Online
Saat ini ada 67 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 1998

Rekreasi & Belanja/Kafe & Restoran - Keluhan

Kembalian di TATOR Senayan City

Senin, 21 Januari 2008

Bantuan Artikel
Hari Minggu tanggal 20 Januari 2007, saya bersama teman saya ke TATOR Senayan City untuk sekedar ngopi dan kongkow. Setelah makan dan minum di sana, pada saat membayar saya mengeluarkan uang 150 rb rupiah karena yang harus kita bayar sebesar Rp.127.677,00. Seharusnya saya mendapat kembalian sebesar Rp.22.323,00... ternyata saya hanya menerima kembalian sebesar Rp.22.000,00.
Berarti TATOR mengembalikannya kurang Rp.323,00,-. Jika dalam 1 hari lebih dari 50 orang yang berkunjung ke TATOR untuk makan dan minum berapa rupiah "KEUNTUNGAN TAMBAHAN" yang diperoleh TATOR dari pembulatan ke bawah kembalian ke konsumennya, jika uang beberapa ratus rupiah itu buat para pegawainya terus kemana service carge yang telah masuk ke dalam hitungan bill kita?

Atau mereka berasumsi jika para konsumennya sering kali enggan mengambil receh kembaliannya, jadi nggak dikasihpun nggak masalah.... atau ada alasan yang lainnya yang tidak terpikir oleh saya....

Bukan karena beberapa rupiah yang saya masalahkan tapi dimana etika TATOR?????

Lia Widjaja
Apt.Permata Senayan
Jln. Palmerah Selatan 20-21
Jakarta 10270


Artikel lain dalam kategori Rekreasi & Belanja/Kafe & Restoran :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 10 komentar


  1. P.N Jonathan | Pesan | Senin, 21 Januari 2008

    Dimana mana kembalian dan struk musti diperiksa ulang...supaya selain untuk ketelitian tapi juga untuk mengajarin mereka "Jangan ambil seenaknya yang bukan hak milik mereka" icon_biggrin

  2. lovely | Pesan | Sabtu, 05 Juli 2008

    ya ampyunnn....uang segitu ga akn membuat anda jatuh miskin dan ga akn membuat ksr itu jd kaya,ungkin saja mrk ga ada kembalian receh,jadi berbaik hatilah anda....

  3. sarah | Pesan | Sabtu, 05 Juli 2008

    mestinya yang namanya bisnis, strict aja urusan uang. Apalagi Tator cukup besar, ada di mana-mana, justru mesti lebih hati-hati dalam menjaga nama baiknya. Ga mau kan gara-gara uang receh jadi dapat masalah?

    Saya juga kadang ngeliat, toko-toko yang guuueeddeee banget, ada kelebihan Rp 20, dibulatkan sama dia jadi 100. Saya sih ya uda aja, lagian kasirnya takut kali nanti dia disuruh ganti, tapi terpikir juga sih, kok malah kita-kita ini ya yang mesti relain 80, bukan pemilik usaha kaya yang relain aja 20-nya? Suruh dong para kasir anda bulatin ke bawah icon_wink

  4. marsuni | Pesan | Minggu, 06 Juli 2008

    Ada baiknya juga Tator senayan City mematok harga yang aman saja, contohnya untuk harga sebaiknya dipas-paskan saja dengan selisih 500,- walaupun dipatok misal seharga 127.900,- ga' mungkin jika itemnya banyak, krn nanti ga' 900 lagi harga akhirnya (900x7=6300) nah.. yang tiga ratus pasti bisa jadi masalah bagi orang-orang tertentu, jika nanti dibulatkan oleh penjual..!

    memang toko toko besar, psr swalaya, super n mini market yang memasang harga xx900,- (memang trik pasar, misal yang harganya 10.000 supaya kelihatan murah dipatok harga 9.900,-) jadi konsumen berpikir jika harganya ga' sampai 10.000,-

    begitu pula yang harganya 200.000,- juka ditulis harga Rp 199.900,- konsumen juga berpikir jika harganya seratusan ribu lebih. padahal cuma selisih Rp100,- (trik pasar yang membingungkan)

    @Lovely

    Memang untuk uang segitu ga' akan membuat kasir jadi kaya, tapikan itu tidak benar dan itu juga hak kita...!

    mmg sih kata Lia Widjaya 323 jika dikali 50 = 16.000,- an. dan jika dikali 30=480.000,-

    jadi hak pelanggan cukup banyak..!

    bagi saya uang yang beberapa rupiah ga jadi masalah, seperti jika saya mengisi bensih di SPBU, saya selalu katakan pull tank. jika yang dibayar total 31.680,- saya bilang biar saja 32.000,-

    jadi sebenarnya tergantung dari pelanggan juga, rela-tidak relanya...! icon_wink

    Tapi saya berpendapat uang yang beberapa rupiah itu adalah HAK PELANGGAN...!

  5. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 06 Juli 2008

    @Lovely..bukan masalah uang yang nggak seberapa..tapi masalah prinsip....prinsip jangan dilanggar walaupun oleh uang serupiah,kalau tidak menghargai uang kecil yang menurut anda tidak seberapa...bagaimana kamu mau menghargai uang yang besar icon_smile

  6. ius | Pesan | Minggu, 06 Juli 2008

    @lovely:

    bener tuh kata opa, bukan masalah uang segitu..

    tapi komit dia, kalo alasan ngak ada uang kecil,

    gimana kalau anda buka toko, lalu saya belanja senilai 98300 dan saya bayar 98000 saja ? karena tidak ada receh 300 perak ?

    toh dengan kurang 300 tidak akan membuat toko anda rugi kan ?

    saya pernah ada pengalaman di alfamart, saya belanja senilai 11700, saya bayar 12.000. seharusnya kembali 300, tapi saya mala mendapat permen 3, lalu saya tolak dengan alasan "kalau mas kasih saya 300 berupa permen, sini duit saya kembalikan semua, saya bayar pake permen 117 butir. lalu saya sempet liat 2 orang pramuniaga lagi susun barang di dalam, sempet terlihat ada omongan "cuman 300 doank di ributin" tapi saya hanya melihat saja. saya paksa mereka cari 300, kalau ngak saya akan bayar barang tsb pakai permen atau saya masukin media (sekedar ancam) setelah itu pramuniaga tsb di suruh sang kasir buat cari tukeran uang, setelah beberapa menit, uang receh tersebut dapat, mereka memberi saya 300 perak, tapi setelah itu saya taruh saja di meja kasirnya yang 300 perak, sambil pergi saya berkata "nih 300 peraknya ambil saja"

    buat saya at least mereka uda bisa niat cariin tuh receh, setelah receh itu di tunjukan ke saya, ya uda cukup, tapi receh tsb tetep di tangan mereka, sekedar ngetes ke professionalan orang saja.

    tips juga buat yang lain :

    kalau mereka ngak ada uang receh, suruh mereka cari sampai dapat, kalo ngak dpt jgn bayar atau minta pembulatan ke bawah karena bukan kesalahan kita. dan bagi ada suara miring yang terdengar seperti "uang receh aja ngak buat kita miskin" balikan lah tuh uang receh setelah anda melihat kasir memberikan kita kembalian secara pas

  7. Abdul Haris | Pesan | Minggu, 06 Juli 2008

    Kalo saya biasa belanja di Carrefour pake uang pas, recehan. Terakhir saya belanja Fanta kemasan 1,5L seharga Rp 9.280 dibulatkan ke bawah sama Carrefour jadi Rp 9.200 (yg kayak gini cuma ada di Carrefour). Saya bayar pake selembar Rp 5000; empat lembar Rp 1000 dan 4 buah koin Rp 50. Jadi total pas Rp 9.200. Terserah tuh kasir mo komentar apa. Btw di kemasan fanta 1,5L ada voucher diskon Gramedia Rp 5000. Lumayan buat beli buku.

  8. marsuni | Pesan | Minggu, 06 Juli 2008

    @Ius

    Good Tips of the day...! icon_wink

    Patut dicoba tuh tips nya...! biar mereka pada malu' semua.

    Kalau semua pembeli melakukannya, mungkin toko2 rajin nyimpen duit receh. icon_lol icon_lol icon_lol icon_lol

  9. Tanti Rahayu | Pesan | Minggu, 06 Juli 2008

    @abdul Haris,

    Wah berarti kita sama ya om. Untuk pecahan saya juga selalu membayar dengan koin 50,- Saya tdk pernah membuang recehan 50,- kembalian dari Carrefour or Giant karena toh masih bisa dipakai untuk pembelanjaan berikutnya. Secara di luar udah gak ada yag mau menerima lagi.

  10. kungfupanda | Pesan | Rabu, 09 Juli 2008

    yah elah..lagi-lagi ributt gara2 kembalian..kata saya seh klo namnya sudah meninggalkan counter ya sama aja orang itu dah setuju dgn kembalianya..jgn ntar baru sadar klo udh rumah..cek dulu klo kurang 50 rupiah,. tagih icon_mad icon_redface icon_mad ..jangan malu icon_rolleyes itu kan hak anda icon_lol icon_lol ...jangan beraninya marah2 lewt media ini icon_redface ...percuma gak akan ada yang ngaku gak icon_confused icon_confused ...yah udahlah gw jadi emosi..heheh..tapi saya mau tanya neeh apa gara2 duit 300 ibu gak bisa pulang...gak akan icon_lol icon_lol hehehe malu ah mkan di tator di mal yang megah lagi masa masih ngeributin uang 300..klo mau ributnya di tator sana jangn di sebarin di media..PERCUMA..gak akan bawa efek jera buat tator sendiri...ok peace ahh icon_cool icon_wink

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru