http://www.bluetooth.bizuniversal.com/

Online
Saat ini ada 189 pengunjung tamu dan 5 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 881

Transportasi/Taksi & Angkutan Umum - Berita Konsumen

Angkutan Transjakarta Terbakar

Sabtu, 23 Februari 2008

Bantuan Artikel
Jumat, 22/2/2008, saya mendapat informasi dari seorang teman melalui email mengenai angkutan transjakarta yang terbakar di tugu Tani. Karena penasaran, saya mencari informasi yang lebih jelas di detikcom. Melalui berita yang saya baca saat itu ada simpang siur penyebab terbakarnya bus. Ada yang mengatakan karena korsleting pada tabung gas dan ada juga yang mengatakan korsleting pada AC. Bersyukur tidak ada korban jiwa pada saat kejadian.

Yang menjadi perhatian saya adalah tindakan yang menurut saya sangat lambat dari petugas TransJakarta, baik itu Supir maupun Satgasnya. bau gas yang sudah tercium sejak dari harmoni tidak dipedulikan seolah itu hal yang biasa. Padahal bau gas yang tercium cukup lama di dalam bus yang tertutup rapat sangat membahayakan. Supir yang diberitahukan hal ini menganggap enteng dan berdasarkan berita yang saya baca, ia sama sekali tidak mengambil tindakan.
Mengapa harus menunggu penumpang berteriak-teriak dahulu baru mengambil tindakan. Mungkin kalau penumpang tidak melihat asap atau percikan api, supir akan cuek saja. Saya kita supir dan saat yang bertugas saat itu harus diberi peringatan, karena ini merupakan sebuah kelalaian.

"Supir tidak salah, penumpang sudah diturunkan. Kalau menabrak orang baru itu (salah) -- (Detikcom, 22/2/08, 10:42 WIB)" kata Rene Nunumete, Manajer Operasi BLU TransJakarta.

Lucu bagi saya jawaban ini. Kelalaian supir yang membiarkan penumpang terus menghirup bau gas dianggap bukan kesalahan, dan kesalahan baru terjadi kalau menabrak orang. Pertanyaan saya kalau tidak ada api dan supir terus menjalankan bus, kemudian penumpang keracunan gas, apakah itu juga bukan kesalahan dari supir dan satgas saat itu?

Rene juga mengatakan bahwa penumpang dievakuasi. Padahal yang saya baca, penumpang berteriak-teriak baru supir dan satgas mau menurunkan penumpang sampai terjadi saling dorong. Ini merupakan kebodohan dari TransJakarta yang kurang melatih supir dan satgasnya.

Jika ada sesuatu yang tidak normal dari biasanya terhadap kondisi bus, seharusnya ini di waspadai. Supir dan satgas perlu diinformasikan dan di latih mengenai hal ini.

Saya tidak menganggap semua supir TransJakarta seperti ini, saya juga pernah melihat supir TransJakarta yang cukup tanggap. Saat itu saya menaiki bus TransJakarta dari kampung melayu. baru sekitar 10 meter berjalan, terdengar bunyi yang sedikit mengganggu, tapi tidak ada permasalahan apa-apa pada bus. Supir langsung menghentikan bus dan menghubungi bagian terkait dari TransJakarta untuk dilakukan pemeriksaan. Tidak lama datang teknisi yang memeriksa. Dari hasil pemeriksaan terlihat bahwa rem bus yang bermasalah dan mungkin bisa mengakibatkan blong. Akhirnya seluruh penumpang dipindahkan ke bus berikutnya.

Saat itu jika supir membiarkan saja bunyi itu dan terus berjalan, kemudian sedikit ngebut, lalu ternyata rem blong, tentunya kita semua tahu bahwa itu bisa mengakibatkan kecelakaan. Lalu siapa yang akan disalahkan? apakah supir menjadi tidak bersalah karena ia tidak menabrak orang dan hanya menyebabkan kecelakaan?

Bersyukurlah masih ada supir-supir yang tanggap dan mau membawa kendaraan dengan baik. Dan saya harap supir-supir yang kurang tanggap termasuk yang suka ugal-ugalan lebih diperhatikan dan diawasi lagi.

Judy Husin
Jakarta Utara


Artikel lain dalam kategori Transportasi/Taksi & Angkutan Umum :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 4 komentar


  1. Stanley | Pesan | Jumat, 22 Pebruari 2008

    Wah kalo berita ini sih udah pasti buat malu Pak Wapres-nya, sudah meresmikan masih ada kejadian gini, asal meresmikan sih. Kelakuan orang indo susah berubah ya?Dibilang salah masih ngeyel, kena masalahnya baru kapok. Bener2 icon_lol icon_lol

  2. ius | Pesan | Sabtu, 23 Pebruari 2008

    koordinator transjakarta aja uda salah masih ngotot...

    begini lah kalo busway di jakarta, serasa mau hebat tp yah.. liat sendiri deh,

    kalo saya sih jujur sampe sekarang lom pernah naek busway... lebih irit nyaman efisien naek motor..

    menurut forum tetangga yang saya baca, katanya mobil pemadam kebaran itu datengnya waktu api di bis itu ampir mati sendiri.. alias lelet..

  3. romy | Pesan | Sabtu, 23 Pebruari 2008

    Tempat gas harus dimodifikasi dan ditaruh di depan dekat supir agar bila terjadi kebocoran lagi, pasti supirnya lbh percaya dan bisa berhentikan kendaraan langsung. icon_biggrin

  4. P.N Jonathan | Pesan | Sabtu, 23 Pebruari 2008

    Masalahnya hanya satu..."Maintenance" yang sembarangan,kan anggauta DPR sering study banding ke UE..apa nggak belajar mengenai transport umum diUE?Itu Nunumete juga nggak Proffesional dengan berbicara"Supir tidak salah" ya memang supir nggak salah tapi kontrol sebelum operasi harus ada setiap hari...Bung Nunumete,jangan parlente,ale tau prosedur maintenance toch?ale pung jabatan manager voor apa dan?jangan omong sambarang nyong icon_biggrin

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru