Online
Saat ini ada 145 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 1435

Rekreasi & Belanja/Belanja Online - Hati-Hati

Hati-Hati Penipuan Kartu Kredit via Telemarketing

Kamis, 28 Februari 2008

Bantuan Artikel
Senin 25 Februari 2008 sekitar jam 15.30 saya mendapat telpon dari Ibu ZENIA mengaku dari VISA & MASTER CARD PUSAT JAKARTA. Dia bilang karena pemakaian kartu kredit bagus dan tidak pernah over limit, saya terpilih untuk mengikuti program WHITE CARD dari VISA & MASTER CARD PUSAT. Dengan mengikuti program tersebut saya akan mendapatkan:

- Free tiket pesawat 2 orang untuk tujuan ke seluruh Indonesia PP
- Voucher belanja Min. Rp. 300.000,- per bulan di tempat – tempat tertentu
- Diskon 10% - 40% dengan menunjukkan White Card jika berbelanja dengan kartu kredit.
- Event bulanan dengan memberikan voucher dan even tahunan dengan memberikan tiket pesawat dan hotel gratis.

Untuk semua keuntungan di atas hanya membayar biaya administrasi satu kali seumur hidup sebesar Rp. 3.900.000,-. Untuk pembayarannya bisa dicicil dengan menggunakan kartu kredit yang saya punya selama 10 bulan.

Kemudian saya diminta untuk memilih kartu mana yang akan saya pakai untuk membayar biaya tersebut. Kemudian dia mengarahkan saya untuk menyebut angka terakhir kartu saya dan masa berlakunya seolah-olah untuk konfirmasi seperti yang dilakukan petugas Card Center bahwa saya memang pemegang kartu yang sah. Karena dia sudah menyebut nomor awal kartu dengan benar dan saya anggap dia benar-benar dari Visa & Master Card pusat, saya menurut saja. Kemudian dia minta mengirim fax kartu kredit beserta KTP saya.

Sebelum saya mengirim fax yang dia minta, saya telepon ke bank penerbit kartu untuk menyakan program White Card tersebut. Alangkah terkejutnya saya karena menurut pegawai bank itu saya baru saja melakukan transaksi sebesar Rp. 3.800.000,- via internet dengan PT BALE TOUR & TRAVEL. Padahal saya belum memberikan persetujuan dan Zenia tidak pernah bilang kalau akan langsung mendebet kartu saya.

Akhirnya saya minta kepada Bank penerbit kartu untuk membatalkan transaksi tersebut. Sedetik kemudian Zenia telpon lagi menanyakan fax kok belum terima. Karena merasa dibohongi saya marah kepadanya. Tapi dia mangkir dan bilang kalau saya tadi sudah bilang iya dan program tidak bisa dibatalkan. Saya bilang bahwa saya sudah membatalkan ke Bank penerbit, tapi dia ngotot bahwa program tidak bisa dibatalkan meskipun saya sudah menghubungi bank karena bank tersebut (Citibank) masih kalah dan kedudukannya di bawah ASOSIASI VISA & MASTER CARD tempat dia bekerja (Apa Maksudnya ???).

Agus Abdulloh Ma'mun
Griya Kebonagung A1/01
Sukodono Sidoarjo


Artikel lain dalam kategori Rekreasi & Belanja/Belanja Online :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 12 komentar


  1. Brio | Pesan | Rabu, 27 Pebruari 2008

    Bung Agus :

    Walaupun ini telah terjadi hati hati dengan kk anda karena mudah dipergunakan untuk penipuan, jangan sampai menyebutkan nomor rekeningnya,nomor yang depan kan sudah tertentu justru yang penting adalah nomor akhir tersebut yang merupakan identitas masing masing pemilik. Kalau Bank anda dapat memblokir transaksi tersebut sukurlah. icon_biggrin

    Mungkin anda juga dapat membaca beberapa Artikel mengenai Bale Tour & Travel dibeberapa tulisan yang lalu,untuk melengkapi pengetahuan anda tentang perusahaan tsb.

    Salam.

  2. Abie | Pesan | Rabu, 27 Pebruari 2008

    Pak Agus,

    Hal yang sama persis terjadi sama saya,bedanya penelpon adalah laki2 yang mengaku bernama Frans,waktu menelpon sangat meyakinkan dengan menawarkan sama seperti anda,dan mengaku dari Visa dan Master card Pusat Jakarta,tapi saya sudah janggal ketika menanyakan nomer kartu kredit,karna buat apa?toh kalau mereka sudah tau data tentu tidak lagi konfirmasi mengenai data nomer kartu.

    Sampai akhirnya saya tutup telpon,kemudian saya check ke card center,dan alangkah terkejutnya saya kalau bank kartu kredit tidak pernah bekerja sama dengan Visa dan Master card ,kemudian saya telpon kembali ke nomer Frans tadi,ternyata itu adalah kantor Telkom Jakarta,saya semakin yakin kalau itu penipuan.

    selang satu jam Frans telpon saya lagi untuk minta nomer KK saya,saya jawab "Anda PENIPU.."dengan embel2 sedikit makian,mereka langsung tutup telpon.

    Kemudian saya telpon card center kembali,saya mendapat penjelasan kalau bank penerbit kartu kredit bekerja sama dengan Merchant atau Travel/Hotel dll,pasti akan diinformasikan melalui cardholder/dilampirkan di Billing tagihan.

    Jadi kita harus berhati-hati.

    saya turut prihatin dengan anda pak AGus,semoga kejadian itu tidak terjadi dengan pengguna KK yg lain.

    salam.

  3. KARNA | Pesan | Rabu, 27 Pebruari 2008

    hal kejadian yg berkedok tour dsb, kerap terjadi pd pemegang CC c*t*b*nk, walaupun tidak tertutup kemungkinan ada dr pnerbit cc yg lain.

    satu hal yg pasti bila ada org yg mengatasnamakan dari bank penerbit cc menghubungi kita, yg embel minta sebutkan angka di blk kartu mk lsg tutup aja telp nya...

    sebab bisa diduga modusnya penipuan.

  4. Barce | Pesan | Rabu, 27 Pebruari 2008

    Ini kejadian lucu sekaligus mengerikan, karenanya kita sebagai pemegang kartu kredit harus berhati?

    Suatu hari hp saya ditelepon oleh seseorang yg mengaku dari card center kartu kredit saya, dia mengatakan akan mengupdate data2 pribadi saya. Dia lalu bertanya data2 pribadi seperti nama ibu kandung, alamat penagihan dll.

    Terus saya jawab, coba mbak bacakan yg ada di sana, nanti saya konfirmasi benar atau tidak. Si mbaknya jawab, lho gak bisa pak, saya kan tidak tahu kalau bapak pemegang kartu kredit ini atau bukan. Saya jawab, lha saya pun tidak bisa dong menyebutkan data2 pribadi saya, mana saya tahu kalau mbak memang dari card center atau mau nipu saya.

    Lalu saya bilang, kalau mau update, kirim saja form via pos atau fax atau email saja data yg perlu saya update, nanti saya yg tel card center. Sampai sekarang (sudah hampir 6 bulan lalu) surat, fax atau email tsb tidak pernah sampai icon_razz

    Tel yg masuk memang tercatat di HP saya, tapi saya terlalu malas untuk investigasi, yg penting saat itu kartu saya tetap aman.

  5. boed | Pesan | Rabu, 27 Pebruari 2008

    Saya jg sering mendapat tawaran seperti ini, dan saya tidak pernah menanggapai saya selalu bilang jika di debet dari account saya ,saya tidak mau.

    Teman saya juga pernah mengalami hal yg persis seperti bapak dan sewaktu di hubungi ke kantor mereka dan menanyakan kenapa di debet sebesar 1,9 Juta ,jawaban mereka sangat tidak enak dan mereka bilang karena sudah di setujui teman saya & ada rekaman pembicaraan tapi teman saya yakin tidak pernah menyetujui dan dlm menyebutkan no.kartu dan valid date nya di arahkan oleh si operator, teman saya langsung menghubungi bank penerbit kartu menceritakan kronologisnya dan dari bank penerbit langsung memblokir kartu jg menginvestigasi transaksi tersebut, dan akhirnya transaksi tersebut digagalkan dana yg terlanjur di debet sdh dibatalkan.

    Saran saya "Jangan pernah menyebutkan No.Kartu,Valid Date,& security number yg ada dibelakang kartu" info terakhir yg saya dapat tanpa menyebutkan security number di belakang kartu, transaksi jg dapat dilakukan.

    UNTUK AMANNYA JANGAN PERNAH MEMBERITAHUKAN NOMOR-NOMOR ATAU DATA KARTU KRDT APAPUN KEPADA PIHAK YG TIDAK JELAS.

  6. P.N Jonathan | Pesan | Kamis, 28 Pebruari 2008

    pokoknya pak Agus kalau dapat telphone dari siapa saja yang anda nggak kenal dan anda tidak pernah buat appointment dengan penelpon langsung tutup saja nggak usah pakai basa basi lagi...kan mereka juga nggak pakai basa basi lagi...turut prihati pak,semoga bank mau memblokirnya icon_mad icon_mad

  7. marco | Pesan | Kamis, 28 Pebruari 2008

    Telemarketing lagi...Telemarketing lagi... icon_eek

    Apa sampai sekarang belum ada perangkat hukum yang bisa menangani kasus ini. icon_rolleyes

  8. Thio | Pesan | Jumat, 29 Pebruari 2008

    u/ Bp.Agus kiranya dapat dikonfirmasi ulang ke bank penerbit mengenai pem-VOID-an transaksi yang dilakukan oleh Zenia si penipu itu. Jadi untuk memastikan saja bahwa transaksi benar2 sudah dibatalkan.

    Tidak melulu penipu berkedok dari perusahaan A lah atau B lah. Biasanya juga dan sudah menjadi rahasia umum bahwa pihak bank penerbit juga SERING memberikan data2 kita sebagai nasabah ke perusahaan2 seperti tadi diatas. Ya ngomomg kasarnya dua-duanya akan kecipratan untung dari kelengahan nasabah.

    Ini bukan omong kosong belaka. Kejadian serupa terjadi pada saya, tapi dengan memaksa saya bertanya asal muasal data saya didapat darimana. Dan dikatakan bahwa dari bank penerbit KK saya itu. Bedanya saat itu ketika dikatakan Bapak adalah pengguna KK yang tidak pernah over limit lah, setiap bulan aktif lah karena ada pemakaian, setiap bulan pembayaran bagus lah/on time/tidak pernah menunggak. Lalu saya bilang: "Mengapa bisa demikian? Padahal baru 1 minggu yl saya mengajukan aplikasi ke bank penerbit tsb".

  9. M. Nazar A | Pesan | Rabu, 07 Mei 2008

    Memang bikin pusing kalo media yang seharusnya berguna untuk transaksi yang memudahkan kita ternyata disalahgunakan oleh orang-orang yang beritikad tidak baik.

    Apakah sampai saat ini Bp. Agus belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan?...

    Beberapa waktu lalu saya juga mengalami hal serupa, meskipun saya tidak menyetujui pembayaran ternyata rekening saya sudah didebet... jadi cukup satu kali konfirmasi data langsung beberapa rekening kartu kredit saya didebet (mungkin mereka sudah punya daftar kartu kredit saya) dan tidak bisa dibatalkan sepihak, tetapi begitu paket dikirimkan langsung saya kirim balik... dan menurut KUH perdata terhitung 30 hari jika yg bersangkutan tidak mengembalikan uang kita (dana kita tetap berada dalam penguasaannya) maka kita bisa menempuh jalur hukum pidana penggelapan....

    begitulah ceritanya... akhirnya mereka mengembalikan... sebelum sempat saya laporkan... shg saya tidak punya alasan lagi untuk memproses mereka

    Bapak Agus usut saja... karena pendebetan transaksi EDC tidak bisa diambil tunai tapi masuk ke rekening tertentu... berarti pemilik rekenig tsb lah yang harus Bapak komplain dan dilaporkan apabila tidak mau mengembalikan terhitung 30 hari setelah komplain beserta hapusnya kewajiban Bapak kepada mereka

    waktu itu saya perlu waktu 45 hari sampai masalah saya selesai

    mudah-mudah an info ini berguna

  10. sasa | Pesan | Minggu, 01 Juni 2008

    icon_redface saya dalah telemarketing...

    sedih rasanya harus baca, deretan caci makian dan cibiran dari orang-orang yang selalu mengkambing hitamkan TELEMARKETING.

    saya memang bukan TM (telemarketing) bank atau bahkan agency katu kredit, tapi saya merasa cibiran anda semua mengarah pada saya. icon_confused

    karena 95% targer market saya melakukan pembayaran on-line via maste, visa bahka amex...'

    saya harap para penipu dengan kedok Tm, BERHENTILAH !!!

    cukup anda menyesatkan TM yang benar-benar bekerja lurus seperti saya.

    tolong juga, untuk semua pemegang kartu kredit agar tidak MENGHANTAM RATA dengan MENILAI semua TM itu penipu... icon_redface

    saya ini TM yang menjual EMEBERSHIP HOTEL bintang 5, dan saya merasa sangat di rugikan tentang berita soal penipuan via telefon dari TM.

    satu lagi, TERIMA KENYATAAN KITA ADA !!!

    DAN SAYA AKAN TERUS MENGHUBUNGI ANDA YANG JADI TARGET SASARAN, UNTUK MENUJU GOAL DALAM KARIR SAYA !!!

    icon_biggrin c_U

    My YM ilovesassasomuch@yahoo.co.id icon_wink

    mungkin kita bisa berdiskusi di YM soal TM alias TELEMARKETING. icon_cool

  11. ius | Pesan | Minggu, 01 Juni 2008

    @Sasa.

    TM dari plaju no XX kalau tidak salah, mereka juga menawarkan dan "memaksa" untuk membeli suatu membership yang hampir sama spt anda...

    boleh anda cek, berapa banyak yang sudah di tipu dr TM yang beralamat di plaju no 1* Jakarta dengan nama kantor inisialnya FT icon_lol icon_lol icon_lol

    saya rasa, hampir semua TM seperti itu alias lebih banyak yang buruk di banding TM yang bener2 TM seperti sasa, itu lah realita dan opini masyarakat terhadap TM, anda juga ngak bisa menyalahkan masyarakat.

    karena emang begitu lah penderitaan yang di lakukan TM ke masyarakat..

  12. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 01 Juni 2008

    Memang sih ada TM yang lurus bahkan banyak cuma kinerjanya dimana mana sama saja (sorry kalau salah)memaksa konsumen dengan produk yang ditawarkan,dan hal MAKSA ini yang kami bilang disini vervelen(Membosankan)baik itu TM di UE atau di Indonesia caranya sama saja icon_mad

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru