Online
Saat ini ada 44 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Barang Konsumen/Peralatan Rumah Tangga - Artikel
Isi Tabung Gas 12Kg Hanya Separuh
Sabtu, 15 Maret 2008
Bantuan Artikel
Pada awal bulan Maret 2007 kemaren, Gas yang lalu dibeli baru habis karena jarang digunakan, akhirnya suami saya beli lagi di warung sebelah rumah (krn deket so diantarnya cepat) setelah di rumah kami pasang dan ternyata isinya hanya 1/2 dari 12Kg dan suami saya sempat berpikir mungkin indikatornya yang rusak dan kami coba cek dengan pinjem tabung gas tetangga yang baru belanja juga di warung yang berbeda dan ternyata indikatornya masih bagus.
Akhirnya suami saya tlp ke PT. Kamal Putratama dan jawaban dari PT tersebut hanya menyarankan kalau membeli jangan yang pakai kondom warna biru tapi yang warna merah saja karena yang warna merah setelah dari gudang pengisian ditimbang lagi oleh karnyawan PT tersebut, tetapi kalau yang berwarna biru itu orang lain ngisi langsung dari gudang dan langsung dipasarkan tanpa pengawasan PT tersebut.
Memang kebutuhan ini jarang kita perhatikan karena kesibukan kita, apalagi isi dari tabung tersebut tidak kelihatan oleh mata jadi bagi Badan/Lembaga terkait mohon untuk diperhatikan.
Saya sebagai masyarakat kecil sudah susah, eh malah dibikin tambah susah. Terima kasih atas perhatiannya.
Linda
Jl. Kelurahan Ceger No. 102A
Jakarta Timur
Akhirnya suami saya tlp ke PT. Kamal Putratama dan jawaban dari PT tersebut hanya menyarankan kalau membeli jangan yang pakai kondom warna biru tapi yang warna merah saja karena yang warna merah setelah dari gudang pengisian ditimbang lagi oleh karnyawan PT tersebut, tetapi kalau yang berwarna biru itu orang lain ngisi langsung dari gudang dan langsung dipasarkan tanpa pengawasan PT tersebut.
Memang kebutuhan ini jarang kita perhatikan karena kesibukan kita, apalagi isi dari tabung tersebut tidak kelihatan oleh mata jadi bagi Badan/Lembaga terkait mohon untuk diperhatikan.
Saya sebagai masyarakat kecil sudah susah, eh malah dibikin tambah susah. Terima kasih atas perhatiannya.
Linda
Jl. Kelurahan Ceger No. 102A
Jakarta Timur
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 2 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru


Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
serba salah...
minyak tanah di kurangin di suru pindah ke elpiji..
di elpiji di kurangin juga..
wele2.. maunya apa sih pertamina
Salah besar dari kebanyakan konsumen di Indonesia selalu membiasakan dengan istilah"Sudahlah biarin aja"akhirnya karena kebanyakan menggunakan istilah itu,penjual itu seenak jidatnya aja menjual produknya.
Mari para konsumen bertindaklah kritis supaya penjual tidak seenaknya menjual produknya tanpa tanggung jawab