk menentu (freelance teknisi komputer & istri jualan), saya jwb 'KEBERATAN', mski smurah apa pun? katanya, ya semurah apapun, krn nggak mngkin murah bg saya.
Trnyata 'KEBERATAN' saya tdk diutarakan ke 'Atasan' nya, dia bilang kami trtarik (krn kalo dia bilang saya 'KEBERATAN' sama aja dgn dia bunuh diri katanya belakangan).
Atasan-1 dtang menggntikan mrketing tsb, mnjelaskan mngenai detail by jd member Klub Bali, utk cntoh prhitungan saya plih yg paling kcil utk 12 thn, 15 jt sekian utk jd member, bisa ci2l, dp 30% bisa ci2l 3 bln, sisanya dbyr per bln slama 24 bln plus bunga 1%, skitar 500rb-an. Sudah pasti sangat berat buat saya, itu baru jd member, blum annual fee-nya. Cukup lama jg dia menawarkan trus, saya ttap bilang ke Atasan-1 tsb klo saya 'KEBERATAN', dia mmahami & pamit dsrahkan kmbali ke mrketing-A, dia mnta pndapat saya lg, saya bilang saya mnta maaf krn nggk bisa bntu dia utk jd member, dgn ju2r saya beri tahu dia brp ci2lan yg msh jd bban saya (700rb-an/bln) saat itu, dia jg mmahami. Saya tanya sdah slesai?, sdah tinggal nunggu validasi voucher (gratis) aja katanya, ok kami bersabar, di tengah pembicaraan kami perhatian kami trtuju ke Atasan-1 yg sdang mngumumkan ada pasangan yg bergabung jd member, smua brtpuk tangan.
Tdk brp lama dtg Atasan-2 mnemui kami, trnyata mnjelaskan lg by alternatif jd member yg lebih rndah, by sktar 7 jt-an, lburan bisa di Indonesia saja, di-hitung2, ci2lan per bulan sktar 350rb-an, lama jg dia mnwarkan hal ini trus, saya sudah tdk tnang kpikiran bayi di rumah, para undangan yg lain udah pulang, smpat trlntas utk menrima twaran tsb yg hanya berlaku pada hari itu saja dgn hrapan saya jg cpat pulang.
Untungnya saya msh bisa sadar btapa bratnya byr ci2lan saya yg sdah ada, salah satunya pnggunaan kartu kredit prtama x akibat 'KETIPU' dgn twaran produk AOWA pd thn 2006, brmula dgn ditawari dpt souvenir yg berisi kupon hadiah langsung, kbetulan dkupon dpt prduk bnyak (kompor induction, water filter, alat memasak listrik, penguapan ufo, lampu meja & alat pmijat), itupun dpt dmiliki jk kita mmbeli salah satu produk AOWA yg lain, lama jg kami mnkmati sandiwara mrk dan pujian2 yg dibrikan ke kami, akhirnya tergiur jg, trjbaklah kami :(. Sampai skrg 'ketipu'nya ttap mmbekas, dgn ttap byr ci2lan kartu kredit :(.
Kembali ke Klub Bali..!, saya mnta maaf lg ke Atasan-2 krn ttap 'KEBERATAN', dia bilang tdk perlu minta maaf ke mrk, kami lah yg hrs minta maaf ke-diri kami sendiri krn tdk mngmbil ksmpatan ini. Dia pamit & dkmbalikan lg ke marketing-A, saya sudah mlai emosi, saya bilang tdk prlu nnggu validasi voucher, tdk usah tdk apa2, kami mau pulang. 10 mnit lg katanya, mrk jg mrasa tdk enak klo tdk mmbrikan yg sdh mrk jnjikan. Saya lihat para mrketing & staff yg lain udah ngumpul smua pd mau pulang, tnggal nunggu kami aja. Kmudian dtg lg seorang cewek bawa voucher & mnjelaskan mngenai validasi, mmnta ktp istri saya, dserahkan ke marketing-A utk dibawa ke-ruang komputer. Cewek tsb mulai lg buka pembicaraan & mlihat prhitngan yg trakhir, dia tawarkan kalo dikurangi lg dgn nilai yg dituliskan dia di selembar kertas, saya yg sdah emosi lngsung jwb ttap nggak bisa. Mrketing-A kmbali lg nemani kami, saya tanya msh lama?, dia jwb sbntar lg, saya putuskan istri saya utk pulang duluan dgn naik taxi, istri saya kluar, mrketing-A bilang nggak hrs gitu, kasian istrinya disuruh pulang duluan, saya pikir lebih kasian lg kalo istri saya disini terus, kalo saya disini nggk pa2, mski sampai pagi, ayo kita kuat2an, tdk brp lama dia luluh jg, kmbali ke ruangan komputer utk ngambil ktp istri saya bserta voucher gratis nya & dserahkan ke saya. Saya langsung mnyusul istri saya yg sedang nunggu taxi, kami pun buru2 pulang sama2 dgn kndaraan sndiri.
Dr kjadian yg saya alami, intinya smua sama, mrk (sbagian para marketing) brusaha mndaptkan calon nasabah/member mati2an agar jd pembeli produk (brg/jasa) mrk, gmana pun caranya, hrs raja tega, nggk peduli keadaan calon pembeli, rasa empati mrk hilangkan. Dan yg mrk kejar jg kbanyakan calon pembeli yg nggak memiliki uang lebih, yg akhirnya jd mmbebani mrk stlah jd pmbeli/member produk mrk.
Saya yakin bnyk rekan2 kita yg lain mngalami hal yg sama. Utk itu kalo mmang tdk ada tndakan dr pmerintah/lsm, saya brusaha sndiri ngasih tau tman2, saudara2 kita jgn sampai 'KETIPU'. Saya akan coba e-mail/print forum ini utk dsebarkan ke rekan2/tman2/saudara2 yg lain.
Daripada ribut2 soal club bali, mendingan ikut pengajian kali yee...
Saya adalah salah satu member club bali bandung, saya termasuk orang yang merasa MENYESAL DAN TERTIPU telah joint dengan club bali, memang betul join dengan club bali sangat merugikan. Pokoknya setelah kita masuk ke club tersebut jangan bermimpi bisa keluar dengan mudah.
Setelah join dengan club tersebut apabila kita ingin membatalkan keanggotaan uang yang kita setor berapapun jumlahnya tidak akan kembali. TOLONG KEPADA YLKI untuk melakukan INVESTIGASI. Jangan sampai ada korban lagi...!!
huehuehuehuee
saudara setuju tuh sama sdr Mulyadi:
"Daripada ribut2 soal club bali, mendingan ikut pengajian kali yee..."
yang kecewa sama yang puas dengan mempunyai perbandingan yang sangat jauh. tapi itu semua bisa terjadi karena yang kecewa mencari tempat pengeduan dan yang puas "meneng wae"
Buat yang ngaji. tolong mereka yang dikecewakan didoakan ya semoga mereka dapat rejeki yang melimpah dari Tuhan melebihi uang yang telah diamalkan ke Club bali dan doakan juga semoga karyawannya juga insaf bahwa uang gajian yang mereka dapatkan dari Club bali dari hasil penderitaan orang lain dan doakan agar bisa mencari pekerjaan yang lebih halal walaupun dalam kondisi yang sulit ini.
Buat yang memohon bantuan ke YLKI jangan terlalu banyak berharap soalnya apa imbalannya buat pegawai YLKI apalagi situs online yang di internet aja belum ada dan masih perbaikan terus. ya selamat menunggu sampai kucing bertanduk ajalah.
Buat yang mau mengadu ke pemerintah juga jangan banyak berharap memangnya saudara siapa???. jika masih belum puas saya usulkan buat Reuni aja untuk orang-orang yang dikecewakan di seluruh Indonesia oleh Club bali atau ngumpul di mana terus demo bersama-sama jika sudah tidak ada orang yang bisa membantu lagi... itu banyak yang dipakai oleh orang-orang sekarang karena jika tidak teriak bersama-sama tidak didengarkan. jika tidak ya berdoa dan berdoalah..semoga doa sekalian dikabulkan.Amin...
Dari pada bingung dan sekalian sedikit tips buat masyarakat yang belum kena tipu. tips ini saya kutip dari situs yang sama tapi pada artikel lainnya:
jenis operandinya sama di semua kota.antara lain tebak angka,tekateki yang gampang2,undian dan kadangkala kerjasama dengan sponsor lainnya dan bahkan bisa tahu nama dan no.telp kita. mungkin mereka dapat bocoran dari lembaga keuangan atau instansi tertentu.mereka selalu lakukan di Mall2 dan plasa2. tapi ada trik jika penasaran dan ingin menghadiri boleh juga
1. Suami istri jangan membawa kartu kredit dari Bank manapun.
2. Bawa uang boleh tapi hanya sebatas ongkos pulang dan pergi.
3. Usahakan untuk tidak membawa anak atau hal-hal yang bisa membuat kita mengambil keputusan tiba-tiba diluar nalar yang sehat karena presentasi sampai malam anak2 pasti rewel.
4. Boleh juga tidak membawa HP agar kita tidak meminjam uang kepada teman dan saudara kita.
5. Jika disuguhkan minuman dan makanan usahakan berdoa dulu sebelum memakannya atau meminumnya.
6. Pada akhir acara anda biasanya mendapatkan voucher gratis. tebalkan muka sedikit dan setelah voucher di tangan jangan lupa ucapkan terima kasih kepada orang-orang yang pernah dikecewakan oleh club bali.
7..Tapi jangan senang dulu sebab Lebih Nyenyak tidur anda saat sebelum anda mendapatkan voucher gratis daripada setelah anda mendapatkan voucher itu karena akibat voucher tersebut biaya telpon anda akan membengkak. Akan lebih sibuk .belum lagi di benak anda akan timbul pertanyaan besar kok begini kok begitu. Lah Bingung ya.?? selamat bingung !!
CLUB BALI CEPE D
Hari Sabtu kemarin (30 Jun 2007), kami diminta datang ke Hotel Salak Bogor dengan pengantar bahwa kami mendapatkan Voucher Gratis utk menginap di Cibodas, Marbella-Anyer, Bali, dll dan untuk mengambilnya kami harus hadir suami-istri, karena hanya disuruh hadir maka kami datang untuk mengambil voucher tersebut. Begitu kami datang kami diminta untuk mengisi formulir dan diminta untuk tunggu sebentar untuk dipanggil. Setelah dipanggil kami diminta untuk mengikuti presentasi sekitar 90 menit, saya pikir presentasinya dalam bentuk presentasi secara bersama-sama ternyata presentasinya langsung ke kami. kemudian kami dijelaskan mengenai program Club Bali secara panjang lebar, disuatu kesempatan kami tanyakan berapa biayanya namun selalu dijawab nanti akan diberitahu dibelakang oleh managernya. Setelah panjang lebar akhirnya sampai juga ke biaya dan managernya datang dengan menjelaskan biayanya. Setelah itu mereka untuk meminta memutuskan saat itu juga, karena kami tipe orang yang berhati-hati maka kami minta waktu untuk memikirkan terlebih dahulu, namun mereka mendesak terus namun kami tetap bertahan untuk meminta waktu, mereka terus mendesak dengan mengeluarkan jurus-jurus marketingnya yaitu dengan mengeluarkan keuntungan2 tambahan. Akhirnya kami memutuskan untuk TIDAK, dan mereka tetap menepati janji untuk memberikan voucher. Namun begitu kami lihat vouchernya, memang voucher tersebut benar2 voucher utk menginap namun tidak sesuai janji diawal ternyata voucher tersebut hanya dapat digunakan di Club bali di Kota Bunga dan tidak boleh utk week end, namun kami tidak bisa berbuat apa2 karena namanya dikasih yang kami terima saja, akhirnya kami pulang dan diperjalanan kami mengucap syukur "UNTUNG TIDAK DIAMBIL...."
Emang clubbali tukang tipu...gw aja cabut dr situ...parah and busuk..gimana gak busuk..lah wong bule yg punya clubbali itu penjahat...wooi..pajak yg udah di potong dari karyawan..di bayarin dong ke negara..jgn di tilep....huuh..rejeki orang tuh.....dan biaya pribadi si bos and his family..yah di keluarin...jgn di masukin ke biaya perusahaan...wuuu...mo efisiensi pajak malah gelapin pajak...
Penipuan Club Bali Berkedok Angket Berhadiah
Pada tanggal 14 Mei 2007 saya bersama istri dan ibu saya pergi ke Mall Pondok Indah 2, Jakarta. Saat di North Sky Walk saya didatangi oleh seorang SPG menawarkan untuk menebak jumlah koin yang ada di boks jika tebakan benar akan diberikan hadiah tanpa syarat dan diminta alamat serta nomor telepon dengan alasan seminggu lagi akan ditelepon jika tebakan benar. Istri saya menebak jumlah koin itu 375 dan ibu saya menebak 399.
Selang tiga hari (17 Mei 2007) pihak mereka dengan nama Bali Paradise menelepon ibu saya dengan alasan mendapat hadiah voucher menginap di Bali karena tebakan benar dan diminta untuk mengambil di Sarinah Thamrin, Jakarta. Karena ibu saya memberikan hadiah itu kepada saya, maka saya disuruh untuk menelepon kepada Bapak Yoga (nomor telepon 98957504 dan 08174874646). Setelah saya telepon, saya disuruh datang ke Sarinah atau ke Hotel Ciputra, Jakarta, dan harus bersama istri.
Karena waktu itu belum tahu kalau itu Club Bali maka saya setuju untuk datang. Akan tetapi, tidak berapa lama kemudian istri saya juga ditelepon dengan alasan yang sama, namun karena curiga istri saya menanyakan kenapa bisa menang. Dijelaskan, bukan karena tebakannya tepat. Lalu karena curiga istri saya tanya, apakah ini dari Club Bali dan akhirnya mereka jawab benar. Istri saya menolak mengambil dan pada saat itu Ibu Oki agak kesal dan mengatakan, mengapa isi angket kalau sudah tahu Club Bali.
Padahal, istri dan ibu saya mengisi angket karena tidak tahu kalau itu Club Bali karena di situ tidak ada kata Club Bali dan hanya disuruh mengisi angket. Selama ini kami sudah empat kali (setiap tahun) terima undangan dari mereka, dan merasa tertipu dan kecewa. Pada tanggal 19 Mei 2007 saya ditelepon oleh Bapak Yoga dengan nada kasar menanyakan, kenapa tidak hadir kemudian menutup telepon dengan tidak sopan. Padahal, saya sudah bilang sebelumnya bahwa saya tak berminat untuk datang.
Mengherankan kenapa Club Bali harus marah karena saya tidak mengambil hadiah dan seharusnya tidak masalah. Mengapa Club Bali harus memakai nama lain untuk menarik nasabah? Agus Haryadi Jalan Maleo XIII, Pondok Aren, Tangerang
Saya member Klubbali..konsultan saya namanya tyas...(yang bersangkutan pasti sudah tau siapa saya)saya pake di JBR...kamar nya banyak KECOWA,kuotor,dekil,sprei nggak di ganti...pokok nya saya kecewa...bener bener!!masa begini rasanya jadi MEMBER....!
ketika saya mau pake RCI.makai nya ribet banget...seperti kita mau make gratisan..padahal kita kan dah bayar..mahal pula..!buat yang lain saya himbau agar HATI-HATI sama tipu daya sales nya clubbali.mereka bisa membuat orang tidak sadar untuk membeli membernya....cukup saya saja yang merasakan susah nya jadi member clubbali.
Dear All,
Berhubung saya sudah mempelajari pola kerja dan cara marketing time share. Saya memang nunggu diundang dan sengaja ngajak isteri (tapi mesti diyakinin dulu untuk menghabiskan waktu berharga kita malam-2 gitu)untuk datang kesana 'just sit nicely,eat, dring, listen...and...voila...kita dapat free voucher'. Setelah makan,minum, ndengerin informasi dan video saya langung ke harga, nah saat itu biasanya sales akan minta klarifikasi dan komitment (push selling), saya beritahukan saja saya datang kesitu untuk mengambil free voucher, dan tidak mampu (bukan tidak mau) membeli berapapun harganya (cuma kita biasanya gengsi ngomong gitu, apalagi didepan isteri), di saat itu sales akan kehilangan selera meneruskan presentasinya, we did handshake dan dapat voucher.
So, presentasi dismiss. I got "free voucher".
Saya hitung waktu 60 - 90 menit ngikutin presentasi mereka (dapat voucher menginap 1 malam) lebih produktif dibandingkan isteri saya nonton sinetron/infotainment di TV dirumah yg nggak dapat apa-2. worthed..lah
Ngomong-2 database mereka tidak terlalu valid, masak saya sampai diundang 3 x dikesempatan yg berbeda.
saya datang 2 x dan dapat 2 free Voucher.
Free VOucher saya pakai di JHR (puncak) dan Marbella, 'no problemo' (refund deposit juga kembali) memang Room Only tapi lumayan-lah bisa pakai gratis. kamar cukup lebar dengan standard service apartment (kitchen set dan tempat tidurnya banyak) iseng saya cek harga kamar di front office marbella, untuk tipe kamar yg kita pakai harganya Rp 700rb lebih (incl. breakfast) tapi tanpa kitchen set dan bednya hanya utk 2 orang.
Saat saya diundang ke 3x - nya, rasanya saya nggak enak hati juga jadi 'free rider' terus.
Sebelum datang kesitu saya sudah memutuskan untuk bergabung. Akhirnya kami gabung untuk jangka waktu 10 thn. Sekarang sudah tahun ke 4.
Sebagai member saya sudah pakai di Jayakarta Bali 10 hari, nggak ada masalah yg muncul, saya pakai point hanya weekday time karena untuk weekend, hitungannya lebih murah bayar Rp tidak pakai point. Karena tidak ada masalah dan kami puas maka kami membeli point lebih banyak.
Saat ini saya tetap memanfaatkan Club Bali untuk akomodasi dalam perjalanan, terutama untuk hotel -hotel afiliasi.
Yang saya pernah coba, hotel Singasana (Surabaya), Jayakarta Jogya, Jayakarta Bandung, Panorama, Putri Gunung (Lembang) secara keseluruhan tidak ada masalah besar yang timbul.
Untuk facility yang dimilikiCB sendiri, Saya pernah coba Kota bunga, untuk kamar standardnya terlalu sempit, di JHR lokasinya kurang menarik. yang saya nilai OK adalah Marbella dan Jayakarta Bali.
Begitu banyak uneg-2 negatif di forum ini, seharusnya membuat CB introspeksi mengenai metode marketing-nya (tapi ngomong-2 cara ini kaya'nya cara ini dipakai industri timeshare sedunia), saya diundang presentasi seperti ini di Singapore. mereka malah memberikan undangan pengambilan voucher gratis di Orchard Road dan langsung di ajak presentasinya (saya tidak ikut).
Di depan Jayakarta Bali juga saya alamai ada agen-2 perusahaan time share (competitornya CB mungkin) yang modelnya juga begitu, kasih free voucher tapi harus ikut presentasinya saat itu juga, kita malah diajak dan disediakan kendaraan di tempat mereka presentasi (yang ini lumayan voucher gratisnya untuk 5 hari kecuali sabtu dan minggu, lokasi hotel di Bali)
Yang harus diperbaiki CB adalah memaksa prospect untuk mengambil keputusan pada saat itu juga (dikondisikan). Setelah prospect tanda tangan dan jadi member mereka baru cukup punya waktu untuk menghitung untung-ruginya ,...dan ada diantara mereka yang menyesal (dengan berbagai pertimbangan) they feel trapped, framed.
Padahal, bila diberi waktu yang cukup, dan bisa mengambil keputusan dengan tenang,bukan tidak mungkin mereka akan memutuskan untuk bergabung jadi member (saat undangan ke 3, saya jadi member)..So, something wrong need to be fixed, kalo tidak image CB akan semakin memburuk.
Untuk hitungan, rasanya harga timeshare memang lebih mahal (+maintenance fee), tapi bila kita pakai di LN yang mata uangnya lebih kuat dari kita, akan terhitung lebih murah. Untuk unit yang dimiliki, dengan facility serviced apartment, rasanya harganya masih reasonable. untuk hotel afiliasi harganya kurang lebih sama dengan corporate rate atau voucher discount di travel agent local. tapi untuk hotel di Indonesia kalau dibandingkan dengan asiaroom.com atau asiatravel.com (saya biasa pakai ini) harga CB masih lebih murah.
Masalah reservasi,...nah..ini memang masalah, jalur teleponnya terlalu sedikit untuk menghandle member, jadi susah sekali bicara dengan reservation officernya. ini PR CB yang harus dipecahkan, Saya suggest supaya club Bali membuat Call Center dengan line telkom yang cukup. let them think!. kalo kita reservasi jauh hari (saya lakukan 3 bulan dimuka) rasanya selalu bisa dapat kamar.
Untuk yang mau mendapat 'free voucher', kesempatan selalu ada he...3x, Think about it.....saya yang sudah jadi member saja baru-2 ini dapat undangan lagi, tapi saya nggak tega untuk datang,...kasihan sales-nya dan saya malu juga.
Kalau mau free voucher 1 malam (bukan weekend) , tunggu diundang CB atau persh. lainnya. Enjoy aja!
Kalo mau dapat menginap gratis 5 malam, coba kalau keBali, jalan -2 sekitar kuta, hard-rock atau didepan hotel berbintang 3/4/5 siapa tahu anda diundang presentasi perusahaan time share. karena anda sudah tahu metode pemasarannya anda cukup duduk, makan, minum, bilang tidak mampu bayar, dan ..yahoo...dapat voucher menginap 5 hr (kalau nggak salah namanya Royal...apa gitu, lupa) so , just be happy dengan industri time share yang begitu baik hati menghambur-kan voucher gratis untuk kamar hotel yang mereka beli/bangun dengan investasi puluhan Milyard.
In fact, dalam bisnis kan tidak ada free lunch, mereka pasti sudah memperhitungkan cara marketing ini.
Yang sudah terlanjur gabung dan merasa terjebak tidak bisa keluar, saya ikut prihatin. Bila anda memang tidak ingin meneruskan sayang kalau hangus begitu saja ya?, kalo nggak salah ada mekanisme jual-beli yang difasilitasi CB, mungkin bisa minta bantuan mereka. Kalau di Singapore (kalau nggak salah koran 'strait times') ada iklan baris khusus tentang jual beli member time share ini. mungkin dengan dijual akan lebih baik (uang anda akan kembali). Saya belum punya pengalaman menjual membership
untuk jajaran Club Bali, saya harap sih bisa memperbaiki cara marketing-nya supaya lebih baik. Dan resikonya orang yang langsung membeli tentu lebih sedikit, tapi yang mau beli benar-2 berminat beli, dan toh kalau puas dia akan merekomendasikan ketemannya.
Semoga cerita, komentar dan Ide saya berguna.
Regards
Bambang Setyanto
Jgn terpengaruh dengan presentasi Klub Bali di hotel berbintang, sy pernah ke kantor pusat marketingnya cabutan semua, dan cuma ada sekitar 3 karyawan di sana.
Klo kita nginep dihotel dgn membawa nama Klub Bali, cuma dipandang sebelah mata ama management hotel tersebut.(krn klub bali cuma punya beberapa unit kamar) Pokoknya bener2 sengsara deh...gak bisa minta service apa2...
Tahun 2003, Saya pernah hampir kerja di Club Bali, kantornya di daerah Jaksel. Waktu wawancara, saya terheran-2 karena kantornya kayak gudang, dan betul-2 jorok. Saya diwawancara oleh pemiliknya, seorang perempuan Indonesia, yang suaminya bule. Ketika tahu bahwa itu adalah Club Bali, saya bener-2 ga minat lagi. Saya memutuskan langsung menolak tawaran, meskipun gaji yang ditawarkan cukup tinggi. Saya pikir bagaimana mereka bisa tawarkan gaji yang tinggi, sedangkan kantornya aja darurat gitu.
Tahun 2006 an saya dapat telepon dari CB, ngomongnya sih dari kartu kredit Visa. Kebetulan saya memang pakai Visa Card. Sales bilang, saya diundang sama suami untuk hadir di acara khusus Visa karena saya mendapat hadiah voucher gratis sebuah hotel (lupa). Karena tahu itu adalah strategi marketing CB, saya bilang saya ga tertarik yang gratis (nyombong dikit yee). Ketika terus didesak, dengan agak ogah-2 an, saya bilang saya akan telepon balik karena suami keluar kota. Lalu telepon saya tutup. Salesnya ga pernah hubungi saya lagi sampe sekarang. Yang saya bingung, dari mana dia dapat no kartu kredit beserta segala datanya.
Saya sependapat dengan Bapak Bambang Setyanto. Club Bali tidak seburuk yang dikira,saya sudah membuktikannya sendiri. Mungkin yang tidak pernah mendapatkan room, melakukan reservasi terlalu dekat harinya dengan waktu check in. Saya sendiri selalu melakukan reservasi 2 bulan sebelumnya dan selama ini tidak ada masalah, kualitas hotel dan apartemennya serta servisnya juga lumayan. Menurut saya worth it lah, meskipun para staf resepsionis dan reservasinya menurut saya kurang mencerminkan jiwa customer service yang baik dan tahan banting.
Bisnis ini untuk keluarga2 di Eropa dan Amerika sudah tidak lazim sekali, yang tentunya berbeda dengan pola pikir keluarga2 Indonesia. Di negara2 maju tersebut keluarga2 untuk berlibur dua atau tiga tahun ke depan mereka telah memikirkan/merancang HARI INI.
Hanya saja memang dari tanggapan/keluhan Bapak/Ibu khususnya yang menjadi member2 kita merupakan kritikan/masukan ide untuk kita agar layanan kita semakin mengesankan untuk keluarga Bapak/Ibu yang tentunya kita menghaturkan beribu terimakasih.
Donald J Trump sendiri mempunyai bisnis time share ini di Phoenix, dia mempuyai tempat di daerah itu dengan memiliki 118 kamar, dia tahu bahwa tempat itu bisa mendatangkan keuntungan finansial dan keuntungan liburan yang berkesan untuk para member-nya sehingga beliau menawarkan ke keluarga2 Amerika untuk menjadi member disitu. Yang tentunya harga keanggotaannya jauh lebih mahal dari keanggotaan Club Bali
Yang menjadi batu sandungan kecil sebenarnya, apakah Bapak/Ibu mau menukarkan uang Bapak/Ibu dengan kebebasan waktu bersama keluarga Bapak/Ibu yang tentunya bukan hal yang murah dari segi finansial
Kan selama ini Bapak/Ibu bekerja atau berusaha untuk mendapatkan uang, Bapak/Ibu menukarkannya dengan WAKTU. Dimana Bapak/Ibu tidak punya waktu untuk kelurga dengan alasan sibuk urusan 'kantor'.?
Hanya satu sich pertanyaan saya terhadap Bapak dan Ibu, mana yang lebih prioritas dalam hidup ini: KELUARGA atau PEKERJAAN?
Kalo saya salah mhon dikoreksi ya Bapak/Ibu.
Terimakasih yang sebesar2nya untuk kritikan/saran Member2 Club Bali yang terhormat.
Hormat saya,
Sidartha V
Kutipan...
"...Waktu itu saya melakukan reservasi untuk menginap di salah satu hotel di Lembang (4 malam) dan ternyata poin yang harus saya pakai 724 poin (identik dg 724 x Rp 2.200,00 = Rp 1.592.800,00).
Kalau langsung reservasi ke hotel (tanpa via Club Bali) biayanya Rp 2.400.000,00…”
“…. Dengan demikian Club Bali lebih mahal 3.004.600-2.400.000 = Rp 604.600,00...."
======================================================
Sidartha V | Sabtu, 08 September 2007
"....Yang menjadi batu sandungan kecil sebenarnya, apakah Bapak/Ibu mau menukarkan uang Bapak/Ibu dengan kebebasan waktu bersama keluarga Bapak/Ibu yang tentunya bukan hal yang murah dari segi finansial
..Kan selama ini Bapak/Ibu bekerja atau berusaha untuk mendapatkan uang, Bapak/Ibu menukarkannya dengan WAKTU. Dimana Bapak/Ibu tidak punya waktu untuk kelurga dengan alasan sibuk urusan 'kantor'.?.."
Hanya satu sich pertanyaan saya terhadap Bapak dan Ibu, mana yang lebih prioritas dalam hidup ini: KELUARGA atau PEKERJAAN?..."
Kita setuju jika pilihan KELUARGA lebih baik daripada terus terusan mikirin PEKERJAAN, tapi apakah dengan begitu kita harus masuk CB yang notabene tidak terlihat keuntungannya sama sekali, dari sisi harga yg ditawarkan, masih lebih murah kita reservasi sendiri. Dari sisi waktu "mungkin" lebih singkat jika dibanding lewat CB (berdasar keluhan yg ada), Dari sisi ekslusivitas sendiri tidak ada yg istimewa menjadi CB (atau saya yg tidak tau, tlg sebutkan?)...
Sebenarnya tujuan dari CB sendiri begitu mulia, mengedepankan KELUARGA, tapi sayangnya cara yang ditempuh oleh orang orang disekitarnya (oknum atau whateverlah) tidak dilakukan dengan mulia...bagi sebagian orang (90%?) seperti MENIPU. Memberikan informasi tidak akurat, menggunakan data rahasia pribadi (no HP, alamat, dlsb) yg entah darimana dapatnya !!!! dan tidak diberikan kebebasan untuk berpikir (dalam memutuskan), malah kita seolah olah dipojokan oleh waktu (rata-2 sepertinya undangannya sering malam terus) sehingga kadang pikiran (akal sehaT) kita sudah lelah dan tidak jernih lagi...(unsur paksaan ??).
======================================================
Lepas dar semua itu, CB sendiri pasti tidak akan berhenti dan terus merayu, menjerat dan mungkin memaksa untuk jadi membernya...bagi kita yg sudah terkena 'musibah' semoga menjadi bahan pelajaran di masa yad karena semakin hari semakin banyak betebaran cara tipu muslihat yg lebih halus....WASPADALAH...
Bagi yang sudah jd member dan merasa tidak keberatan dari segala sisi, semoga tidak akan pernah merasa kecewa atau tertipu oleh CB...
Dan kita berdoa, bagi orang yang belum masuk, TIDAK PERNAH DAPAT TELEPON atau AJAKAN dari yg mengatas namakan segala bentuk promosi yg ujung-ujungnya CLUB BALI juga dan jika penasaran ikut undangannya BERPIKIRLAH SECARA JERNIH sebelum memutuskan karena BUKAN HANYA DENGAN CLUB BALI SAJA ANDA BISA MENYENANGKAN KELUARGA UNTUK LIBURAN...
Salam Hangat
Wah, ternyata Penipuan bertopeng CB ini sudah lama toh. Padahal baru hari minggu kmrn Saya mengadiri Presentasi tsb di Hotel Horizon, Bekasi.
Untungnya saya bukan orang yang mudah tergiur, namun krn rasa penasaranlah saya hadir disana, tentunya dgn harapan dpt voucer penginapan gratis.
Presentasi yang dijanjikan selama 90 menit, ternyata menghabiskan waktu hampir 4 jam. Saya salut juga seh... sama Salesnya kok bisa tahan yach... Ngemeng selama 4 jam....
Yang lucunya lagi tuch Sales kesannya maksa bgt.
Dari Member Diamond yang nilainya sekitar 89 jutaaan ampe jenis Member Karyawaan (yg seharusnnya tidak dipromosikan) dia tawarkan juga. Pokoknya dari DP 9 jutaan ampe Yang 2 Jutaan (bisa diangsur 2 x lagi). Dia bilang Sertifikat Keanggotaannya TERBATAS dan HAnya bisa TTD KONTRAK PADA HARI ITU JUGA. MAKSA BGT NEH SALES.... MASA HARUS NGAMBIL KEPUTUSAN HARI ITU JUGA........
TRUS DIA JUGA NGEMENG, JGN SAMPE IBU & BPK MENYESAL, KRN KESEMPATAN INI HANYA DITAWARKAN 1 KALI. KATANYA LAGI BIARPUN Besok2x Ibu kembali lagi dgn Bawa Uang SEGEPOK ga AKAN DILAYANI JADI ANGGOTA. (Untungnya sampe saat ini saya TIDAK Merasa MENYESAL tidak ikut CB, malah merasa beruntung tidak jadi ikut)
Liburan yang ditawarkan ternyata tidak murah2x bgt kok, malah jd lebih mahal krn dikenakan maintenance fee.
Akhirnya saya pulang dgn membawa Voucer Penginapan Gratis yang memang jadi tujuan saya.
Mudah2xnya aja Voucernya JUGA BUKAN TEPUAN.... (Bisa dipake gitu)
Waduh barusan saya habis dari sana , udah bayar dp 30% lagi . Wah nyesel deh baru baca sekarang. Sebenernya tadi sempet gak mau sih tapi karena sales -nya bekas temen seangkatan adik ipar saya waktu kuliah, jadi saya percaya saja atas janji2 setelah menjadi member. Waduh gimana nih kalo masih terus gentayangan tapi gak pernah di -usut sama pemerintah. Betul sih apa yang tadi di jelaskan sdr Budi kalo step2-nya kayak begitu waktu nawarin member. mending gimana yahmelihat dp yang udah di bayar cukup besar>, apa mau di buktikan dulu? ( berarti mesti bayar cicilan dulu karena kartu baru bisa digunakan setelah 2 minggu ) atau putuskan segera membernya. Saya jadi bingung, seperti terkena hipnotis saja, kalau di pikir2 bener mencurigakan juga dari cara penawarannya.
wah kok begini yach .....sdr hengki kita mengalami hal yg sama saya tgl 30 mei 2008, saya jadi ragu ...tapi saya dah terlanjur jadi member? duh gimana nih