Online
Saat ini ada 60 pengunjung tamu dan 3 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 1751

Pelayanan Umum/Instansi Pemerintah - Pertanyaan

Waktu Pembuatan KTP+ KK

Rabu, 02 Januari 2008

Bantuan Artikel
Saya mau menanyakan, barangkali ada pihak yang tahu atau berkompeten bersedia menjelaskan kepada saya, mengenai waktu pembuatan KTP & KK normalnya perlu berapa lama?
Berhubung saat ini saya lagi membuat 2 KTP ( saya & suami ) & KK sudah jalan 3 bulan belum selesai-selesai. Saya pindahan dari Bojongsoang - Bandung, pindah ke Gedebage - Bandung.

Terima kasih banyak sebelumnya.

Ratna S
Komp. Bumi Adipura
Gedebage - Bandung


Artikel lain dalam kategori Pelayanan Umum/Instansi Pemerintah :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 16 komentar


  1. A. Fanar Syukri | Pesan | Rabu, 02 Januari 2008

    Waktu mengurus, bu Ratna membayar "uang administrasi" tidak, Bu? Besaran resminya sih biasanya cuma Rp5.000-an (refer ke perda di daerah masing-masing), tetapi tidak resmi-nya menjadi 5 kali lipat lebih. Jadi, per-KTP + KK kalikan saja Rp25ribu, biasanya semingguan selesai. Itu kalo diurus langsung ke kantor kecamatan lho, Bu. Tapi kalo lewat RT, RW atau kelurahan, ya bisa lebih dari itu, waktunya.

    Coba Ibu tanyakan lagi ke yang menguruskannya. Tanpa uang administrasi yang over dosis dari resminya itu, jangan berharap cepat selesai, karena para birokat memakai filsafat: "Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?" Syukur, bisa dapat ber-pungli-ria sekalian.

    Itulah Indonesia raya kita, Bu.

  2. Brio | Pesan | Rabu, 02 Januari 2008

    Pengalaman saya kalau di RT dan RW gratis sedang di Dusun, Lurah dan Camat biasanya ada beaya administrasi (ya kalau disodori kotak masak kita mau mengisi Rp. 100,--)

    Formulir karu KK dan KTP ada harganya tersendiri.

    Untuk penyelesaian ditempat saya tidak sampai 3 hari sudah selesai (dulu pernah 1 hari tetapi saat ini rata rata 3 hari).

    Salam.

  3. P.N Jonathan | Pesan | Rabu, 02 Januari 2008

    aduh ibu Ratna...ari 3 bulan mah lami teuing kedah disesepan artos...biasa wae lah bu Bandung tea

  4. Ratna Suminar | Pesan | Minggu, 06 Januari 2008

    Dear All,

    Saya sudah membayar RP. 250.000,- ( sesuai yang ditetapkan) untuk 2 KTP dan KK, memang saya urusnya kolektif via RT/RW berhubung saya menempati kompleks baru.

    Saya juga sudah menanyakan keluhan saya ini ke pihak yang mengurus KTP saya di kompleks tapi saya belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan, Beliau bilangnya masih sulit berhubungan dengan Bapak camatnya yang sedang sibuk mengurus pemilihan Gubernur baru. ( Apa pembuatan KTP & KK ditangani langsung oleh Camat ? Tidak ada orang khusus kah untuk pemrosesan KTP&KK ini?)

    Beliau bilang, karena saya pindahan dari Kabupaten ke Kota maka saya termasuk penduduk Urbant dan menurut Beliau aturannya untuk pengurusan KTP dan KK penduduk urbant bisa 6 bulan : 3 bulan keluar Resi 3 bulan lagi KTP dan KK jadi , apa betul demikian aturannya ?? Terus terang saya syok mendengar kata " 6 bulan " soalnya saya sangat memerlukan KTP tsb untuk mengurus surat-surat ke Notaris yang tentunya jika tidak diproses secepatnya akan mengalami kenaikan biaya notaris di tahun 2008 ini.

    Yang membuat saya bingung, kenapa antara penduduk urban dan non urban bisa ada perbedaan biaya dan waktu ? Biaya yang dikeluarkan penduduk non urban cuma 75.000 dan bisa selesai cepat sedangkan untuk penduduk urban sudah bayar lebih mahal..lama pula waktunya!

    Maksud saya menanyakan keluhan saya ini ke forum ini adalah karena ingin mengetahui apa betul aturannya seperti yang dibilang pengurus KTP saya itu ? Karena saya jujur aja tidak mngerti banyak aturan atau prosedurnya.

    Jika memang begitu prosedur & aturannya berarti mungkin saya harus bersabar mengikuti aturan yang berlaku, tapi jika sebenarnya aturan tsb tidak ada, maka tentunya saya akan komplain langsung hal ini ke Kecamatan.

    Rgds,

    Ratna

  5. Brio | Pesan | Minggu, 06 Januari 2008

    Bu Ratna kalau sudah kolektip lewat RT/RW saya rasa ya begitulah prosedurnya. Masing masing daerah sekarang kebijakannya lain lain jadi ya coba saja tanya teman yang ada di Bandung apa prosedurnya memang demikian.

    Memang KTP ditanda tangani langsung Camat, tetapi mestinya sudah dipersiapkan oleh pembantunya sehingga bila pak Camat sibuk bila datang ke kantor ya tinggal tanda tangan saja. Saya kurang tahu apakah karena untuk tanda tangan KTP beayanya kecil sehingga ditaruh diurutan belakang icon_biggrin .

    Tetapi kalau prosedurnya memang seperti itu (memakan waktu 6 bulan dan sudah ditetapkan dg. Perda) saya rasa notaris sudah memahami dan dapat menerima resi yang dianggap KTP sementara.

    Salam.

  6. Ratna Suminar | Pesan | Minggu, 06 Januari 2008

    Dear pak Brio,

    Terima kasihh atas komentarnya. sebagai informasi, sampai saat ini resi-nya pun belum saya terima dan belum tentu juga kan bahwa pengurusaan KTP& KK betul memakan waku 6 bulan ( belum ada perdanya ). Tetangga saya yang masukin dokumennya belakangan malah sudah dapat nomor resi alasannya katanya karena dia penduduk non urban. Kirain saya, karena saya ( yang katanya penduduk urban) sudah bayar lebih mahal dari yang non urban bisa mendapatkan pelayanan yang sama dengan yang non urban, tapi koq malah tetep lebih lama juga ya...

    Rgds,

    Ratna S

  7. Ani Suswita | Pesan | Rabu, 09 Januari 2008

    Owhh,, memang sekarang ada peraturan tentang non urban dan urban gituw yach??,,

    hmpp,, kalo pengalaman pribadi saya ngurus ktp sendiri ituw gak sampai seminggu kok, memang kalo mengurus ktp itu sebaiknya dikerjakan sendiri selain lebih cepat juga lebih efektif, gak perlu nunggu lama,

    kalo didaerah sayah, saya hanya mengeluarkan biaya untuk administrasi sebesar 5 ribu rupiah (pengganti biaya formulir n sumbangan instansi), itupun di rt sajah karena di rw hanya membutuhkan cap stemple n gak perlu ngeluarin biaya, sedangkan di kelurahan dan kecamatan masing˛ sepuluh ribu rupiah saja. ( eh bener gak yachh,, lupa˛ inget, maklum dah lama icon_biggrin )

    Jadinya pun hanya 3 hari, tidak sampai seminggu atau berbulan-bulan, bahkan di daerah suami sayah, kalo mau pengurusan ktp super kilat sehari selesai cukup biaya 50 ribu, itu kita hanya tinggal nunggu jadi n yang ngerjain pak rt nya sajah,

    Kalo saya liad di kasus Mba Ratna ini jangan˛ emang disengaja gituw, saya jadi inget dulu kakak saya ngurus KTP di jakarta juga dikenakan biaya teramat mahal yakni senilai 150 ribu, itupun jadi nya juga memakan waktu sebulan,

    Mending didatangin dan ditanyakan langsung aja Mbak ke Kantor Kecamatan setempat, sekalian biar lebih jelas informasi nya, kalo kek gini kan simpang siurr beritanya,

    "Memang KTP ditanda tangani langsung Camat, tetapi mestinya sudah dipersiapkan oleh pembantunya sehingga bila pak Camat sibuk bila datang ke kantor ya tinggal tanda tangan saja. Saya kurang tahu apakah karena untuk tanda tangan KTP beayanya kecil sehingga ditaruh diurutan belakang icon_biggrin " --->>>> nah kalo yang ini emang benerr,, tapi masak sih yang namanya Pak Camat gak punya pembantu ato sekretaris, gimana coba kalo ada kejadian luar biasa masak nunggu Pak Camat nya yang gak tau dimana juntrungannya,

    cuman yah kebangeten bangettt kalo sampai ditaruh belakang gara˛ biaya administrasi nya yang kecil icon_redface

  8. anhar | Pesan | Senin, 04 Pebruari 2008

    saya bikin KTP+KK biaya 150 rb, 2 jam slesai jd intinya ada uang ada barang icon_redface

  9. ius | Pesan | Senin, 04 Pebruari 2008

    kalo mau ke keluharan harus bawa "uang receh" karena disana banyak "meja meja berlaci"

  10. P.N Jonathan | Pesan | Selasa, 05 Pebruari 2008

    Yang begini begini ini harus diberantas...segala gala harus uang baru jalan,bahkan peraturanpun bisa dibeli icon_biggrin icon_biggrin

  11. Ratna Suminar | Pesan | Minggu, 10 Pebruari 2008

    Saya ucapkan terima kasih banyak atas semua komentar terhadap tulisan saya di atas.

    Saya sudah mendapat penjelasan mengenai masalah tersebut diatas yang ternyata sudah sampai ke pengurus RW di tempat saya. Pengurus RW sudah menjelaskan penyebab kenapa masalah saya tsb muncul dan sekarang sedang membantu prosesnya supaya cepat selesai.

    Saya baru tahu bahwa ada 'oknum' yang memanfaatkan proses pembuatan KTP+KK di kompleks tempat tinggal saya. Jadi bukan karena pihak pengurus RW, kelurahan atau kecamatan, yang kemudian baru saya tahu bahwa para pihak ini sebenarnya tidak tahu menahu bahwa ada warganya yang kesulitan mendapatkan KTP&KK.

    Atas kejadian ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika karena tulisan saya ini banyak pihak yang merasa dirugikan. Sekali lagi saya mohon maaf karena pada intinya saya tidak bermaksud buruk, cuma sekedar mencari informasi dan kepastian saja.

    Terima kasih.

    Ratna S

    Komp. Bumi Adipura

    Gedebage - Bandung

  12. ius | Pesan | Minggu, 10 Pebruari 2008

    Mbak ratna, gpp mbak, semakin banyak sharing, semakin banyak pula pengetahuan kita kita buat ngadepin masalah dari pihak konsumen :D

  13. Andy | Pesan | Selasa, 15 April 2008

    Bu Ratna, pengalaman saya kalo pindahan dari daerah biasanya bisa sampe 6 bulan, maklum dinegara kita ini pejabatnya pada rajin rajin JJS jadi gak ada waktu terus. Sebaiknya ibu bersabar bentar karena ngotot dengan "raja' juga percuma karena kita cuma budak jelata dinegara sendiri yang hnya menyumbang upeti.

  14. Nani | Pesan | Rabu, 16 April 2008

    Hihihi, ingat, jangan minta diurus sama calo ya! saya pernah coba urus KTP dan KK.. diminta sama calo 500 rb, lgs jadi, tp pas mo ngurus passport, ternyata itu palsu.. dalem banget deh..

  15. Sutan Makmur | Pesan | Rabu, 02 Juli 2008

    Yang Butuk KTP itu siapa sih? Rakyat atau pemerintah. Saya rasa Pemerintah dan Instansi terkait yang membutuhkan KTP. Kok rakyat yang dibebani. Contoh mau buat IMB pemda butuh KTP, PBB, Pemayaran Pajak dll mereka butuh KTP! kok rakyat yang dipersulit membuat KTP, Seharusnya Pemda dan Badan Kependudukan yang automatis membuatkan. Kalo mereka butuh data pribadi kan cukup di ambil dari data AKTE Kelahiran.

    Soal berusan dengan badan pemerintah semuanya berbau Pungli [Pungutan Liar] Mulai KTP/KK/PBB/NPWP/PASSPORT/BEA CUKAI/PPN/PPH/AKTE Tanah/SIUP/SITU/. Kalo memang pemerintah serius mengurusin Data Basenya Kependudukan. Ayo Komputerisasi aja mulai dari RT/RW/Kel/Kec/Kab/Pusat/ mereka takut di komputerisasi karena datanya akurat jadi kagak bisa macam macam. Sekarang sudah mulai komupterisasi tapi kenyataannya tidak seragam.Buktinya orang bisa Buat KTP di banyak Lokasi dan Juga 1 orang punya lebih dari satu No PASSPORT. Kan Lucu. Mayoritas yang hancurin Indonesia ini adalah Pemerintah sendiri karena mereka sudah membentuk system raksasa yang bobrok bangat. Sebenarnya kita bukan mecari siapa yang salah tapi tolong mari sama sama selesaikan masalah ini yang sudah bertahun tahun lagunya sama aja. Pemerintah dilematis juga untuk mengurangin KKN caranya naikin Gaji tapi kenyataan para konglomerasi, Binisman * Distribustor menaikan harga kebutuhan sehari hari. Akhirnya yah sama para aparat susah juga hidupnya ujung ujungnya Kantor jadi tempat Pungli.

    Permasalahan ini adalah masalah kita bersama. Kita mayoritas umat beragama 89% Moeslem sisanya non moeslem. Setiap Agama pasti dan yakin melarang kita Korupsi/Kolusi/Nepotisme coba chek di agama masing masih saya yakin dan pasti itu dilarang. Jadi kita berkaca pada diri sendiri bahwa kita adalah umat yang sangat Munafik teramat sangat munafik. Dengan tenangya kita memakan yang bukan Hak kita. Semua fasilitas dan biaya yang dikeluarkan badan anggaran yang diperoleh dari pajak kita sikat habis. Yang seharusnya biaya untuk pembuatan KTP dll semua sudah ada anggarannya dan sudah diatur dalam undang undang. Semua rakyat secara langsung atau tidak langsung membayar Pajak nah Pajak itukan untuk membiayai seluruh kebutuhan dan fasilitar yang berhubungn rakyat banyak dan kelola sepenuhnya oleh Pemerintah dan termasuk pembiayaan pembuatan KTP dll semuanya.Kok malah ditagih lagi ke rakyat itumah bener benar Maling dan Penodong berbaju PEMDA. Ingat Agama anda Dilarang untuk mencuri dan maling dengan berbagai cara. Tapi kenapa anda lalukan. Itu namanya Munafik sangat munafik apalagi uang hasil curian dan todongan anda dipakai untuk Ngasih Makan Keluarga Hasil Maling, Beli Sajada dan alat Syalat hasil Maling. Buka Puasa juga uang dari Maling, Ngasih Zakat, Naik Haji juga Hasil Maling, Pergi Ibadah ke Gereja, Wihara, Beli dupa dll hasil maling. Bahkan Departemen Agama sendiri sebagai sarang Ulama malah Maling juga. Kita berpegang kemana lagi.

  16. P.N Jonathan | Pesan | Rabu, 02 Juli 2008

    @Pak Sutan...masalahnya pemerintah nggak mau kalau negara teratur,seperti yang anda bilang,lain halnya dengan kata kata "Nggak Bisa"..kalau alasan nggak bisa itu bisa belajar utk jadi bisa tapi kalau alasannya nggak mau....terjadilah seperti yang anda tulis diatas... icon_cool icon_cool salam

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru