Online
Saat ini ada 58 pengunjung tamu dan 1 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Bisnis & Layanan Finansial - Artikel
Pelayanan ABN Amro Yang Tidak Baik
Rabu, 31 Oktober 2007
Bantuan Artikel
Apakah karyawati ABN AMRO tersebut tidak diajari etika berbicara di telepon? Apakah karyawati ABN AMRO tersebut tidak diajari mengenai sopan santun dalam berbicara?
Apakah ABN AMRO tidak memilih dengan cermat dalam memperkerjakan karyawannya, sehingga ada orang seperti itu masuk ke dalam perusahaan anda?
Saya sangat tidak simpati terhadap pelayanan ABN AMRO, jika orang seperti karyawati yang menelpon saya tersebut masih belum tahu caranya bersopan santun. Bukankah citra dari suatu bank itu tercermin dari pelayanan karayawan/karyawatinya? Misalkan dia menagih, tagihlah dengan cara yang sopan, apalagi saya bukan nasabah anda yang tidak mempunyai urusan dengan ABN AMRO.
Beberapakali dia menghina saya, dan saya tidak terima atas penghinaan tersebut. Pada akhir pembicaraan, dia menutup telepon dengan tidak sopan dengan sebelumnya dia mengatakan bahwa "keluarga saya adalah maling semua".
Apa yang saya keluhkan ini bisa saya pertanggung jawabkan, karena apa yang saya keluhkan ini adalah benar adanya, silahkan anda cek rekaman pembicaraan kami di telpon (jika memang sistem anda mempunyainya).
Semoga apa yang saya keluhkan ini dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan ABN AMRO menjadi lebih baik. Dan saya juga berharap keluhan ini ditanggapi secara serius, karena saya sudah menganggap karyawati anda sudah menyinggung perasaan saya. Saya bekerja sebagai tenaga ahli di IT, dan saya tahu persis bahwa informasi dapat disebarluaskan secara cepat, untuk itu mohon tanggapannya ASAP.
Agus Supriyanto
Jl Raya Hankam Rt 01 Rw 06 No 55
Jati melati Pondok Melati BEKASI 17415
Apakah ABN AMRO tidak memilih dengan cermat dalam memperkerjakan karyawannya, sehingga ada orang seperti itu masuk ke dalam perusahaan anda?
Saya sangat tidak simpati terhadap pelayanan ABN AMRO, jika orang seperti karyawati yang menelpon saya tersebut masih belum tahu caranya bersopan santun. Bukankah citra dari suatu bank itu tercermin dari pelayanan karayawan/karyawatinya? Misalkan dia menagih, tagihlah dengan cara yang sopan, apalagi saya bukan nasabah anda yang tidak mempunyai urusan dengan ABN AMRO.
Beberapakali dia menghina saya, dan saya tidak terima atas penghinaan tersebut. Pada akhir pembicaraan, dia menutup telepon dengan tidak sopan dengan sebelumnya dia mengatakan bahwa "keluarga saya adalah maling semua".
Apa yang saya keluhkan ini bisa saya pertanggung jawabkan, karena apa yang saya keluhkan ini adalah benar adanya, silahkan anda cek rekaman pembicaraan kami di telpon (jika memang sistem anda mempunyainya).
Semoga apa yang saya keluhkan ini dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan ABN AMRO menjadi lebih baik. Dan saya juga berharap keluhan ini ditanggapi secara serius, karena saya sudah menganggap karyawati anda sudah menyinggung perasaan saya. Saya bekerja sebagai tenaga ahli di IT, dan saya tahu persis bahwa informasi dapat disebarluaskan secara cepat, untuk itu mohon tanggapannya ASAP.
Agus Supriyanto
Jl Raya Hankam Rt 01 Rw 06 No 55
Jati melati Pondok Melati BEKASI 17415
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 5 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
pak agus, ga usa basa basi lagi, sebarkan aja
Memang pihak Bank dalam hal ini debt kolektor in house memang dikondisikan untuk memaki nasabahnya yang mungkin sedang dalam kesulitan untuk melunasi tagihannya, mereka sangat kasar sekali dalam berbicara dan mungkin mereka sama sekali tidak mempunyai tata krama sebagaimana orang Indonesia pada umumnya, jadi saya sangat mendukung sekali jikalau anda akan menyebarluaskan informasi yang anda dapatkan tersebut, bukan hanya ABN AMRO, HSBC, BANK MANDIRI, DLL. untuk pihak bank sebagai penyelenggara kartu kredit harusnya selektif kepada nasabahnya yang akan menjadi nasabahnya, janganlah manis2 dimuka selagi anda butuh, tapi nanti pada akhirnya disaat nasabah itu sedang kolaps anda maki2 habis2an dengan tidak mau tahu kenapa sampai nasabah tersebut gagal bayar, memang kartu kredit sebenarnya adalah produk yang gagal di perbankan indonesia.
DC memang kerjanya begitu bu...apalagi yang in house, kalo ibu tantang suruh dateng langsung, 200% mereka nggak akan dateng (tatut kali yee..
), Saya pernah ke Warehaousenya ABN, ya ampun isinya...nightmare deh...tapi ada juga yang baik kok bu...biasanya mereka yang dilapangan. Saya dapat info dari seorang DC ABN, mereka itu ***** semua, bahkan orang dalam ABNnya juga Bajingan semua, ya maklumlah Bank Penjajah (Menir). Yang sabar ya bu...kalo mereka telpon lagi omelin aja lagi, jangan kasih kesempatan bicara trus tutup telponnya...bereskan
waduh sampe salah nyebut, harus nya bapak , buka ibu ya...
Pak Agus..coba aja buka sitenya www.abnamro.nl terus klik di klachten,tulis keluhan bapak dengan menggunakan bahasa inggris disitu atau kalau bisa bahasa belanda lebih bagus lagi,keluhkan aja bagaimana pelayanan abn amro di Indonesia supaya pusat tahu bagaimana kinerja abnamro di indonesia
semoga sukses