Online
Saat ini ada 31 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Rekreasi & Belanja/Hotel & Penginapan - Keluhan
Matahari Bungalow - Kuta Bali MENGECEWAKAN
Minggu, 21 Oktober 2007
Bantuan Artikel
Kenapa saya minta di lantai bawah? karena saya sudah 2 kali menginap disana dan saya mengetahui bahwa keadaan kamar di lantai 2 jauh lebih jelek dari pada lantai 1. Antara lain : AC-nya tidak dingin. Dan juga karena penerangan disana sangat minim sehingga menyulitkan bagi saya dan keluarga apabila harus naik turun. Apalagi saya pergi bersama keponakan saya (5 tahun) dan papa saya (63 tahun) sehingga hal tersebut akan sangat menggangu.
Tiga hari yang lalu sesuai tanggal yang sudah dijanjikan, saya tiba di Matahari Bungalow. Dan saya sangat kecewa ketika staff hotel berkata bahwa saya akan mendapatkan kamar di lantai 2, karena 2 kamar di lantai 1 sudah disewakan ke orang lain. Saya sangat-sangat kecewa.. Hal ini sudah ke-3 kalinya saya alami di Matahari Bungalow. Mungkin pertama-kedua kali saya masih bisa menahan kekecewaan, namun ketika ke-3 kalinya. Saya benar-benar tidak bisa lagi mengalah dan hanya menahan kekecewaan.
Saya complain kepada staff resepsionis dan mereka berkata tidak dapat memberikan solusi yang lebih baik. Ok saya coba untuk mengerti posisi mereka hanya staff. Lalu saya minta untuk dipertemukan dengan managernya. Dan saya sangat-sangat kecewa karena saya pikir saya akan bertemu dengan seorang manager yang berwibawa, berpendidikan dan beretika sehingga masalah saya dapat segera diselesaikan dengan win-win solution.
Manager yang saya temui bernama BAPAK Karel. Tujuan saya menyampaikan masalah dan keluhan saya adalah saya berharap bapak KAREL dapat memberikan solusi yang baik sehingga saya dan keluarga bisa segera beristirahat. Dan saya berharap di kedatangan saya berikutnya mereka dapat menjadi lebih baik. Tetapi ternyata bapak Karel hanya dapat memberika solusi sama seperti staffnya (tidak lebih..) saya sampai mempertanyakan wewenangnya dan kemampuannya.. sungguh meragukan!!
Dia berkata bahwa dia sudah berkali-kali berkata kepada staffnya untuk tidak menjanjikan kamar di lantai bawah (tetapi kenyataannya, saya dijanjikan hal tersebut).
Saya tidak mau tahu masalah internal mereka. Yang saya tahu mereka salah, dan mereka harus mengakui hal tersebut serta bertanggung jawab. Tetapi mungkin karena sedang musim liburan, jadi mereka merasa diatas angin. Mereka mungkin sebenarnya sadar mereka salah, tapi mereka tidak peduli karena orientasi mereka bukan customer (customer oriented) tetapi money oriented.
Sekedar informasi, saya mendapatkan harga 350ribu untuk Deluxe room. Sedangkan ketika saya datang 3 hari yang lalu, saya mendengar ada seorang ibu-ibu yang sedang check-in, harus membayar harga yang sama untuk standard room. Sehingga saya langsung berasumsi bahwa 2 kamar tersebut dijual/disewakan kepada tamu lain dengan harga/rate yang lebih tinggi dari saya.
Saya sempat mengatakan kepada bapak Karel, bahwa industri hotel menjual jasa. Apabila management hotel tidak dapat memuaskan customernya dan terus-terusan mengecewakan, pasti customer akan kabur. Dan jawaban bapak Karel sangat-sangat megejutkan, sambil tersenyum pongah bapak Karel berkata bahwa mereka memiliki banyak customer (sungguh SOMBONG).
Ketika saya mengatakan akan menulis masalah ini di Media Konsumen dan Kompas, dia hanya tersenyum dan bilang "silahkan". Ketika saudara saya berkata "kalau sampai 3 kali buat kesalahan yang sama, berarti sama aja dong kaya keledai. Cuma keledai yang bisa jatuh di lubang yang sama sampai 3 kali". Dan bapak Karel menjawab "iya", manis bukan, jawabannya ??
Saya sangat-sangat kecewa.. Apalagi setelah perdebatan sengit itu akhirnya sang manager pergi dan "melepas tanggung jawab" lalu mengembalikan masalah ini ke staffnya (Tanpa pamit, dimanakah etikanya?).
Jadi bagi anda yang berencana untuk menginap disana, saran saya anda pikir-pikir lagi 1000kali karena janji-janji mereka tidak ada yang bisa dipercaya. Saya lebih merekomendasikan Agung bungalow (hanya beberapa meter dari Matahari Bungalow), dengan luas kamar, fasilitas & harga yang tidak jauh berbeda dengan matahari, anda akan mendapatkan kolam berenang yang lebih bersih, penerangan yang lebih baik, pelayan yang lebih ramah dan pelayanan yang lebih baik.
Cynthia Margaretha
Jl. Sutera Kirana Utama No:1
Alam Sutera, Serpong 15310
Tiga hari yang lalu sesuai tanggal yang sudah dijanjikan, saya tiba di Matahari Bungalow. Dan saya sangat kecewa ketika staff hotel berkata bahwa saya akan mendapatkan kamar di lantai 2, karena 2 kamar di lantai 1 sudah disewakan ke orang lain. Saya sangat-sangat kecewa.. Hal ini sudah ke-3 kalinya saya alami di Matahari Bungalow. Mungkin pertama-kedua kali saya masih bisa menahan kekecewaan, namun ketika ke-3 kalinya. Saya benar-benar tidak bisa lagi mengalah dan hanya menahan kekecewaan.
Saya complain kepada staff resepsionis dan mereka berkata tidak dapat memberikan solusi yang lebih baik. Ok saya coba untuk mengerti posisi mereka hanya staff. Lalu saya minta untuk dipertemukan dengan managernya. Dan saya sangat-sangat kecewa karena saya pikir saya akan bertemu dengan seorang manager yang berwibawa, berpendidikan dan beretika sehingga masalah saya dapat segera diselesaikan dengan win-win solution.
Manager yang saya temui bernama BAPAK Karel. Tujuan saya menyampaikan masalah dan keluhan saya adalah saya berharap bapak KAREL dapat memberikan solusi yang baik sehingga saya dan keluarga bisa segera beristirahat. Dan saya berharap di kedatangan saya berikutnya mereka dapat menjadi lebih baik. Tetapi ternyata bapak Karel hanya dapat memberika solusi sama seperti staffnya (tidak lebih..) saya sampai mempertanyakan wewenangnya dan kemampuannya.. sungguh meragukan!!
Dia berkata bahwa dia sudah berkali-kali berkata kepada staffnya untuk tidak menjanjikan kamar di lantai bawah (tetapi kenyataannya, saya dijanjikan hal tersebut).
Saya tidak mau tahu masalah internal mereka. Yang saya tahu mereka salah, dan mereka harus mengakui hal tersebut serta bertanggung jawab. Tetapi mungkin karena sedang musim liburan, jadi mereka merasa diatas angin. Mereka mungkin sebenarnya sadar mereka salah, tapi mereka tidak peduli karena orientasi mereka bukan customer (customer oriented) tetapi money oriented.
Sekedar informasi, saya mendapatkan harga 350ribu untuk Deluxe room. Sedangkan ketika saya datang 3 hari yang lalu, saya mendengar ada seorang ibu-ibu yang sedang check-in, harus membayar harga yang sama untuk standard room. Sehingga saya langsung berasumsi bahwa 2 kamar tersebut dijual/disewakan kepada tamu lain dengan harga/rate yang lebih tinggi dari saya.
Saya sempat mengatakan kepada bapak Karel, bahwa industri hotel menjual jasa. Apabila management hotel tidak dapat memuaskan customernya dan terus-terusan mengecewakan, pasti customer akan kabur. Dan jawaban bapak Karel sangat-sangat megejutkan, sambil tersenyum pongah bapak Karel berkata bahwa mereka memiliki banyak customer (sungguh SOMBONG).
Ketika saya mengatakan akan menulis masalah ini di Media Konsumen dan Kompas, dia hanya tersenyum dan bilang "silahkan". Ketika saudara saya berkata "kalau sampai 3 kali buat kesalahan yang sama, berarti sama aja dong kaya keledai. Cuma keledai yang bisa jatuh di lubang yang sama sampai 3 kali". Dan bapak Karel menjawab "iya", manis bukan, jawabannya ??
Saya sangat-sangat kecewa.. Apalagi setelah perdebatan sengit itu akhirnya sang manager pergi dan "melepas tanggung jawab" lalu mengembalikan masalah ini ke staffnya (Tanpa pamit, dimanakah etikanya?).
Jadi bagi anda yang berencana untuk menginap disana, saran saya anda pikir-pikir lagi 1000kali karena janji-janji mereka tidak ada yang bisa dipercaya. Saya lebih merekomendasikan Agung bungalow (hanya beberapa meter dari Matahari Bungalow), dengan luas kamar, fasilitas & harga yang tidak jauh berbeda dengan matahari, anda akan mendapatkan kolam berenang yang lebih bersih, penerangan yang lebih baik, pelayan yang lebih ramah dan pelayanan yang lebih baik.
Cynthia Margaretha
Jl. Sutera Kirana Utama No:1
Alam Sutera, Serpong 15310
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 6 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru


Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
kalo menurut saya ini hanya ajang penyemaran nama baik hotel, tidak mungkin pihak hotel memberikan janji yang tidak bisa ditepati, sepertinya yg tulis surat ini hanya bisa melihat kesalahan orang laen dan menganggap dirinya paling benar...
saya yakin pihak hotel di bali tidak mungkin memberikan janji yg gax bisa ditepati...
Asumsi saya mungkin yg menulis surat ini punya cukup banyak bukti untuk memojokkan pihak hotel, seperti halnya surat melalui fax dll, tapi saya yakin pihak hotel blum men-confirmkan surat fax yg dikirim lewat fax oleh sipembuat surat ini, ya ato gax ? ?
ini maap, cuma asumsi saya...
Selaen itow siapapun tidak berhak untuk menghimbau kepada media masa untuk tidak menginap di hotel mana pun di bali..
sebagai orang bali saya sangat kaget dengan adanya himbawan yg spt ini, emank loe sapa gt kan ? !
smua hotel di Bali pasti akan bagus jika orang yg menginap adalah orang yg bagus juga...
Saya kurang tau, ada apa dengan orang yang tulis surat ini, koq sampek 3 kali dikecewakan dengan kasus yg sama..,
ato mungkin dulu pernah melakukan sesuatu yg mengecewakan orang, jadinya skarang dikecewakan juga ! !
Maap hanya becanda...
Saya salah satu konsumen yang pernah menginap di Matahari Bungalow..dan mungkin bisa dibilang repeater guest, and selama saya menginap dan pemesanan tidak pernah ada masalah tuh..hotel juga fine. Mengenai harga, saya pikir kenapa harus menjadi masalah sih, wong memang harga group dengan perorangan kan memang beda kan. Ibu pesen dengan lima kamar, ya berarti Ibu dapat discount donk...ya wajarlah. (masih untung dikasi toh apalagi pesen pada saat musim ramai)
Trus mengenai permintaan harus ground floor, apa betul pihak hotel sudah confirmed ok or mungkin subject to availability, ngerti kan maksudnya Ibu..?
Ya jangan sampe hanya karena emosi yang mungkin sesaat dan bukan karena sebetulnya semuanya kesalahan pihak tersebut, Ibu membuat banyak orang salah paham dan menjadi sebab negatif terhadap sumber pencaharian orang lain. Mumpung Lebaran masih anget..Minal Adzin WalfaIdzin
Okey Ibu..
Salam dari Bandung
Ibu Cynthia yth,ibu bilang pada manager tersebut,customer akan kabur kalau hotel tidak dapat memuaskan customernya...kenyataannya ibu kembali kembali lagi malah sampai tiga kali.
Nomor dua,kalian mengatakan bahwa hanya keledai yang akan jatuh dilubang yang sama sampai 3 kali,tapi ibu kan nginep disitu sdh sampai tigakali walaupun ibu tahu kondisi hotel itu yang menurut ibu tidak memuaskan.....nah lo bu...sapa yang keledai nih
untuk pak P.N jonathan,
saya hanya bisa ngakak
ini cuma pertanyaan iseng aja
buat P.N Jonathan
terlepas dari siapa yang benar.
kita berandai-andai saja, klo pada saat itu anda yang mengalami hal tersebut, ketika anda sedang meminta penjelasan dari manager hotel, tiba-tiba anda ditinggalkan begitu saja sama manager hotel. kira-kira anda akan menuliskan komentar yang sama ga.
tentu anda akan menjawab :" saya tidak akan seperti ibu Cynthia Margaretha yang kembali ke hotel walaupun sudah dikecewakan 3 kali"
saya gak kenal sama ibu Cynthia Margaretha, dan saya tidak ada kepentingan untuk membela siapapun
yudhistira
owner peniti net
yogyakarta
To Yudhistira,Yogyakarta...thanks a lot and with kind regards from Amsterdam