Online
Saat ini ada 65 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Jasa Pelayanan/Biro Perjalanan - Hati-Hati
Tertipu Biro Perjalanan Wisata
Sabtu, 15 Maret 2008
Bantuan Artikel
Bank penerbit biasanya juga menelpon ke kantor saya, jadi waktu itu saya percaya. Setelah itu dia juga meminta nomor kartu kredit saya, kemudian dia mengatakan bahwa saya mendapat kesempatan untuk menjadi anggota Bussiness Club International dimana saya nanti akan mendapatkan tiket pesawat plus hotel gratis. Dan untuk itu saya harus membayar sebesar 2.9 juta untuk iuran keanggotaan.
Saya menolak untuk ikut, namun walhasil mereka telah mendebet kartu kredit saya sebesar Rp. 2,95 juta tanpa seizin saya dan pihak bank mengatakan saya tidak dapat membatalkan transaksi tersebut tanpa surat pembatalan dari travel itu. Saya mencoba menghubungi nomor telpon Renno namun tidak digubris, travel tersebut juga tidak meladeni. Kemungkinan itu travel fiktif
Saya tidak tahu lagi harus melakukan apa, pihak bank hanya bisa membantu saya sesuai dengan kemampuan mereka (memblokir kartu saya) dan saya tetap harus membayar transaksi tersebut. Yang bisa saya lakukan hanya menulis surat ke situs ini dan melapor ke situs Polri (mudah-mudahan ditanggapi)
Sebagai informasi nama biro perjalanan itu "Family Travel" menurut pengakuan Renno (si contact person) terletak di Jln Plaju no 18 Menteng Jakarta Pusat.
Jika ada telpon dari orang yang mengatasnamakan travel itu atau mengaku dari bank penerbit, mohon jangan diladeni. Mudah-mudahan tidak jatuh korban lagi.
Catatan Redaksi: Surat berikut dikirim dalam hari yg sama namun jam berbeda.
(Lagi) Penipuan Kartu Kredit dan Biro Perjalanan
Tanggal 11/3 lalu saya mendapat telpon di kantor saya dari seseorang mengaku dari bank penerbit kartu kredit saya (Bank BNI). Dia menanyakan nomor kartu kredit saya, kemudian mengiming-imingi voucher menginap gratis plus tiket pesawat dari Family Travel selama 5 tahun berturut-turut hanya dengan membayar iuran keanggotaan sebesar Rp. 2,9 juta. Saya menolak untuk ikut namun karena saya tadinya percaya mereka dari bank penerbit kartu (pihak bank biasanya menelpon ke kantor,bukan ke ponsel saya) , saya terlanjur memberikan nomor kartu kredit saya dan walhasil kartu saya di debit tanpa seizin dan sepengetahuan saya.
Saya lalu menelpon ke call center BNI, namun respon yang saya dapat hanya "BNI tidak bisa membatalkan transaksi tersebut kecuali ada surat pembatalan dari pihak travel tsb"
Saya bingung harus bagaimana karena satu-satunya harapan berujung buntu. Contact person yang menghubungi saya tidak menggubris (ya jelas aja, wong sudah niat menipu dari pertama) begitu pula travelnya. Besar keyakinan saya bahwa ini travel fiktif belaka. Pihak BNI memberikan saya nomor telepon Family Travel tersebut, dan keempat-empatnya berbeda dengan nomor yang si contact person berikan kepada saya. Saya mencari-cari informasi lagi lewat internet, ternyata saya bukan satu-satunya korban dari travel ini. Di situs-situs yang saya temukan juga ada korban lain (sekitar tiga orang) yang ditipu oleh travel yang bernama sama dan bermodus sama, Family Travel dan kejadian itu sudah ada sekitar 4 tahun yang lalu. Bayangkan sudah berapa ratus korban yang menderita kerugian akibat ulah Family Travel itu.
Jujur saja, bagi saya uang Rp. 2,9 juta itu bukan jumlah yang sedikit dan saya tidak puas dengan jawaban dari BNI. Bagaimana data saya bisa jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut, sedangkan saya tidak pernah memberikan data apa pun ke pihak lain, apalagi travel yang domisilinya di jakarta sana (saya di Aceh). Selain itu transaksi tidak bisa dibatalkan tanpa surat pembatalan dari merchant, jadi kalau kasusnya seperti ini bagaimana? Apa sebagai nasabah saya tidak berhak untuk mendapatkan keadilan, sedangkan saya sudah menceritakan seluruh kronologisnya ke pihak Bank, bahwa saya memang korban penipuan? Bukankah tindakan mendebit kartu kredit orang lain tanpa seizinnya itu ilegal? Menurut saya, peraturan seperti ini sama sekali tidak berpihak kepada nasabah.
Saya ingin bertanya kepada rekan-rekan, apa bisa kasus seperti ini diajukan ke Mediasi Perbankan, mengingat Mediasi Perbankan menerima pengaduan yang bersifat kerugian finansial?
Selain itu, saya berniat untuk meneruskan kasus ini ke pihak yang berwajib, mengingat kasus ini sudah berjalan sejak empat tahun yang lalu (mungkin lebih) dan sudah memakan banyak korban. Bagaimana menurut rekan-rekan. Mohon sarannya, apa yang sebaiknya saya lakukan. Terima Kasih
Citra Florenca Eka Putri
KPPBB Lhokseumawe
Jl. T Hamzah Bendahara
Lhokseumawe
Saya tidak tahu lagi harus melakukan apa, pihak bank hanya bisa membantu saya sesuai dengan kemampuan mereka (memblokir kartu saya) dan saya tetap harus membayar transaksi tersebut. Yang bisa saya lakukan hanya menulis surat ke situs ini dan melapor ke situs Polri (mudah-mudahan ditanggapi)
Sebagai informasi nama biro perjalanan itu "Family Travel" menurut pengakuan Renno (si contact person) terletak di Jln Plaju no 18 Menteng Jakarta Pusat.
Jika ada telpon dari orang yang mengatasnamakan travel itu atau mengaku dari bank penerbit, mohon jangan diladeni. Mudah-mudahan tidak jatuh korban lagi.
Catatan Redaksi: Surat berikut dikirim dalam hari yg sama namun jam berbeda.
(Lagi) Penipuan Kartu Kredit dan Biro Perjalanan
Tanggal 11/3 lalu saya mendapat telpon di kantor saya dari seseorang mengaku dari bank penerbit kartu kredit saya (Bank BNI). Dia menanyakan nomor kartu kredit saya, kemudian mengiming-imingi voucher menginap gratis plus tiket pesawat dari Family Travel selama 5 tahun berturut-turut hanya dengan membayar iuran keanggotaan sebesar Rp. 2,9 juta. Saya menolak untuk ikut namun karena saya tadinya percaya mereka dari bank penerbit kartu (pihak bank biasanya menelpon ke kantor,bukan ke ponsel saya) , saya terlanjur memberikan nomor kartu kredit saya dan walhasil kartu saya di debit tanpa seizin dan sepengetahuan saya.
Saya lalu menelpon ke call center BNI, namun respon yang saya dapat hanya "BNI tidak bisa membatalkan transaksi tersebut kecuali ada surat pembatalan dari pihak travel tsb"
Saya bingung harus bagaimana karena satu-satunya harapan berujung buntu. Contact person yang menghubungi saya tidak menggubris (ya jelas aja, wong sudah niat menipu dari pertama) begitu pula travelnya. Besar keyakinan saya bahwa ini travel fiktif belaka. Pihak BNI memberikan saya nomor telepon Family Travel tersebut, dan keempat-empatnya berbeda dengan nomor yang si contact person berikan kepada saya. Saya mencari-cari informasi lagi lewat internet, ternyata saya bukan satu-satunya korban dari travel ini. Di situs-situs yang saya temukan juga ada korban lain (sekitar tiga orang) yang ditipu oleh travel yang bernama sama dan bermodus sama, Family Travel dan kejadian itu sudah ada sekitar 4 tahun yang lalu. Bayangkan sudah berapa ratus korban yang menderita kerugian akibat ulah Family Travel itu.
Jujur saja, bagi saya uang Rp. 2,9 juta itu bukan jumlah yang sedikit dan saya tidak puas dengan jawaban dari BNI. Bagaimana data saya bisa jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut, sedangkan saya tidak pernah memberikan data apa pun ke pihak lain, apalagi travel yang domisilinya di jakarta sana (saya di Aceh). Selain itu transaksi tidak bisa dibatalkan tanpa surat pembatalan dari merchant, jadi kalau kasusnya seperti ini bagaimana? Apa sebagai nasabah saya tidak berhak untuk mendapatkan keadilan, sedangkan saya sudah menceritakan seluruh kronologisnya ke pihak Bank, bahwa saya memang korban penipuan? Bukankah tindakan mendebit kartu kredit orang lain tanpa seizinnya itu ilegal? Menurut saya, peraturan seperti ini sama sekali tidak berpihak kepada nasabah.
Saya ingin bertanya kepada rekan-rekan, apa bisa kasus seperti ini diajukan ke Mediasi Perbankan, mengingat Mediasi Perbankan menerima pengaduan yang bersifat kerugian finansial?
Selain itu, saya berniat untuk meneruskan kasus ini ke pihak yang berwajib, mengingat kasus ini sudah berjalan sejak empat tahun yang lalu (mungkin lebih) dan sudah memakan banyak korban. Bagaimana menurut rekan-rekan. Mohon sarannya, apa yang sebaiknya saya lakukan. Terima Kasih
Citra Florenca Eka Putri
KPPBB Lhokseumawe
Jl. T Hamzah Bendahara
Lhokseumawe
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 112 komentar


Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
Mbak Citra , saya turut prihatin ats kejadian yg mbak alami, tapi seharusnya mbak harus sangat berhati-hati dengan data kartu kredit yg mbak punya karena sekarang utk mendebet KK hanya dgn no.kartu,security number & valid date saja aksi debet mendebet sdh bisa dilakukan.
Jika kejadian belum lama segera hubungi bank penerbit dan ceritakan kejadian yg sebenarnya bahwa mbak telah tertipu,seharusnya utk kasus mbak bank penerbit harus melakukan investigasi atas kasus ini & pihak bank harusnya sudah tahu bahwa KASUS SEPERTI INI SUDAH SERING SEKALI TERJADI.
Jika nanti ada kurir yg mengantar kartu anggota bussines club itu jangan di terima dan jangan menandatangani apapun tanya saja alamat pengirim dan catat & tolong beritahukan lagi di sini alamat & no.telepon biro perjalanan itu.
Silahkan urus pembatalan transaksi tersebut sampai berhasil.
Setelah itu segera tutup rekening kartu kredit anda dari pada dikemudian hari timbul masalah masalah yang lebih besar. Jangan jangan travel biro yang dimaksud seperti sering dikeluhkan konsumen di MK ini.
Salam.
Terima kasih atas perhatian rekan-rekan. Sekarang ini saya sedang mengusahakan untuk membatalkan transaksi tersebut via surat tertulis (mengingat lewat call center tidak ada solusi).
Perlu saya sampaikan bahwa dalam buku petunjuk penggunaan kartu kredit BNI (bagian Ketentuan Umum) ada poin yang mengatakan:
"Berkenaan dengan penggunaan kartu, dengan ini pemegang kartu memberi kuasa kepada BNI Card Center untuk mendapatkan/menyampaikan informasi mengenai data-data pemegang kartu dari dan/atau kepada pihak manapun".
Padahal sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No7/25/PBI/2005, Surat Edaran BI No7/24/DPNP, dan Surat Edaran BI No7/25/DPNP data-data nasabah tersebut tidak boleh diberitahukan kepada pihak lain, kecuali ada izin tertulis dari si nasabah tersebut sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia. Jelas-jelas ini sudah melanggar peraturan tersebut.
Saya yakin saya adalah korban dari pelanggaran peraturan itu. Kepada rekan-rekan mohon doanya agar cepat selesai :)
oh iya, ini alamat biro perjalanan tersebut.
Family Tour Travel
Jl. Plaju No. 18 Jakarta Pusat 10230
Telp. (021) 3901042, 3911821, 3903636, 3156211
Fax (021) 3155935, 31908004, 3903632
Buat yang tinggal di daerah menteng, ada nggak alamat yang seperti itu?
Soal paket yang harus ditanda tangan, sepertinya sudah terlambat, karena yang menerima satpam di kantor. Tapi di dalamnya ada sales draft yang tidak dibubuhi tanda tangan/nama saya dan ini yang akan saya jadikan dasar bahwa saya tidak pernah menyetujui transaksi tsb.
buat mbak citra, maju terus pantang mundur...
minta bantuan Pak Kornelis SH di forum ini tuh hehehe
Mbak Citra jangan sekali kali memberikan nomor KK anda pada siapapun,apalagi 3 digit terakhir dibalik kartu anda....pasti yang nelpon mbak pakai kartu Esia tuh
Wah, saya baru tahu soal begini, karena saya juga pernah ditawarkan oleh orang ini nih kalau gak salah, saya jadi ingat. Modusnya juga sama. Cuma waktu itu saya tidak bawa kartu kredit saya, saya gak bisa kasih tau dan saya bilang saya tidak tertarik sama sekali soal tawarannya.
Saya coba hubungi no.tlp yg mbak berikan & dari pembicaraan, no.tlp. tsb adalah no.tlp Family Tour & travel & alamat tersebut menurut orang yg saya tlp adalah benar.
Kiranya yang berwenang dapat melakukan investigasi baik itu dari BANK penerbit maupun YLKI atau mungkin pihak-pihak lain yg merasa berkewajiban.
@Nani: wah syukur deh mbak nggak terperangkap juga. Laen kali ada yang nelpon kyk gitu, langsung marahin aja abis2an biar nyaho!
@Boed : Kalo soal nomor telpon mereka sih ngaku, tapi begitu tau saya nelpon balik, diangkat, tapi dianya ga ngomong seolah-olah terputus gitu..jahat banget deh pokoknya.
Anyway..yang nelpon kemaren itu kan rada banci...jadi trauma nih dengar logat suara bencess getoooo....
Wah saya juga kemaren dapet telp dari salah satu asuransi klo ga salah dan khusus utk pemegang cc bank BC* dan saya lupa nama asuransinya itu.
Saya ditawari bayar sekian ribu per bulan untuk asuransi kesehatan dan seandainya klo saya masuk RS (mudah2an engga) maka saya akan diberikan santunan sekitar 300rb per hari.
Dan saya menolaknya, dan orang ini ngga meminta nomor kartu saya. Tetapi di tagihan CC saya ada sih formulir untuk berlangganan asuransi ini tapi saya emang ga tertarik.
Kira2 klo ngga dikasih tahu no CC kita ngga bisa didebet kan? Wah jadi takut nih.. kita tunggu tagihan saya bulan depan.
Awas aja klo ada hal-hal aneh karena saya baru saja minta ganti kartu sebulan lalu (kartu yg lama saya pakai belanja hosting di internet dan layanannya mengecewakan jadi saya cancel dan langsung minta card baru ke BC*), jadi yg tahu no kartu ini hanya pegawai bank BC* dan saya sendiri. (Belum pernah dipakai transaksi dimanapun).
We'll see..
saya sebagai salah satu orang pariwisata dan pekerjaan saya bergerak dibidang jasa pelayanan pariwisata amat sangat risih begitu membaca artikel saudara Citra yang tertipu oleh seseorang yang mengatas namakan biro perjalan wisata sbg bahan penipuan.
saya sangat prihatin karena wajah perusahaan pariwisata menjadi tercoreng karena ulah orang2 yg tidak bertanggung jawab.
saya juga takut kalau2 suatu saat nanti perusahaan saya yang akan dijadikan kambing hitam...
sekedar info bagi saudara Citra dan pembaca lain kami dari perusahaan yg benar2 bergerak dalam bidang jasa pariwisata tidak pernah memberikan iming2 hotel gratis, hadiah berupa hp ato lain2...dan ketika kita melakukan telemarketing sasaran kami pun bukan perorangan dan tidak pernah menanyakan perihal kartu kredit...
@Mbak Citra : mba bisa ngomelin orang juga yah hehehehe, denger suara bences jd trauma ?
@Niniek :
biro perjalanannya apa mbak ?
oya mbak citra, gimana kelanjutan aksi copet BNI dan family tour ??
@Ius: tadi sekitar setengah jam lalu, aku hampir "diteror" tuh sama yang nyopet aku. Katanya "Itu mbak nulis2 di internet maksudnya apa?" lha trus aku balikin "maksudnya apa?" (dasar bego ya ni orang). Trus katanya "Kalau mau batal ya batal aja" (percaya nggak? sekedar batal aja? Bull****! kenapa dulu aku nggak digubris, setelah aku nyerocos kesana kemari baru ente kelabakan?) Langsung aja aku tutup, takut ketipu lagi, males ah berurusan sama orang beginian...bencess lagi..jijay jablay deh!!
Heh Family Tour! Kalo ente2 emang pada baca tulisan gue, gue tunggu 1x24 itu surat pembatalan, ente Fax ke BNI skalian ke gue! Kalo nggak, well, you know what I can do, so, never mess with Citra, remember that! You'll be sorry!
@Mbak Niniek : kerabat saya juga punya travel, ironis memang saya jadi korban penipuan. Mbak, setahu saya ada badan persatuan Travel Agency di indonesia, bisa nggak Mbak kita laporin Travel yang nakal kesitu? Kalau ya, dimana ya Mbak alamatnya? Soalnya korbannya udah banyak banget, udah dari 4 tahun yang lalu nih kasusnya udah ada..Kalau bisa tolong informasikan saya alamatnya, ya Mbak.
Saran saya Travel Mbak Niniek ya dibuat situs resminya, berikut banner peringatan yang super gede supaya orang waspada.
@Ius : saya berdiri dibawah PT. Turangga Wahana Citra, dan saya berada di divisi TOUR, perusahaan saya berdomisili di Wilayah Jogjakarta dan belum buka cabang di daerah lain...
Terimakasih
@Mbak Niniek :kemana kita bisa laporin travel nakal? setahu saya travel itu kan ada badan naungan semacam persatuan travel agency begitu. Tau nggak mbak alamatnya dimana?
@Citra: di telepon sama si copet banci ? hehe ternyata banci ada nyali nya juga toh..
tar kabarin yah mbak, bener2 di batalin apa cuman ngemeng doank tuh si copet...
buat family tour : harga diri perusahaan ente itu seharga duit mbak citra yang di rampok yah ??
@Niniek : kalo buka cabang di jakarta, boleh nih ngelamar kerjaan
@Citra : coba search di mbah google aja...
@ Mbak Citra : kita emg ada persatuan travel agent namanya ASITA untuk ASITA PUSAT d/a Komplek Golden Plaza Blok A/30 Jl. RS. Fatmawati No.15 JKT 12420 Ph.021-75900095/94
coba mbak citra check soal Travel agent tersebut apakah termasuk dalam daftar keanggotaan ASITA.
untuk TURANGGA kita juga punya website koq mbak silahkan mbak citra kunjungi setelah launching akhir april di www.turangga-indonesia.com terimakasih atas sarannya...kita jadi punya tambahan bahan sebelum launching.
@Ius : Boleh2 kalau mau nglamar...tp kpn yah buka di JKT????
Mbak Niniek berdiri dibawah PT. Turangga Wahana Citra ??
ati ati lho mbak, kl angin gede ntar papan namanya ambruk, mbok ya berdirinya di teras or di dalem aja
(Just Kidding)
@Niniek : jangan dengerin Mas tommie, lagi mabok cinta
Kidding mas
Kalo buka di jakarta kabar2in yah heheh
fres graduate nih...
@Citra: tuh uda ada alamatnya, laporrrrrrrrrrrrrrrr
bakarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
ganyanggggggggggggggg
@Ius: mo melamar kerjaan apa melamar mbak Niniek?
@Tommie: halah..bilang aja pengen berdiri di samping mbak Ninik..
Just Kidding everyone
@Citra : yeeee mala ngegosip, urusin si banci dulu tuh, uda ada alamatnya
lamar mbak Citra aja sekalian
@agoesjoni: serem
to everyone..gimana kalau kita buka "buro jodoh"sapa tau kalian pada kawin masal seperti di Surabaya baru baru ini
hah Opa Jon mau buka biro jodoh ??
waduh.. Opa Jon ternyata tipe "don juan" juga nih
Kidding ya opa hehe
@Tommie : iya berdiri di bawah TURANGGA sampe kesemutan!!!
besok kita sama2 berdiri di samping mbak citra ajah biar gak ketipu lagi...
hahaha asik dapat pasukan...
ikutan berdiri di blkg mbak citra aja deh.. di samping da penuh sih
Ikutan nimbrung ya...
saya juga baru kena tipu ceritanya persis sama apa yg dialami mbak citra. Saya sudah memblokir kartu kredit saya dan lagi menunggu input dr teman-teman, apa yg bisa saya lakukan selanjutnya. Hari ini saya baru menerima kiriman dari travel itu dan akan mengirimkan kembali sesuai dgn saran yg pernah saya baca disini.
Oh iya, ini nama dan alamat lengkap travel itu :
PT. Annea Prima Samudra (Tour & Travel service)
Perkantoran Rajawali Jln. Rajawali Blok B-14 Ps. Minggu Jakarta Selatan. Tlp (021) 7818626, fax (021) 78845851. Waktu itu yg menelp saya adalah Irma dan Viola.
Saya berharap bisa mendapatkan sharing pengalaman bagaimana menyelesaikan masalah ini. Oh iya, mereka mendebet paksa (ngerampok)uang saya sebesar Rp3.999.000 melalu kartu kredit HSBC.
Salam,
Nur
Makassar (hp ; 081355424219)
Maaf, saya tidak punya kartu kredit (duh senang nya
)
tp mungkin ada member disini yg mengerti masalahnya. yg saya tau (sbg orang awam), kartu kredit itu membutuhkan tanda tangan pemilik pada setiap transaksi, kl tidak ada harusnya dianggap tidak sah.
Sebenernya kl bisa (apa bisa?) di telp bank nya, di ancam aja aduin ke Polisi atas dasar penipuan dan kejahatan perbankan dimana Pihak Bank dan outletnya melakukan transaksi tanpa sepengetahuan dan persetujuan pemilik krn disitu tidak tercantum tanda tangan sbg bukti sah transaksi ...
eh itu jg kl emang tanda tangan sbg syarat mutlak
Mbak Citra ...
sama saya juga dulu pernah terkena Tipu oleh Family Travel yan beralamat di daerah Plaju No.18 Menteng
kejadiannya sama seperti mbak ..pihak travel tersebut mengaku dari pihak Bank. dan yang lebih menyebalkan ..voucher yang dia berikan ternyata tidak bisa dipakai ...alias tidak berlaku dan tidak berguna.
(Adi-jakarta)
- family travel di jl. Plaju no. 18 Jakarta
- nama direkturnya nilawati.. vacation tour & travel di jl. Plaju no. 18 Jakarta
semuanya sama saja yaitu penipuan penawaran wisata dengan pembayaran via kartu kredit.. semoga pihak terkait seperti bank memproteksi nasabah kartu kreditnya kalo-kalo ada pendebetan kartu kredit nasabahnya secara misterius & pihak kepolisian segera menindak travel yang beralamat di jl. Plaju no. 18 Jakarta.
Kalo Family Travel yang di JL Plaju no 18 itu sih memang jelas2 penipu. Saya pernah ditelp pihak mereka, awalnya mereka ngaku dari Visa/Mastercard (Perhatikan baik2 kalimat ini), kemudian menanyakan apakah ada masalah dalam pemakaian, kemudian mereka menyanjung saya karena pemakaian kartu saya baik, terus mereka menawarkan paket perjalanan yg ujung2-nya mereka minta saya meminta saya menyebutkan 16 digit no CC saya. Mereka sudah tahu 8 digit awal no CC saya (ini mah semua orang juga bisa tahu) dan saya diminta menyebutkan 8 digit terakhir, alasan mereka hanya untuk konfirmasi aja (tolong dipikir, kalo untuk konfirmasi harusnya mereka duluan yg menyebutkannya, saya tinggal bilang benar atau salah). Saya kasih aja nomor acak. Mereka juga meminta exp date (yg ini saya kasih beneran) dan nama yg tercantum di CC (ini juga saya kasih beneran). Abis itu mereka mengucapkan terima kasih dan meninggalkan nomor kontak mereka yg bisa dihubungi kalau ada apa-apa.
Saya sering belanja buku di amazon.com, juga sering beli tiket seminar dengan CC tanpa digesek (cuma telp ke Visa/Master untuk minta kode otorisasi). Jadi saya ngerti bgt resikonya.
Setelah itu saya sms mereka:"Wahai tukang tipu! Bertobatlah mumpung masih hidup! Sudah berapa bnyak pemegang CC yg berhasil anda tipu?"
Agar diperhatikan pemegang Kartu Kredit, untuk konfirmasi Bank apakah penanya betul betul pemegang kartu kredit tersebut maka pertanyaan Bank adalah :
- Tanggal lahir penelpon
- Nama Gadis ibu penelpon
Bank tidak akan pernah menanyakan ke konsumen nomor kartu kredit, yang pertama menyebutkan nomor {KK atau Consumers Number} adalah pemegang KK bila ada masalah yang akan ditanyakan ke Card Center, kemudian untuk konfirmasi baru ditanyakan dua pertanyaan diatas.
Sehingga bila Bank lebih dulu menghubungi pemegang kartu kredit (apapun alasannya)dan meminta konfirmasi nomor kartu kredit jelas bukan dari Bank yang mengeluarkan kartu tersebut ,kemungkinan akan ada unsur penipuan.
Salam.
Wah, baru sekarang terbaca... padahal gw kenanya sudah dari september lalu.. Masih bisa dibalikin gak ya? bukti gesek dari dia semuanya masih ada.. totalnya 5.945.000. Semua didebet paksa... busyet.. gak pake konfirmasi2 gitu. Dijanjikannya sih tiket untuk seumur hidup.. Tiap tahun diberi voucher tiket sejumlah seperti waktu dijelaskan. Tidak pakai masa berlaku pula (katanya....) Gila... cuman bedanya, saya sempat menukar satu lembar voucher penerbangan dari Jakarta ke Medan.. Bisa dipake, hanya saja layanannya benar2 menyusahkan, kalo diantar mesti tambah ongkos antar 20rb. belum lagi kalau booking, biasanya rada susah...
Berhubung ini terjadinya tahun lalu, 17 September 2007 dan 21 September 2007, kira2 masih ada kemungkinan bisa dituntut nggak? Karena pada waktu itu kebetulan saya lagi cukup sibuk, tidak bisa menindaklanjuti kasus ini lebih dalam, tapi sekarang kebetulan membaca banyaknya kasus yang sama... Jadinya saya ingin mendapat kepastian dari semua ini..
Terima Kasih...
@vicam sihois: kyknya nggak bisa lagi, Pak. Soalnya keberatan atas tagihan KK itu paling lambat diajukan 30 hari sejak tanggal terbit tagihan.
Sekarang saya lagi mengusahakan untuk mengajukan keberatan thd tagihan saya tersebut.
Oh.. iya, tapi kalau tidak salah, waktu itu katanya (lagi2 katanya...) kalau dalam masa satu tahun, paket yang ada tidak dipergunakan, maka bisa diminta refund... Ntar lihat gimana lah.. Soalnya 30 hari sudah lewat, setahun belum tiba... Bingung juga.. Hanya saran saya bagi yang ditelepon seperti itu, acuhkan saja... Trims...
adududududuuuuuuuuh......bener2 deh si Family Travel ini!!!!
makluk ( si penelepon yg tipu2 ) terbuat dari apa seh dia???
sungguh teganya teganya teganya....menguras duit orang!!!mencemarkan perusahaan yang bener2 bergerak di bidangnya!!!!!
wajib dipenjarakan tuuuuuuuuuuuuuhhhh!!!!
@Mbak Niniek...udah sih dipenjara..cuma penjaranya atapnya dicuri..akhirnya kabur lagi itu orang dari Family travel
@NIniek : setujuuuu, penjarain aja tuh biar kapok.
Iya nih, udah banyak tuh korban berjatuhan lagi di artikel sebelah. Kita aduin ke ASITA aja kali ya, ke YLKI juga. Biar kapok!
saya turut prihatin dengan semua kejadian mslh penipuan biro perjalanan wisata ini, tp bg saya pribadi itu tergantung dr diri kita sendiri, begitu mudahnya anda memberikan no kk pdhl itu bersifat PERSONAL
dan bgitu mudahnya anda mempercayai omongan seseorang yang belum kita kenal dan berada jauh dengan lokasi anda
belum tentu saudara kita sendiri (ortu, adik, kakak, ipar whatever lah) bisa kita percaya tul gak
lalu knp anda bs percaya? pdhl saya yakin anda itu org berpendidikan. jd intinya kitalah yang BODOH...!!! bisa ditipu..... jgn percaya sama MARKETING dlm bentuk apapun apalagi bencesss.... mrk itu PENIPU
sorry ya bg mrk yg berprofesi marketing...
Klarifikasi dari Manajemen Paradise Club by Vacation & Family Tour & Travel…..
Perlu diketahui oleh semuanya bahwa dalam suatu transaksi ada 3 pihak yang terlibat dalam perdagangan, yaitu PERUSAHAAN, MARKETING dan KONSUMEN... yang saling berhubungan.... dan saling menguntungkan menurut legalitas atas keabsahan transaksi tersebut.
PERUSAHAAN Tour and Travel hidup dari KOMISI yang diberikan Wholesaler Hotel, Penyelenggara paket tour domestic/internasional dan maskapai penerbangan/airlines atas settlement keseluruhan transaksi setiap bulannya (jumlah kamar/paket tour (perpax)/seat yang diberikan ke hotel/penyelenggara tour/airlines oleh perusahaan)
sementara MARKETING mendapat monthly salary dan bonus sale dari komisi yang diterima perusahaan,
di lain pihak, KONSUMEN berhak untuk mendapat penjelasan tentang produk yang ditawarkan, mengetahui apa yang di jelaskan marketing, untuk apa nomor kartu kredit diberikan dan memahami bahwa transaksi yang dimaksud TIDAK SAMA dengan transaksi pembayaran/pemakaian kartu kredit biasa.
Pertanyaan untuk KONSUMEN :
Apakah anda sudah memahami produk yang ditawarkan marketing kami dan mengetahui bahwa transaksi yang dilakukannya TIDAK SAMA dengan transaksi biasa? kalo belum, berarti anda …….???? MINIM INFORMASI….!!!! dan andapun harus tau kalo disetiap transaksi itu selalu ada resikonya! Entah itu menguntungkan ataupun merugikan anda.
Perlu diketahui bahwa transaksi jarak jauh bisa dilakukan dengan system P.O.S (Phone Order System) sudah dilegalisasi oleh Bank Indonesia dan AKKI (Assosiasi Kartu Kredit Indonesia). Cara mendapatkannya pun TIDAK MUDAH, Bank melakukan survey sedetail-detailnya, dimulai dari legalitas perusahaan, lokasi perusahaan, rekening perusahaan, laporan transaksi harian, mingguan, bulanan dan referensi perusahaan (perusahaan/hotel/airlines mana saja yang sudah bekerjasama dengan family tour & travel), setelah disetujui diharuskan deposit yang tidak sedikit jumlahnya, baru Authorization Machine EDC (Electronic Data Capture) dengan system P.O.S bisa dikeluarkan oleh Bank cukup rumit dan memerlukan waktu yang relatif lama.
Contoh kecil : Bagaimana Bank melakukan survey atas applikasi kartu kredit yang anda ajukan….????? mereka telpon rmh dan ktr, tanya penghasilan, Tanya referensi, Tanya saudara yg tidak serumah, survey rumah dan foto-foto rumah (untuk aplikasi kk gold) dsb.
Jadi…. Bagi mereka yang tinggal DIDAERAH dan belum mengetahui sistem seperti ini mudah-mudahan sekarang sudah mulai mengerti dan faham.
1 hal lagi…. Travel kami dalam melakukan pemasaran sangat aktif, dengan istilah tidak nunggu bola, tapi cari/jemput bola, semua difokuskan/call centre di Jakarta, Nasabah kami banyak dari Sabang sampe Merauke, baik secara individu maupun corporate.
Manajemen Family Tour & Travel :
1. TIDAK PERNAH menginstruksikan bahkan MENGHARAMKAN untuk menyebutkan/membawa nama instansi/perusahaan lain, apalagi dari perusahaan salah satu penerbit kartu kredit dalam memberikan presentasi tentang produk kami dan bagi yang melanggar akan dipecat dengan tidak hormat dari perusahaan.
2. Authorization Machine / EDC Machine dan Credit Card adalah M E D I A dalam melakukan transaksi jarak jauh secara flexible, pembayarannya pun dapat dicicil sesuai dengan minimum payment.
3. Paket/voucher yang diterima merupakan paket sementara sebagai BUKTI SAH atas program kami yang bisa ditukarkan dan digunakan kapan saja.
Kami menyadari semua masalah yang timbul di media (Koran, internet, dll) adalah atas ketidakpuasan produk dan merasa sangat dirugikan dgn sistem pembayaran P.O.S, banyak sekali klien tidak tahu dengan sistem ini, apalagi orang daerah…. dengan santainya mereka menyebutkan no kk & expirednya karena punya pikiran bahwa kk-nya tidak bisa didebet tanpa di swep/gesek di mesin EDC dan tanpa tandatangan akan tetapi setelah billing statement sampai dan melihat jmlh tagihan langsung kaget disitu tertera nominal yang dari pernah disebutkan dari family tour & travel, akhirnya lapor ke bank penerbit kartunya dan tidak mengakui adanya transaksi tersebut. Untuk mencegah hal seperti ini maka kami memakai system VOICE LOGGER atau V.R.S (Voice Recording System) dan PABX System sebagai consolidate line-nya. Sistem ini kami pakai untuk BUKTI kalo nantinya terjadi hal-hal seperti tersebut diatas. Sistem bekerja secara otomatis, semua pembicaraan via telpon terekam di server (mainframe computer), marketing tekan nomor telpon maka secara otomatis nomor telpon dan pembicaraannya terekam/record sampai marketing kami menutup telponnya, semua data diback-up di CD perhari.
Terimakasih atas laporannya, kami menyadari perusahaan kecil kami banyak sekali kekurangannya namun diperusahaan besarpun seperti tercantum di halaman depan web site ini banyak sekali kritikannya, namun ini menjadi bahan/acuan untuk kemajuan perusahaan, agar perusahaan kami bisa menjaga keamanan dan kenyamanan klien.
Dana yang didebet dari kk calon klien atas kesalahan team marketing kami (oknum) dalam memberikan presentasi dari awal hingga akhir akan segera kami kembalikan dan akan tertera di billing statement berikutnya dengan kode “CR”.
Sekian dan terimakasih…..
Daniel Widjaya
MR ABDUL HARIS....!!!! perusahaan TIDAK PERNAH mempunyai niat MENIPU...!!!! sama sprt halnya lembaga tinggi negara, sama seperti halnya dari kepolisian, apa mereka menyuruh bertindak yang ga jelas...??? seandainya sdr punya perusahaan/toko apa anda berniat untuk MENIPU konsumen anda....???? anda berhasil menipu hari ini dan anda untung, tp apa mungkin besoknya konsumen yg anda tipu kembali lagi untuk beli produk anda...???? anda jgn berpikran sempit menuduh perusahaan yang berniat menipu....!!!!! itu adalah OKNUM BOS....!!!!
@family Tour : sekarang begini aja deh, kalau memang anda profesional (seperti yang anda bilang) segera deh fax surat pembatalan transaksi atas semua orang yg keberatan dengan transaksi yang didebet dari kartu kreditnya ke BNI Card center (khususnya) atau ke Card center bank lain (umumnya). Di situs ini ada 3 orang (termasuk saya) jadi kirimkan fax surat pembatalannya atas nama kami itu.
Tapi ingat, itu juga kalau anda memang profesional. Saya tunggu 2 jam dari sekarang.
@Family Tour: Apakah anda sudah memahami produk yang ditawarkan marketing kami dan mengetahui bahwa transaksi yang dilakukannya TIDAK SAMA dengan transaksi biasa? kalo belum, berarti anda …….???? MINIM INFORMASI….!!!! dan andapun harus tau kalo disetiap transaksi itu selalu ada resikonya! Entah itu menguntungkan ataupun merugikan anda. ==> katanya profesional, kok begini cara menjawabnya? sekolah dimana dulu?
2. Authorization Machine / EDC Machine dan Credit Card adalah M E D I A dalam melakukan transaksi jarak jauh secara flexible, pembayarannya pun dapat dicicil sesuai dengan minimum payment. ==> persis seperti reno bences bilang ke gw. Modus yang sama...
keliatan banget ni travel nggak berniat menyelesaikan masalah. Kita lah dibilang minim informasi
Berarti kita dikasih informasi seminim2nya,, kalau niatnya baik, kan harusnya sebelum kita ok-kan itu transaksi, harus dijelaskan donk sejelas2nya..
@Nani: setuju Mbak. Mana ada maling ngaku maling! memang sih niat menipu itu tidak ada. Tapi ingat kan kata bank napi "kejahatan terjadi bukan hanya karena ada NIAT dari pelakunya, tapi juga karena adanya KESEMPATAN. waspadalah waspadalah.
Mereka mah nggak nunggu kita bilang OK mbak, mau ok atau nggak yang penting nomor kartu dah ditangan mereka...tinggal swipe aja... nah giliran kita ngamuk, kita yang dibilang minim informasi?
Ingat kata Mbak Niniek :kalaupun ada promo, sasarannya bukan perorangan dan tidak pernah meminta nomor KK
@familytravel: kalau memang nggak niat mau menipu kenapa ngaku2 dari BNI? Karena anda yakin kan, kalau ngaku dari travel orang2 pasti bakal langsung nutup teleponnya. kenapa ngaku2 dari visa/mastercard (dalam kejadian lainnya) Anda bisa aja bilang "mengharamkan" tapi toh itu yang terjadi di lapangan? Seenaknya mengaku dari bank? Kalau memang anda jujur kenapa kasus ini sudah ada sejak empat tahun yang lalu?
[ITU ADALAH OKNUM.... SM SPRT HALNYA YANG TERJADI DI INSTANSI PEMERINTAHAN, LEMBAGA TINGGI NEGARA, KEPOLISIAN, DLL CUMAN BEDA VERSI.... DAN OKNUM SEPERTI ITU WAJIB DITINDAK TEGAS, DALAM KATEGORI PERUSAHAAN KARYAWAN YG TIDAK BISA MENJAGA NAMA BAIK & KREDIBILITAS PERUSAHAAN HARUS DIKELUARKAN, FAHAM YA BU...]
Jangan anda pikir kami bodoh lalu bisa anda takut-takuti dengan melaporkan ke kuasa hukum. Orang disini juga pinter bung! [SAYA TIDAK MENGANGGAP BODOH..... TAPI SEBELUM BERBUAT SESUATU COBA DIPIKIR DULU.... ANALISA DULU.... CONTOH : INGET KASUS PAK SBY YG DICEMARKAN NAMA BAIKNYA SAMA MANTAN ANGGOTA DPR?
Bisa diliat pernyataan dari mbak Niniek (anggota disini yang juga bergerak di bidang travel dan tour), itu tidak ada yang namanya promo langsung ke perorangan, kalo pun lewat telemarketing, tidak pernah menanyakan kartu kredit.[KALO TRAVELNYA MBA NINIEK MUNGKIN PASIF DAN BERLOKASI DI YOGYAKARTA (maa ya mba niniek klo penilaian saya salah, tp klo travel mba niniek punya marketing tlng ditanya job descriptionnya, tentu intinya cari klien/konsumen kan... baik secara perorangan dan corporate) TP DIJAKARTA ORANG AKTIF, SPRTI KATA PAK BAGAS, KENCING AJA BAYAR..... SAYA ULANGI YA BU KARTU KREDIT ADALAH SEBAGAI MEDIATOR UNTUK MSLH PEMBAYARAN, SELAIN ITU KAMI JUGA BISA TRANSFER,CHEQUE,GIRO, KK, KRN PEMBYRN PAKE KK LEBIH FLEXIBLE DAN PEMBYARANNYA BISA DICICIL SESUAI MIN.PAYMENT, (URUSAN BUNGA KK TANYA BANK YBS) MUNGKIN MARKETING KAMI LSNG TANYA KPD CALON KLIENNYA PUNYA KK ATAU TIDAK.
Satu lagi, paket apaan itu yang dikirim ke korbannya? karton-karton doank,[PAKET SEMENTARA SEBAGAI BUKTI SAH IBU MENGIKUTI PROGRAM KAMI] emangnya kita2 nggak pernah naek pesawat? KALO IBU MAU NAIK PSWAT TIKET BISA DIAMBIL DIAGENT MASKAPAI TERDEKAT DI KOTA IBU ATAU DIBANDARA BLANG BINTANG, ITU NAMANYA SYSTEM ON-LINE, reservasi langsung ke travel? dimana2 reservasi langsung ke hotelnya? [LALU KENAPA SMUA HOTEL/MASKAPAI PENERBANGAN JUAL VOUCHER KE TRAVEL2 AGENT? KLO HARGA GO SHOW (ISTILAH DTG LSNG KE HTL) KONSUMEN DIKENAKAN HARGA HOTEL (MAHAL) TAPI KALO RESERVASI VIA TRAVEL AGENT HARGA LMYN DIBAWAH HARGA GO SHOW (HOTEL) emangnya kita2 nggak pernah nginap di hotel? [ SAYA YAKIN IBU SERING NGINAP DI HOTEL TP IBU BELUM KENAL SYSTEM SEPERTI INI, KAMI MAKLUM KOQ....]
Sudah terlalu banyak korban, masih mau ingkar juga. keluhan atas nama travel ini juga bukan hanya disitus ini. saya tetap keep track loe, dan benar, saya dan korban yang lain tidak akan diam saja. [OKE DECH..... SANTAI AJA BU..... INTINYA KAN DANA IBU MAU DIKEMBALIKAN.... ]
satu pertanyaan lagi, dari mana dapat data pribadi kami seperti nomor telepon kantor etc? [WADUH PERUSAHAAN TIDAK PERNAH NGURUSIN MSLH DATA.... NAMANYA JUGA MARKETING BU...BU.... PAK BAGAS KAYAKNYA LEBIH TAU,BISA DARI YELLOW PAGES... ATAUPUN SPT KATA PAK BAGAS,]
BTW THANK'S YA ATAS INFORMASI DAN KRITIKANNYA, TANPA INFORMASI DARI IBU MUNGKIN AKAN BANYAK KORBAN YANG DILAKUKAN OLEH OKNUM MARKETING KAMI, SEKARANG OKNUM TSB SDH KAMI SKORS TP STLH SYSTEM V.R.S KAMI TEMUKAN AKAN KAMI PECAT....
@family Tour:[WADUH PERUSAHAAN TIDAK PERNAH NGURUSIN MSLH DATA.... NAMANYA JUGA MARKETING BU...BU.... PAK BAGAS KAYAKNYA LEBIH TAU,BISA DARI YELLOW PAGES... ATAUPUN SPT KATA PAK BAGAS,] ==> SPT? wah gw yang orang pajak mau dikibulin soal pajak?
yellow pages lagi..ya ampun...keliatan banget ya minim informasinya?
Iya emang, saya maunya dana tersebut dikembalikan. So? Apa yang bisa kalian lakukan sebagai travel yang profesional? Gimana tawaran saya soal memfax surat pembatalan ke BNI atas nama saya dan 2 orang lainnya? Sanggupkah?
SPT....=> Seperti..!!! (ATAUPUN SPT (seperti) KATA PAK BAGAS).... sklh (sekolah) sech, koq spt (seperti) ini bs (bisa) kerja di ktr (kantor) pjk (pajak)
, tuch khan ujung2nya (ujung-ujungnya) minta pembatalan, santai aja lg diproses di Bank kami koq...
Yellow pages tau ga.... itu lho buku informasi mengenai nomor telp dari infomedia, masih ga tau... coba ajae web sitenya
ckckck...perusahaan profesional koq cara menyelesaikan mslhnya seperti ini
dari cara bapak memberikan jawaban dan menanggapi komentar/komplain yg ada bisa menunjukkan "kelas" profesional bapak.
@Family Tour: oke, kita santai ya, sambil liat bener nggak omongan anda. Saya bakal hubungi Call Center BNI.
@Yasni: setuju! asli ngakak saya bacanya. Kasian ya, hari gini masih ada orang yang kyk gitu. Biarin aja dia marah2 sendiri, kan makin menunjukkin tingkat "keprofesionalitas" -nya seperti yang anda bilang.
Ntar kan konsumen lain yang siapa tau mau nyari tiket pesawat bisa dapat referensi yang berguna untuk menjauhi travel seperti ini.
@Familytour : mungkin anda menilai perush kami pasif silahkan...saya hargai penilaian anda. Ato Mungkin pola marketing kita beda yah??Krn saya diperusahaan ini selaku sales executivenya.
Saya juga pernah masuk ke pasar Jakarta tp yang saya tuju memang bukan perorangan, anda sendiri juga tau bergerak dibidang jasa klo mengandalkan market FIT ( Free Incentive Tour) dgn minimal 1 org client brp seh untungnya??? Sasaran saya langsung ke perusahaan dan selama saya menekuni perkerjaan saya ini saya tidak pernah menanyakan client saya perihal KK seandainya pun ada salah satu karyawan perush yg di perush yg kami tuju di jakarta (ex:kluarga sekretaris pertamina) ingin membeli voucher hotel di Hyatt Regency Jogja, saya sendiri cenderung melarikan order tsb ke bagian reservasi perusahaan kami. Dan seminggu sebelum voucher tersebut digunakan kami baru minta pembayaran ( terserah Client mau menggunakan media apa dan bagaimana). tp apabila pembayaran tersebut nihil (check di mutasi rekening perush kami) maka vouchernya pun kami hanguskan.
Jadi intinya ketika saya marketing dalam prinsip saya tidak ada konsumen saya yg akan saya rugikan ato saya untungkan. saya dan client saya akan sama2 rugi ato sama2 untung. dan saya bersyukur selama ini belum ada complain.
jadi menurut saya mungkin perusahaan anda harus lebih jeli menerima seorang marketing karna perusahaan anda sendiri yg akan merugi (yg anda katakan telah disalah gunakan oleh oknum). sangat disayangkan perush sekelas Family Travel yg uda menjajah pasar luar pulau bisa teledor dengan cara kerja marketingnya. dimana seorang marketing berlaku sebagai wajah dari perush anda.
saran saya jika memang perush anda telah disalah gunakan oleh oknum cobalah bertindak lebih reaktif dan beritikat baik menyelesaikan konflik diatas sesegera mungkin agar tidak ada oknum lain lg yg berbuat hal sama. mengingat begitu banyak orang yg merasa tertipu dengan (maaf) Family Travel.
@Mbak Citra : sabar mbak....
ya Mbak CItra, sabar ya ... mending kita mkojok lagi yuk
@Mbak Niniek: Applause buat mbak.. kena banget tuh!
@Pak Daniel Wijaya dari family tour,apakah anda juga owner yang sama dengan perusahaan yang mengelola penyewaan rumah/appartement di Bandung?...@Mas Tommie...tah eta mulai deui ngahereyan Citra
@Opa Jon : sumpah ini mah seuriues bukan heureuy
Ha...ha..ha Kalau mbak Citra tau,merah mukanya loh
@opa Jon : tau ajah aku baru pake blush on
lah koq malah pada ngerumpi
ckckck...perusahaan profesional koq cara menyelesaikan mslhnya seperti ini dari cara bapak memberikan jawaban dan menanggapi komentar/komplain yg ada bisa menunjukkan "kelas" profesional bapak.
Yth, Bpk/Ibu Yasni....
Tergantung "kelas" apa yang saya hadapin...
trims ya....
Yth Ibu Niniek....
Mungkin sistem dan versi kita beda, masing2 company punya kebijakan sendiri.
Namun pada intinya family tidak punya NIAT SEDIKITpun untuk MENIPU/MENCOPET calon customer kami, yang melakukan seperti itu adalah OKNUM. Karena bagi saya pribadi makan uang HARAM tidak bakalan berkah, kasian anak istri..... saya punya MORAL dan AGAMA.
saya bisa rasakan apa yang dirasakan bu citra or else.... saya suka cubit diri saya sendiri sebelum mencubit orang lain.
thx ya bu....
@Pak Daniel Wijaya dari family tour,apakah anda juga owner yang sama dengan perusahaan yang mengelola penyewaan rumah/appartement di Bandung?
Sanes kang Jon.... Abdimah KAPOK bisnis jeung urang bandung..
Punteun ka urang bandung.... etamah oknum meureun nya....
Yth Family Tour
Kenapa banyak oknum yang menggunakan nama perusahaan anda yah???Kebetulan juga ada nama Bp. Daniel Wijaya yg ditanyakan oleh Opa Jon...(yg mungkin ada bersangkutan dengan keluhan)
Apakah benar oknum yg anda maksud sudah di skors???Kenapa tidak di proses sekalian ke pihak berwajib???Sehingga semua pihak tau bahwa Manajemen Family Travel benar2 tidak ada sangkut pautnya dengan pendebetan KK.
Maaf bukannya saya menggurui karena ini menyangkut nama baik perusahaan anda...
Saya salut atas Klarifikasi dari Bpk. Daniel Wijaya semoga klarifikasi tersebut segera terealisasi.Dan nama baik Family Travel bisa pulih.
Saya pribadi prihatin membaca begitu banyak complain atas nama perusahaan anda.Bahkan kejadian berulang2 terjadi dan telah terakumulasi kurang lebih 4 th lamanya.
Beruntung kita punya Media Konsumen...Beruntung ada seseorang seperti mbak Citra sehingga perusahaan yang namanya telah disalah gunakan oleh oknum bisa bertindak...
@Family Travel : Apa hubungan Saudara dengan Vacation Tour & Travel yang beralamat sama dengan saudara di Jl. Plaju No.18???????
@Mbak Citra : Mbak Tunggu Realisasinya dari Bpk. Daniel Wijaya...
@mbak Niniek : bener mbak, saya tunggu realisasi dari family travel
wah wah family tour mulai berbicara neh...
tp saya bingung sama kalimat
"Perlu diketahui bahwa transaksi jarak jauh bisa dilakukan dengan system P.O.S (Phone Order System) sudah dilegalisasi oleh Bank Indonesia dan AKKI (Assosiasi Kartu Kredit Indonesia)"
Yang legalisasi kan BI dan AKKI,
dan itu tanpa persetujuan semua pemegang KK, secara data "setuju" it saya yakin ngak valid. karena AKKI itu ngak mewakilkan semua pemegang KK ( pasti ada pro dan kontra )
kalo memang yang Legalisasi persetujuan P.O.S itu BI dan AKKI, kenapa ngak KK nya yg anggota itu aja yang di lakukan sistem P.O.S ? toh dia yang setuju kan ? dan mbak citra (korban) ngak pernah mengatakan setuju untuk di debet, dan ngak ada pemberitahuan dari 2 lembaga itu bahwa ada P.O.S
masalah minim informasi :
seharusnya perusahaan yang memberitahu informasinya, bukan konsumen yang mencari informasi.
*jadi komentar deh
He...he...he Ius dudah bangun
Apakah benar oknum yg anda maksud sudah di skors??? ===>disetiap company kan ada rule SP1->SP2->SP3->last.... GET OUT....=== Kenapa tidak di proses sekalian ke pihak berwajib???Sehingga semua pihak tau bahwa Manajemen Family Travel benar2 tidak ada sangkut pautnya dengan pendebetan KK ===> [kasian bu niniek saya masih punya hati nurani, di Jakarta merantau, ngekost, saya liat aplikasi lamarannya dia orang bireun (Aceh Juga), tau sendirikan kejadian tsunami di Aceh.... di aplikasi dicantumkan nama ortunya sudah alm.... tapi saya introspeksi sendiri mungkin perusahaan yang terlalu memberikan target penjualan. atau bisa juga desakan keperluan untuk hidup di Jakarta.
thx ya atas commentnya
kalo memang yang Legalisasi persetujuan P.O.S itu BI dan AKKI, kenapa ngak KK nya yg anggota itu aja yang di lakukan sistem P.O.S ?toh dia yang setuju kan ? dan mbak citra (korban) ngak pernah mengatakan setuju untuk di debet, dan ngak ada pemberitahuan dari 2 lembaga itu bahwa ada P.O.S ===> NAMANYA JUGA MARKETING BOS.... DAN YANG JELAS PRSHN TIDAK TAHU MENAHU MSLH DATA....
masalah minim informasi :
seharusnya perusahaan yang memberitahu informasinya, bukan konsumen yang mencari informasi ===> KITA ADA KOQ BOS SCRIPT PRESENTASINYA, DIMULAI DARI PENGENALAN DIRI, PRSHN, PRODUK, PAYMENT, CLOSING, STLH ITU ADA KONFIRMASI DARI MANAGERNYA, STLH YBS OK ADA KONFIRMASI JUGA DARI BAGIAN FINANCE, JD TIDAK SEMBARANGAN MENDEBET KK ORANG ADA RULE YG HARUS DI JLNKAN, YG JELAS SAYA JUGA MENJAGA NAMA BAIK PRSHN DI BANK SELAIN DI CUSTOMER.
THX ATAS COMMENTNYA...
Ehem, maaf, setahu saya, kalaupun oknum itu yang melakukan kecurangan, apa gak salah, bukannya yang debet itu perush.nya, otomatis uangnya masuk ke perush. kan.
Sorry, saya gak gt paham soal pendebetan KK oleh perush., kalaupun karyawan/oknum yg mendebet, bukannya harus tetep pake account perush.? Atau setiap karyawan/oknum setiap kali mendebet, lgs bisa ambil cash untuk kepentingannya sendiri?
@mba citra: di tagihan yang debet itu perush. kan?
Berdasarkan Pengalaman Saya Pribadi
JANGAN PERCAYA DENGAN BIRO PERJALANAN
VACATION & FAMILY TOUR & TRAVEL
JL. PLAJU NO. 18 JAKARTA PUSAT.
ITU TRAVEL TIDAK BENAR.....
@Mbak Nani: Iya mbak bener, di billing statement saya debitnya atas nama "Family Travel".
@Pak Sudiono: setuju banget Pak. Bisa diliat dengan bagaimana mereka menangani komplain saya.
@familytour: bagaimana, sudah difax surat pembatalannya ke BNI Card Center?
Kayak kata Ronald Reagan: I trust you, but I must verivy this.
@Pak Sudiono => makasih pak atas informasinya......
@ citra => Saya urus dengan bank saya, nnt bank saya yang urus ke BNI, faham ya bu.
Ehem, maaf, setahu saya, kalaupun oknum itu yang melakukan kecurangan, apa gak salah, bukannya yang debet itu perush.nya, otomatis uangnya masuk ke perush. kan.=> lha iyalah.... oknum itukan memakai fasilitas perusahaan, otomatis perusahaan yang kena dampaknya tp perusahaan bertanggungjawab koq.
Sorry, saya gak gt paham soal pendebetan KK oleh perush., kalaupun karyawan/oknum yg mendebet, bukannya harus tetep pake account perush.?==> mana ada si bank memberikan merchant EDC ke perorangan.....] Atau setiap karyawan/oknum setiap kali mendebet, lgs bisa ambil cash untuk kepentingannya sendiri? => tidaklah.... semuanya dikontrol perusahaan, marketing hanya dapat insentif atas penjualannya. coba dibaca lagi artikel saya dari atas, mudah2an bisa dimengerti...
thx ya....
@familytour:
NAMANYA JUGA MARKETING BOS.... DAN YANG JELAS PRSHN TIDAK TAHU MENAHU MSLH DATA...
kok aneh sih perusahaan bisa ngak tau kerja si marketing ? dan ngak tau tentang data2 ? lalu data tersebut dpt dr mana? ngak mungkin ada pihak bank mau memberikan data ke orang yang bersifat personal.
ngak ada yg awasin tuh marketing nya ?
terus kalo marketing uda debet, pasti duit nya msk ke perusahaan kan ?
giliran marketing berbuat salah, di bilang oknum, kalo marketing berhasil masukin duit buat perusahaan, di bilang anak buah
kesian deh karyawan disana, di tuntut cari penghasilan, tp di anggap oknum
duit kan masuknya ke perusahaan juga, dan yang menikmatinya itu juga atasan si oknum, berarti perusahaan itu bos oknum donk ??
ga sekalian search nomor kart kredit orang laen tuh ?
neh nomor KK saya 9999999999999999999999999999999999999*
@Ius : komen Ius mah emang selalu MANTEEEEPPP
Untuk hari ini heronya Ius dah pokoknya..!!
@bener kan Ius udah bangun
@Opa : Ius gak bisa tidur, gatel pengen komen
Masalah data nasabah, sebernya bisa di dapat dg mudah, dikarenakan ada bbrp perusahaan gy memperjualbelikan data, data biasanya diambil dr orang2 yang mengajukan KK (lewat agent) data terkumpul banyak disitu, dan mereka tahu siapa yg di approve dan yg tidak, jd disaat datanya dipergunakan oleh pihak pembeli data, jd pembeli sudah tahu datanya nasabah bank mana, cuma mrk gak tahu no kk nya, makanya diminta nyebutin no kk nya aja
(nama, alamat no telp dah lengkap, cuma gak punya no kk), maaf ini bukan dr agentnya (mereun) ini juga oknum ... benerkan familytour??
(bkn ngebelain family, cuma dikit aja hihihi). Sebenernya pihak family mmg kemungkinan tidak tahu menahu maslaah data, krn data biasanya urusan marketing, mrk di haruskan cari customer dg data dr manapun (kl tempat lain sich bgt yg gue tau) dan para marketing menghalalkan sgl cara itu yg salah dr para oknum marketingnya bukan travel nya, bener gak??.
Nah sekarang masalahnya, familytour pun sudah menyadari hal itu, dg mengatakan bahwa ada oknum di perusahaan nya, dan itu BUKAN KESALAHAN pihak familytour secara langsung. Untuk memulihkan nama baik, seharusnya familytour melakukan tindakan cepat dg cukup hanya memverifikasi (bukan membela diri) thd semua keluhan customernya dan selanjutnya mengumumkan bahwa telah melakukan pembatalan order thd customer yg complain a.l atas nama :
1. Dadang Dasim alamat ... no telp ..
2. Yayat Katel alamat ... no telp ..
3. Asep Rante dst
dll
dg tambahan : kepada para customer yg merasa keberatan agar mengajukan surat keberatan untuk diproses bla .bla.. bla.
Hal ini akan dilihat customer sbg itikad baik, dan
nama familytour akan cepat pulih kembali. Karena walaupun kesalahan marketing (dan customer tidak pernah melihat ini, mrk tetap menyalahkan induknya) perusahaan tetap harus bertanggung jawab .. kenapa?? krn keuntungan di pihak perusahaan .... teruss ...
"terus kalo marketing uda debet, pasti duit nya msk ke perusahaan kan ?
giliran marketing berbuat salah, di bilang oknum, kalo marketing berhasil masukin duit buat perusahaan, di bilang anak buah "
... disambung ke komentar bung ius no. 84 ... yakin, pst nyambung
@mas tommie :
coba kalo perusahaan nya mengatur anak buahnya dalam mencari data ? pasti akan aman nama baek family tour tsb..
orang pasti berpikir, setiap orang kerja akan ada komandonya ( kepala ) yang mengatur cara kerjanya...
mas tommie, perdana m3 ada yg 11 digit per box gak
Ya ndak bisa toh bang Ius, kl perusahaan mengatur anak buahnya dlm cari data, ya mereka gak akan gaji marketing dunk, cuma perlu operator doang pada akhirnya
Ada kayaknya, di Authorized Dealer nya
@lus : thx ya atas commentnya btw masih sekolah atau sudah kerja...???
@tommie : BRAVO BOS..... thanks a lot....
@ citra dll.... tunggu proses dr bank, saya sudah CREDIT VOUCHER artinya bank akan mengkreditkan kembali kembali ke dana nasabahnya
@lus : orang pasti berpikir, setiap orang kerja akan ada komandonya ( kepala ) yang mengatur cara kerjanya...
CONTOH YANG MASUK LOGIKA BUAT LUS.....
APA KEPALA KEJAKSAAN AGUNG (kasus urip tri...)ata LEMBAGA TINGGI NEGARA (kasus Al-Amin)MENYURUH ANAK BUAHNYA UNTUK BERTINDAK NEGATIF....????
APA ANDA KALO MENJADI HEAD DEPT/COMPANY AKAN MENYURUH STAFF/KARYAWAN ANDA BERBUAT NEGATIF....????
@91 : tetep saja yang di cap jelek itu perusahaan nya atau instansinya, dan perusahaan harus siap jg nerima kritik atau cacian karena anak buahnya.. jadi jangan menyalakan oknum. kesian si oknum, kerja buat perusahaan juga.
dan kasus ini kan yang nikmatin itu perusahaan, kalo kasus yg #91 anda ini yang nikmatin personal
bedain juga donk kasusnya, antara lembaga pemerintahan (non profit ) dan lembaga komersil (profit)
kalo saya jd owner saya ngak akan nyuruh buat negativ, TAPI SAYA BUAT TATA CARA JOB DESCRIPTION yang NANTINYA NGAK AKAN NGERUGIIN NAMA PERUSAHAAN. ALIAS NGAK MEMBIARKAN ANAK BUAH KERJA SEENAKNYA. ALIAS ADA SISTEM KERJA dan ETIKA KERJA
salut deh buat familytur yg mau credit kembali duit "nasabah"
thx lus....