Online
Saat ini ada 196 pengunjung tamu dan 3 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Solusi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Selasa, 06 November 2007
Bantuan Artikel
Kepada Yang Tertindas
Rakyat Indonesia
di mana saja engkau berada
Engkau Saudara-saudaraku... sebangsa sedarah senegara Indonesia..
Kita sudah merdeka selama 62 tahun lebih....dari penjajahan kolonial Belanda dan dari kerajaan Jepang, yang sudah mengeruk kekayaan alam kita selama 350 tahun
Kita sudah ditipu oleh Suharto Selama 32 tahun, yang mengeruk dompet kita selama 32 tahun, hutan digunduli, tanah dikeduki, alam kita hancur...!!! tapi koloni Suharto malah makmur..!!
Sampai kita sadar di tahun 1998, untuk begerak..!! REFORMASI...!! (kata yang indah.. penuh retorika)
Sekarang kita udah gonta-ganti Presiden.. (dari Habibi, Megawati, Gusdur, SBY.. tau siapa besok....?) hasilnya...?
- harga sembako naik terus,
- rumah sakit tetep bayar,
- sekolah teorinya aja gratis,
- gaji ga naik-naik,
- Jalanan macet ga ketulungan
- korupsi tambah-tambah gila,
- pejabat makin cuek aja makan uang rakyat,
- tukang tipu makin banyak,... (kayaknya makin parah..)
- bencana..? dimana2, kecelakaan juga makin banyak makan korban
Kata ulama kitanya harus TOBAT...!! karena banyak dosa.. ..katanya.., saya rasa seh... AMERIKA,JEPANG,INGGRIS,ISRAEL,BELANDA,RUSIA... DKK dosanya banyakkan mereka (di sana film porni,prostitusi legal2 aja, lagian ga negara moslem) harusnya mereka lebih cilaka dari kita... kan banyakan mereka dosanya.
SOLUSI dari saya neh...
Hukum Negara Nusantara cuma 2 pasal aja buat kasus korupsi, pencurian, penipuan, uang damai, suap,kolusi dan sebangsanya yang bau2 duit atau barang dan kalo narkoba juga bisa. Yang isinya adalah :
Pasal I: harga 1 ekor ayam = 3 bulan kurungan badan.
Pasal II: Jika menurut peritungan pasal I lebih dari 20 tahun maka terdakwa di hukum mati
Contoh kasus nih...ada bupati korupsi Rp 3,000,000,000. Kalo dibeli'in ayam dapet = 200,000 ekor ayam (jika harga harga ayam sekarang 15,000/ekor) jadi dia harus dikurung selama 200,000 x 3 bulan = 600,000 bulan (50,000 tahun atau 50 abad) jadinya hukuman mati..(mantap kan!??)
Kalo ga mau dihukum mati, dia bisa ganti uang korupsinya plus bunganya sampai sama dengan 20 tahun kurungan badan. Ga bisa dibalikan semua nanti keenakan jadi sepahit-pahitnya negara bisa ngurung koruptor 20 tahun dan bisa dapet balik lagi uangnya plus bunga bank yang berlaku saat itu.
Untuk masalah kolusi atau korupsi cara brantasnya gampang banget... begini..:
Yang ngadu'in korupsi dilindungi sampe mati keluarga atau saudara-saudaranya, trus.. dapet fee 10% dari laporannya (kalo orang umum,kalo petugas yang nangkep naik jabatan) kalo yang tau tapi ngelindungi atau pura2 ga tau ada tindakan korupsi maka hukuman si koruptor bisa dibagi rata, misalnya kasus bupati yang korupsi 3,000,000,000 dihukum 50 abad, kan para stafnya tau tapi ga ngadu, dari tukang sapu, keluarga koruptor, keluarga staff bupati yang pernah ngerasa makan dan terbukti menikmati hasil korupsi si bupati tinggal dibagi rata aja misalnya ada 500 orang.. yang masing dapat 100 tahun (hukuman mati lagi deh... liat pasal 2)
Disamping pembrantas korupsi juga mengurangi jumlah penduduk ( 1 kali tempong 2,3 orang mati ) dan pasti ngeri kalo liat atau ngikut menikmati korupsi.
Narkoba acaranya sama juga:
Ditangkep,dihitung jumlahnya,dikonversikan ke harga seekor ayam di kali 3 bulan, trus liat pasal 2 ( gampang buanget... kan )
Zhuafri
* thumbnail di artikel ini adalah salah satu poster publikasi KPK (www.kpk.go.id)
Sekarang kita udah gonta-ganti Presiden.. (dari Habibi, Megawati, Gusdur, SBY.. tau siapa besok....?) hasilnya...?
- harga sembako naik terus,
- rumah sakit tetep bayar,
- sekolah teorinya aja gratis,
- gaji ga naik-naik,
- Jalanan macet ga ketulungan
- korupsi tambah-tambah gila,
- pejabat makin cuek aja makan uang rakyat,
- tukang tipu makin banyak,... (kayaknya makin parah..)
- bencana..? dimana2, kecelakaan juga makin banyak makan korban
Kata ulama kitanya harus TOBAT...!! karena banyak dosa.. ..katanya.., saya rasa seh... AMERIKA,JEPANG,INGGRIS,ISRAEL,BELANDA,RUSIA... DKK dosanya banyakkan mereka (di sana film porni,prostitusi legal2 aja, lagian ga negara moslem) harusnya mereka lebih cilaka dari kita... kan banyakan mereka dosanya.
SOLUSI dari saya neh...
Hukum Negara Nusantara cuma 2 pasal aja buat kasus korupsi, pencurian, penipuan, uang damai, suap,kolusi dan sebangsanya yang bau2 duit atau barang dan kalo narkoba juga bisa. Yang isinya adalah :
Pasal I: harga 1 ekor ayam = 3 bulan kurungan badan.
Pasal II: Jika menurut peritungan pasal I lebih dari 20 tahun maka terdakwa di hukum mati
Contoh kasus nih...ada bupati korupsi Rp 3,000,000,000. Kalo dibeli'in ayam dapet = 200,000 ekor ayam (jika harga harga ayam sekarang 15,000/ekor) jadi dia harus dikurung selama 200,000 x 3 bulan = 600,000 bulan (50,000 tahun atau 50 abad) jadinya hukuman mati..(mantap kan!??)
Kalo ga mau dihukum mati, dia bisa ganti uang korupsinya plus bunganya sampai sama dengan 20 tahun kurungan badan. Ga bisa dibalikan semua nanti keenakan jadi sepahit-pahitnya negara bisa ngurung koruptor 20 tahun dan bisa dapet balik lagi uangnya plus bunga bank yang berlaku saat itu.
Untuk masalah kolusi atau korupsi cara brantasnya gampang banget... begini..:
Yang ngadu'in korupsi dilindungi sampe mati keluarga atau saudara-saudaranya, trus.. dapet fee 10% dari laporannya (kalo orang umum,kalo petugas yang nangkep naik jabatan) kalo yang tau tapi ngelindungi atau pura2 ga tau ada tindakan korupsi maka hukuman si koruptor bisa dibagi rata, misalnya kasus bupati yang korupsi 3,000,000,000 dihukum 50 abad, kan para stafnya tau tapi ga ngadu, dari tukang sapu, keluarga koruptor, keluarga staff bupati yang pernah ngerasa makan dan terbukti menikmati hasil korupsi si bupati tinggal dibagi rata aja misalnya ada 500 orang.. yang masing dapat 100 tahun (hukuman mati lagi deh... liat pasal 2)
Disamping pembrantas korupsi juga mengurangi jumlah penduduk ( 1 kali tempong 2,3 orang mati ) dan pasti ngeri kalo liat atau ngikut menikmati korupsi.
Narkoba acaranya sama juga:
Ditangkep,dihitung jumlahnya,dikonversikan ke harga seekor ayam di kali 3 bulan, trus liat pasal 2 ( gampang buanget... kan )
Zhuafri
* thumbnail di artikel ini adalah salah satu poster publikasi KPK (www.kpk.go.id)
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 6 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
mas Zhuafri, menarik sekali pendapat mas ini, tapi sayang mas, itu hanya di atas kertas, ga mungkin bisa di terapin, kalo di terapin sih itu sangat simpel sekali, tapi coba kalo ada kasus seperti ini
td mas bilang kalo yang ngaduin korupsi dpt fee 10% + pengamanan diri pelapor maupun keluarga pelapor, masalahnya siapa yang lindungi keluarga pelapor ?? polisi ?? buat gw, urusan ama polisi itu pasti UUD ( ujung ujung na duit )gini kasusna :
seseorang korupsi 3.000.000.000 lalu ada seorang yang tau, katakan lah bag administrasi, seandainya dia melapor, dia akan dapat 300.000.000, bener kan ? (10%) gimana kalo dia disogok 500.000.000 ??? lebih besar dan "lebih aman" , toh 500.000.000 dr 3.000.000.000 saya rasa ga masalah, asalkan kasusnya ga ketahuan....
kalo mau berantas korupsi itu menurut gw ga usa terlalu banyak sidang - sidang pengadilan, repot bener liatnya, kalo emang bener ketauan korupsi, langsung gantung mati aja,( kaya di cina ) ga perlu banding2, minta grasi dll, ga usa dengerin orang yang korupsi minta ini itu, BULL *****.
tapi ada masalah lg, kalo di indonesia pk hukuman gantung mati, entar ada organisasi yang mengatasnamakan HAM muncul , di sebutin lah hak untuk hidup, hak mendapat perlindungan hukum dan bla bla...
kadang heran, orang uda salah aja masih di belain dengan landasan HAM ( dalam hal ini kasus korupsi )
dia uda ketauan korupsi uang negara, hal tersebut juga melanggar HAM rakyat kecil, dengan cara mengambil uang negara untuk kepentingan sendiri dan mengabaikan hak orang kecil ( dalam hal ini, duit yang tadinya bisa digunakan untuk kemakmuran rakyat kecil, tapi di nikmati sendiri, apa ngak brengsek orang kaya gitu ??)
korupsi = dead.
is good
Yang pertama,pak Zhuafri kita nggak usah menyalahkan negara lain dan mencampuri urusan negara lain,tapi kita lihat saja negara Indonesia ,bagaimana kita menyelamatkan negara ini,juga nggak usah kita membanding bandingkan negara penuh dosa atau tidak,karena negara negara lain yang anda sebutkan masih mau membantu negara lain yang ditimpa kesulitan,negara indonesia untuk masyarakatnya sendiri saja masih harus berfikir dua kali untuk mengaturnya.
Nomor dua teori anda itu teori dagelan yang seperti sdr Ius bilang,teori menarik diatas kertas
penyelesaian korupsi dengan sangksi selama ini juga sudah dijalankan (hukumnya sudah ada), namun pelaksanaannya yg mentok........masalah yg benar benar dihadapi sekarang yg real di Jakarta adalah "masalah kemacetan" dimana kemacetan akan menambah parah beban masyarakat dan terpaksa banyak yg berpikiran nga benar (pikiran cenderung korup) karena dengan kemacetan semua mandek....penghasilan mandek, pikiran mandek, arus orang dan barang mandek, dan akhirnya banyak orang mencari jalan pintas dengan berbuat curang (korupsi, bertindak kriminal ataupun tindakan negatif lainnya).....dan kalau tidak segera ditangani, diperkirakan segera akan ada gejolak sosial.......semoga jangan jadi boom waktu........
pak Zhuafri, sebaiknya anda tidak usah membanding-bandingkan negara penuh dosa atau tidak, karena itu sama sekali tidak membantu penyelesaian masalah apapun.
kalaupun kata para ulama yang pak Zhafri temukan seperti itu, mungkin saja mereka kurang wawasannya dan hanya melihat dari satu sudut pandang aja. sebagai orang-orang yang berwawasan luas, kita semua disini sebaiknya melihat suatu masalah tidak hanya dari satu sudut pandang saja.
soal ide anda, sepertinya diatas kertas terlihat gampang bukan? namun saya rasa kurang realistis dengan kenyataan. anda memiliki ide-ide yang menarik, menggebrak namun kurang membumi pak.
mohon maaf bila ada kata-kata saya yang kurang berkenan dihati anda pak Zhuafri.
Yth Bp Zhuafri,
Saya ingin bertukar pikiran dengan bpk,kalau keberatan hub saya di email.
Salam,Hagus.
Saya suer (swear) tidak mungkin korupsi sebatang kapurpun.....................(maklum tidak mempunyai kesempatan).